Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Pilar Lubang Hitam


"Ye Chen, putra Yeming. Akhirnya kita ketemu. Oh atau haruskah aku memanggilmu raja iblis Ye Chen?"


"Karena kita sudah bertemu, baiklah lebih aku mengenalkan diriku. Aku adalah Usopp putra Pemimpin Agung, penguasa alam Iblis atas."


"Apa kau sudah selesai?"


Ye Chen tak peduli ucapan Usopp, Ia hanya tidak menyangka akan bertemu di wilayah selatan ini.


"Hahaha seperti yang aku dengar, kau memang tidak sabaran, selalu berbicara langsung pada intinya. hm, Ye Chen melihat potensimu, bagaimana kalau kau ikut denganku? Pemimpin Agung pasti akan menghargaimu."


Melihat Ye Chen diam saja, pengawal yang selalu ada di dekat Usopp marah. "Hei apa kau tuli! tuan muda berbicara padamu."


"Giro, keluarlah, bunuh mereka semua Jangan ada yang lolos."


Dari bayangan Ye Chen, Giro keluar dan melesat langsung ke sisi kanan Usopp. Ye Chen telah melihat ada beberapa anak buah Usopp di sana, mereka terlihat melakukan sesuatu namun tertutup oleh ilusi kabut.


"Lancang!"


Pengawal Usopp berteriak keras, mecoba menghadang Giro. Namun, Ye Chen yang telah mengunci gerakannya sejak awal mengirim belati iblis yang langsung menembus kepalanya disusul api kecil untuk membakarnya.


Sementara itu, Giro yang sedang melesat itu sama sekali tidak teralihkan, Ia percaya pada Ye Chen dan yakin semua sudah dalam perhitungan nya.


Semua gerakan ini sangat cepat, hanya sepersekian detik sehingga Usopp tek sempat bereaksi sama sekali.


"Sepertinya aku terlalu meremehkanmu."


Usopp tak menyangka Ye Chen bertindak begitu cepat, dia masih berdiri di sana dan pengawalnya tewas begitu saja.


meski begitu, Ia masih tetap berdiri, belum mengambil tindakan apa-apa.


"Kalau kau belum bergerak, biar aku saja yang duluan." Ye Chen yang merasa ada yang salah, memutuskan menyerang Usopp. Tadinya Ia sudah tak mempedulikan Usopp lagi tapi sepertinya memang tidak bisa tidak memperhatikan nya.


"Langkah Cahaya."


"Teknik Tapak Semesta."


Dalam sekejap saja Ye Chen telah berada satu meter di depan Usopp, Tapak Semesta bekerja cepat dari jarak dekat


Wuss...


Energi Qi yang besar lewat begitu saja saat Usopp berubah menjadi kabut hitam dan berpindah lima meter dari tempatnya semula. Wajahnya tersenyum dingin. "Sedikit lagi." ucapnya dalam hati.


Yang tidak Usopp ketahui adalah Ye Chen dari tadi terus memperhatikan gerakan auranya. dia yang baru saja memahami hukum kehampaan, menyadari ada yang salah dan instingnya mengatakan ini terlalu mudah untuk seorang pangeran kegelapan.


Ditempat lain, Giro yang mendapat perintah melenyapkan bawahan Usopp itu menyibakkan kabut hitam.


Seperti dugaan Ye Chen, begitu kabut hitam tersibak, lima perahu hitam besar ada di sana. Ratusan bawahan Usopp sedang berkerja mengangkut banyak sekali material ke atas perahu terbang.


Material-material ini adalah hasil rampasan dari tambang tiga tambang alam di wilayah selatan.


Jika dihubungkan maka sudah jelas, kawanan Iblis Usopp lah yang menyerang orang-orang dari Alam Kuno Phoenix dan jika saja Ye Chen lebih cepat tiga atau empat hari, Ia mungkin saja bisa bertemu Yue di sana.


"Teknik Bayangan Kegelapan."


Giro bergerak, teknik membunuh dan mengunci sasaran lewat bayangan ini sangat efektif untuk membunuh banyak musuh.


Satu, dua, tiga... bawahan Iblis Usopp satu persatu tewas hingga menyisakan beberapa saja yang masih berdiri tegak di sekitar pilar yang memancarkan cahaya terang ke langit.


Ekspresi serius muncul di wajah Usopp saat Giro mendekati bawahannya yang menjaga pilar. Dia juga melirik bawahan lainnya yang mulai berkurang oleh serangan Pasukan Seratus dan yang lainnya.


Namun, Ye Chen yang sudah mengunci pergerakan nya juga bergerak tak kalah cepat. Menghadang jalan Usopp.


"Kabut Api."


Serangkum hawa yang mengandung elemen api mengepung kabut hitam.


Usopp hampir frustasi, kemana saja Ia mencoba bergerak dan menghindar, Ye selalu ada di depannya. Tak ada jalan untuk nya walau itu hanya sedikit celah kecil.


"Sekarang! cepat, tunggu apa lagi."


Dalam suara ini terselip rasa menyesal dan putus asa. Tak ingin tapi tapi harus, kalau tidak maka penyesalan akan lebih besar.


Wungg....


Pilar yang dijaga bawahan Usopp berdengung, cahaya terang yang memancar sampai ke langit tiba-tiba berubah menjadi redup dan sedetik kemudian sebuah lubang hitam yang cukup besar muncul di langi.


Aura lubang hitam ini semakin lama semakin pekat, lalu terdengar suara yang memekakkan telinga, diiringi munculnya ratusan hewan Iblis dari tingkat Langit sampai tingkat Dewa dalam berbagai bentuk. Yang terkecil sebesar sapi dewasa dan yang paling besar hampir mencapai sepuluh meter.


Iblis Kelabang Api, Iblis Serigala Hijau, Iblis Harimau bertanduk Dua dan masih banyak lagi.


"Ini tidak baik." ucap Ye Chen dalam hati.


"Hehe bagaimana, apa kau sekarang sudah mengerti kekuatan yang, sebenarnya?"


Ye Chen berusaha menahan gejolak hatinya, sejak awal Ia telah mengirim pesan kepada Giro untuk menghancurkan pilar tapi tidak berhasil, bahkan setelah bawahan Usopp yang menjaga pilar itu tewas, pilar itu tetap tak tergoyahkan.


Untungnya lubang hitam itu tidak begitu besar sehingga hewan-hewan iblis yang keluar dari sana hanya bisa merangkak mencari jalan. Ye Chen sendiri tidak bisa langsung ke sana, dia harus menjaga Usopp. Baginya, Usopp ini lebih berbahaya dari hewan-hewan iblis yang keluar dari sana.


Sosok Ye Chen bergerak cepat, tak ada waktu untuk menunda keadaan menjadi lebih gawat. Biarkan Giro yang dan yang lain mengurus semua yang keluar dari lubang hitam.


Wuss...


Lagi-lagi Usopp berubah menjadi kabut hitam, pukulan tapak semesta lewat begitu saja.


"Eh, mungkinkah tebakanku benar?" Ye Chen berulang kali gagal memukul Usopp menyadari sesuatu, dugaannya makin kuat setalah usahanya berkali-kali gagal.


Di sisi lain, Usopp yang melihat Ye Chen tiba-tiba berhenti menyerang nya dan melompat mundur terkesiap kaget. "Apa bocah ini menyadarinya." ucapnya dalam hati.


Lalu, Ye Chen yang mulai yakin dengan dugaannya mengatupkan kedua telapak tangannya dengan keras.


Plakk...


Gelombang kejut tercipta dengan Usopp sebagai sasaran tunggal. Ye Chen menggunakan lebih lebih dari enam puluh persen kekuatan spiritualnya untuk teknik ini.


"Sial. Berapa banyak teknik yang bocah ini kuasai?" gumam Usopp. Ia berusaha menahan kekuatan yang tak kasat mata ini.


Gelombang kejut yang menggunakan energi spiritual ini tidak berdampak apa-apa pada Usopp, Ia baru menyadarinya ketika kekuatan itu melewatinya. Namun, senyum Ye Chen yang misterius membuatnya lebih waspada.


"Hentikan senyummu itu." Usopp meraung marah.


Untuk pertama kalinya Ia mulai menyerang, tangannya lurus menghadap ke langit dengan telapak terbuka, lalu perlahan turun dan berhenti tepat di depan Ye Chen.


Suasana mencekam dan gelombang angin pun menyapu di sekitar Usopp, lalu perlahan menyatu dengan kabut hitam menghasilkan suara mendesis yang teredam.


Shi... Shi...


Kabut hitam itu kemudian berubah menjadi tombak-tombak kecil dan menghasilkan suara yang mengiris udara ketika melesat cepat ke arah Ye Chen.