
Di wilayah Ye.
Pembangunan Istana dan tata kota wilayah Ye berlangsung sepanjang hari, dukungan dana dan orang-orang yang ahli di bidangnya membuatnya terasa mudah.
Di dalam tempat pelatihan, Ye Chen yang sedang berlatih tampak sudah selesai. Ia berhasil menstabilkan kekuatannya sendiri berkat inti kehidupan Youpi yang diserapnya sampai habis. "Saatnya pergi." gumam Ye Chen.
Yang paling pertama selesai dibangun adalah Istana wilayah Ye yang berganti nama menjadi Kekaisaran Ye, Istananya sendiri bernama Istana Ye. Dahulunya merupakan bangunan yang sudah megah, kini diperluas kembali.
Di aula istana, Ye Chen memanggil tokoh kekaisaran. Senior He, Jiang Kun, Pengrajin Mingi, Terus su, tetua Sam dan patriark Hauw yang berganti menjadi terus Hauw.
"Aku serahkan urusan di sini kepada kalian, saatnya aku untuk pergi menyelesaikan urusanku." kata Ye Chen. Semua hanya bisa setuju, memang Ye Chen telah memberitahu mereka tentang tujuannya mencari raja Iblis.
Ye Chen juga membagikan pil-pil kultivasi agar kekuatan kekaisaran bisa meningkat dan bisa menjaga kalau ada ancaman yang datang.
Perjalan Ye Chen kali ini adalah alam Peri, Ia ingin melihat tempat tinggal Ibunya dan mencari jalan menuju alam Langit. Menurut kabar yang Ia terima dari guru Baji, kemungkinan besar raja Iblis Sumo atau Mema ada di sana.
Memang lebih mudah untuk pergi ke portal yang mengantar Paman dan puteri Jia pulang lewat portal yang ada di istana Ye tapi karena Ye Chen ingin mengunjungi guru Baji terlebih dahulu maka Ia tidak menggunakannya. Pertimbangan lainnya adalah Ia tak mau membuat banyak portal, Ia sedikit khawatir jika ada portal yang tiba-tiba rusak sementara Ia tidak berada di sana.
Meskipun sangat kecil tapi kemungkinan itu akan tetap ada, begitu pikirnya.
Ye Chen memasuki portal tanpa masalah dan dengan menggunakan tanda yang Paman berikan dulu, tanpa kesulitan Ia sudah bisa masuk dan menginjakkan kakinya di alam Peri.
Energi Qi di alam Peri sangat berbeda dengan tempat-tempat yang selama ini Ye Chen datangi. Selain lebih padat, juga lebih lembut dan tenang. "Jadi ini tempat asal Ibu." ucap Ye Chen dalam hati sambil memperhatikan tempatnya berdiri.
Di dalam hutan yang cukup lebat, terdapat sebuah pondok sederhana. Ye Chen yang berada di sana tertarik dengan sebuah garis lurus seperti bekas sebuah serangan yang kuat yang ketika ditelusuri, garis lurus itu bermuara pada sebuh pohon yang yang yang hancur berkeping-keping.
"Itu adalah hasil dari latihan tuan puteri." sebuah suara tiba-tiba terdengar dekat, tapi Ye Chen tidak kaget karena Ia sudah merasakan kehadirannya beberapa saat yang lalu.
"Paman, maaf jika kedatanganku mengganggumu." sapa Ye Chen dengan hormat.
Ternyata Paman memberikan tanda yang langsung menuju tempatnya tinggal.
"Tuan Chen, akhirnya datang juga. Selamat datang di alam Peri." balas Paman. Ia lalu mengajak Ye Chen ke dalam satu-satunya pondok yang ada di sana.
Setelah berbasa-basi sebentar dan menanyakan kabar masing-masing, Paman bertanya tentang perjalanan Ye Chen sampai berhasil sampai di alam Peri. Paman mengangguk puas, tidak saja Ye Chen berhasil menemukan portal tapi juga berhasil sampai tanpa kekurangan apapun.
"Sayang sekali, tuan puteri sudah pergi. Jadi anda tidak bisa bertemu dengannya."
Paman mengangguk dan menceritakan perihal puteri Jia yang masuk akademi di alam Langit, Ia juga menceritakan alasan sesungguhnya puteri Jia pergi.
"Paman, maaf jika aku lancang. Aku hanya penasaran saja, kenapa Paman menceritakan ini semua."
"Puteri Jia itu sudah seperti anakku sendiri," Paman berhenti sebentar, menarik nafas dalam lalu berkata. "Aku tidak pernah melihatnya sebahagia dan seceria itu jika bersama pria lain selain dirimu. Dan kulihat engkau sendiri tidak buruk."
"Katakan, apa aku salah? Paman bertanya lagi, kali ini memandang dengan tajam.
Giliran Ye Chen yang menarik nafas, Paman harus tau, pikirnya. " Paman, sebelum itu, aku akan menceritakan sebuah kisah."
Paman benar-benar tidak menyangka apa yang Ia dengar, awalnya memang Ia menaruh harapan besar pada Ye Chen. Apalagi di matanya Ye Chen jauh lebih baik dari semua pemuda di alam Peri, sepanjang yang Ia tau.
"Dan kedatanganku ini, selain bertemu puteri Jia, aku juga ingin melihat alam dimana Ibuku berasal dan kalau mungkin mengunjungi tempat tinggalnya." kata Ye Chen menyambung ceritanya.
"Aku ingat, dulu ada ada seorang wanita dari bangsaku yang di usir oleh. Wanita ini sangat cantik, aku sendiri yang dulu mengantarnya." Paman kembali mengingat masa itu.
Sekitar tiga puluh tahun yang lalu, ada desas desus munculnya raja Ibis di alam Peri. Kabarnya ingin menyerang dan menculik seorang gadis dari salah satu suku di sana. Desas desus itu akhirnya terjadi namun ingin menjalin kerjasama sekaligus meminang gadis itu.
Bangsa Peri sendiri terdiri dari berbagai macam suku. Ada yang tinggal di gunung-gunung, di pedalaman hutan dan di kota-kota besar. Suku-suku ini biasanya dibagi berdasarkan elemen yang dikuasai, namun umumnya setiap bangsa Peri bertipe air. Itulah kenapa puteri Jia bisa dengan mudah menguasai atau menggunakan elemen es yang menjadi turunan dari elemen air. Selain air, puteri Jia juga bertipe kayu sehingga yang sangat berguna untuk pengobatan.
Sewaktu raja Iblis itu datang, suku dari si gadis menentangnya dan mencoba mengusirnya namun karena tidak kuat menghadapi raja Iblis akhirnya meminta bantuan Istana. Paman lah yang diutus oleh Istana untuk membantu suku itu.
"Ayahmu itu berbeda dengan Iblis yang aku tau, apalagi dia adalah seorang raja Iblis yang sangat kuat, Dia bahkan tidak mendendam suku Ibumu." kata Paman melanjutkan ceritanya.
"Paman, apa Ibuku juga kuat?"
"Bukan kuat tapi sangat kuat, aku pun ragu bisa menang darinya dan apa kau tau? Ibumu adalah pelindung suku dan salah satu yang terbaik di akademi Langit"
Seketika Ye Chen bangga, Ia dulu Ibu hanyalah seorang wanita biasa tapi ternyata seorang pelindung suku ditambah lagi menjadi salah satu yang terkuat di akademi Langit. Benar-benar sebuah kejutan untuknya, sayangnya Ia bahkan tidak pernah melihat seperti apa rupa Ibunya.
"Kau sangat mirip dengan Ibumu, pantas saja aku seperti pernah melihatmu ketika pertama kali bertemu. Dan harus kau ingat orang tuamu, terutama Ibumu adalah pribadi yang sangat baik." Paman sengaja menekankan ini agar Ye Chen tidak terbawa oleh garis darah Iblisnya.
Paman kemudian melanjutkan lagi ceritanya, sampai ketika Ia berhasil membawa Ibunda Ye Chen keluar dari suku dan membantunya pergi dari alam Peri.
"Cih, suku itu hanya tak mau kehilangan seorang pelindung yang kuat, makanya Ia menolak keras pilihan Ibumu. Sungguh egois." Paman yang tau betul kisah itu menjadi geram ketika tau alasan sebenarnya Ibunda Ye Chen pergi.