Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Menambahkan Unsur Angin


Warisan pengobatan adalah salah satu yang paling banyak menarik minat kultivator di dalam dimensi Perang Kuno. Dikatakan bahwa siapapun yang menguasai atau memiliki ahli alkimia maka keselamatannya akan terjamin dan warisan ini bukan warisan biasa tapi warisan Dewa Obat, siapa pun pasti ingin memiliki nya.


Warisan Dewa Obat, paling tida, inilah yang dipahami oleh semua kultivator.


Pria yang dari tadi memimpin bernama Jin Tao, kultivasi nya awalnya hanya berada di alam kecil tapi karena menemukan sumber daya berharga, akhirnya dia bisa melangkah ke alam Dewa Kaisar, alam menengah tingkat awal.


Jadi bukan hanya Ye Chen saja yang beruntung tapi sebagian besar yang masuk ke dalam dimensi Perang Kuno juga mendapatkan keuntungan.


"Lalu kenapa kalau kamu sudah di tahap menengah? jumlah kami banyak hehe."


Jin Tao tidak takut sama sekali, apalagi hampir semua kultivasi kawannya berada di tingkat yang sama dengan diri nya.


Ye Chen juga tidak menyembunyikan kultivasinya. Alasan nya karena tidak ingin ada masalah, mungkin orang-orang akan berpikir dua kali sebelum menyerangnya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, baru saja sampai, sudah ada orang yang membuat masalah.


"Teman-teman, ayo kita serang bersama." seru Jin Tao, dia sendiri langsung mengeluarkan teknik nya tanpa ragu.


Segera, niat membunuh memenuhi langit. Lebih dari Lima puluh kultivator bergabung bersama, membentuk formasi serangan yang sangat kuat.


Berbagai macam warna yang penuh energi muncul di langit ketika serangan gabungan ini muncul secara bersamaan, bahkan ada kehampaan tampak retak.


Merasakan niat membunuh yang kuat ini, Ye Chen bukannya mundur tapi maju menerjang.


"Neraka Api."


Ye Chen sekaligus ingin melihat sampai dimana kekuatan Neraka Api ketika menggunakan semua kekuatannya.


Perlu diketahui, tingkat kultivasi Ye Chen saat ini sudah berada di alam Dewa Kaisar tahap menengah puncak. Jika dia menggunakan seluruh kekuatannya, alam di atasnya pun tidak akan cocok dengannya.


Dalam sekejap butir-butir api yang memenuhi langit berubah menjadi lima bola api raksasa, memenuhi area ribuan meter. Bola-bola api ini berfungsi sebagai inti api yang terus-menerus mengeluarkan lidah api.


Membakar apapun yang dilewatinya.


Ketika bola api pertama menabrak serangan gabungan itu, bola api itu langsung meledak dan memercikkan api kemana-mana namun serangan gabungan itu hanya hancur setengah.


Lalu bola api kedua pun tiba, lalu bola api ketiga dan keempat. Akhirnya serangan gabungan itu hancur begitu saja.


Bahkan kelompok yang menyerang pun kaget dan tercengang, meskipun tidak dari mereka yang berada di tingkat menengah tapi serangan gabungan mereka bahkan sanggup membunuh tingkat puncak sampai tak tersisa.


"Teman-teman, tambahkan kekuatan kalian. Energi spiritualnya pasti habis. Ayo!"


Jin Tao masih tetap penuh semangat, sayangnya, teman-teman nya sudah takut dan berniat melarikan diri.


Kini masih tersisa satu bola api, Ye Chen sengaja mengontrolnya karena ingin menambahkan unsur angin di dalam bola terakhir ini.


"Pisau Angin."


Ucap Ye Chen lirih. Menggunakan indra spiritualnya, bola api ini tiba-tiba menjadi semakin besar dan ada bilah-bilah api berbentuk pedang api yang langsung melesat tajam, menyerang gabungan kultivator.


"Sial! Perisai Air!"


"Perisai Tanah!"


"Perisai Lonceng Emas!"


Jin Tao yang hendak menyerang kembali dikejutkan oleh bilah-bilah api ini. Dia langsung memasang perisai diikuti teman-temannya. Namun semuanya terlambat, tak ada yang lolos dari bilah pedang api yang disuntik dengan unsur angin.


Dalam sekejap, semuanya telah terluka. Ada yang tubuhnya terbelah, ada yang hanya kehilangan lengan, kaki atau yang lainnya. Yang paling beruntung adalah Jin Tao, dia hanya kehilangan lengan.


Namun, dia yang tadinya merasa aman kembali dikejutkan oleh bola api uang masih turun dari langit. Serangan itu baru memasuki tahap akhir.


Sampai akhirnya semuanya menjadi abu dan hanya menyisakan cincin penyimpanan yang tergeletak begitu saja di tanah.


"Hah kalian terlalu lemah, aku bahkan masih ingin mencoba trik lainnya." ucap Ye Chen datar.


Terlalu lemah apanya? bahkan Hong Shin yang telah beberapa kali melihat kekuatan Ye Chen tidak bisa tidak kagum dengan serangan ini.


Teknik api ini sangat mengerikan.