Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Ye Chen v Raja Iblis Youpi


Di atas bukit Ye.


Senior, jadi kemana kau akan pergi?" tanya Ma Dong yang memang suka bicara terus terang.


"Aku akan mengurus suatu hal, tapi tak tau kapan akan kembali." jawab Ye Chen yang memang masih sangsi dapat menghadapi para raja Iblis.


"Jangan khawatir, aku akan membantumu, kami akan membantu." kata Ma Dong lagi meralat ucapannya. Ye Chen menggeleng, "Kalian tidak cukup kuat, lebih baik bantu aku menjaga alam ini saja dan nanti kau ikut tuan Chu ke utara, ada seseorang yang harus kau temui."


"Eh, ada apa di utara?"


"Pergi saja, kau tak akan menyesal. Lagipula kau bisa memperkuat tehnikmu di sana, bukankah kau termasuk tipe air?" ucap Ye Chen yang langsung disetujui oleh Ma Dong yang tak mau membebani Ye Chen jika ikut pergi.


Ye Chen yang merasa tidak enak dengan teman-temannya tiba-tiba mengeluarkan aura tingkat dewa, hanya sedikit saja, untuk memberitahu mereka seberapa besar kekuatan musuhnya di sana. "Kekuatan mereka setidaknya dua kali dari ini."


"Kakak Chen, di tingkat apa kultuvasimu sekarang? tanya Gu Xia yang takjub sekaligus takut ketika merasakan aura tekanan dari Ye Chen tadi.


"Sudahlah, kalian rajin-rajinlah berlatih. itu ada penatua Xiao, aku akan melakukan sesuatu bersamanya."


"Salam penatua."


Sapa Ma Dong dan yang lain lalu turun ke bawah, membiarkan Ye Chen dan penatua Xiao melakukan urusannya.


...


Sebulan lamanya Ye Chen berada di desa Ye. Bersama penatua Xiao, Ia membuat banyak pil kultivasi. Nona Xiao telah resmi menjadi nyonya Du dan sudah kembali ke timur, begitu juga dengan Cia Sun dan terakhir adalah Ma Dong dan Chu Xiong.


"Aku harap kalian setidaknya bisa menerobos sampai tingkat Suci puncak." kata Ye Chen saat melepas semuanya pergi, tak lupa ia membekali mereka dengan pil kultivasi.


Hari ini adalah hari dimana Ye Chen akan pergi, Ia tidak khawatir mengenai pil karena di sana ada penatua Xiao dan juga ada tetua Kam serta kelompok alkemis yang akan siap mensuplai kebutuhan pil.


Ye Chen memasuki portal, tujuannya adalah alam Iblis dan bertemu kembali dengan guru Baji. Karena alam rendah tidak ada jejak raja Iblis maka Ia memutuskan untuk pergi ke alam lain, hanya saja Ia tak tau jalan mana yang menuju ke sana dan jawabannya adalah ada pada guru Baji.


seperti yang guru Baji ceritakan dulu, ayahnya membuka hubungan dengan alam lain. Menurut perkiraan Ye Chen pastilah ada sebuah portal yang terhubung.


"Kau benar, memang ada portal penghubung tapi itu sudah rusak namun karena kau memegang kunci portal maka seharusnya itu bisa kau perbaiki." kata guru Baji ketika bertemu Ye Chen.


"Kenapa, apa kau berubah pikiran dan ingin membalas dendam?" kata guru Baji lagi, mengingat Ye Chen pernah berkata tak ingin membalaskan dendam orang tuanya.


"Aku tidak yakin mereka akan membiarkanku, jadi lebih baik aku yang mencari mereka daripada mereka yang mencariku." kata Ye Chen.


"Aku menunggu."


"Menunggu?" tanya Ye Chen bingung.


"Nanti kau akan tau sendiri, pesanku, bersiaplah dan jangan berhenti berlatih." jawab guru Baji. "Nah bersiaplah, itu portalnya." lanjutnya lagi sambil mengingatkan Ye Chen bahwa Ia bisa sampai dimana saja bahkan tidak menutup kemungkinan akan tiba di salah satu dimensi raja Iblis berada.


"Eh, secepat itu?"


"Chen'er jangan lupa, portal itu tidak stabil. Mungkin kau memiliki kuncinya tapi tetap saja kau belum pernah melihat sendiri tujuanmu dan belum bisa menentukan arahnya kemana," kata guru Baji lagi. "Berdoalah agar kau tidak mendatangi salah satu dari mereka."


"Terima kasih." ucap Ye Chen lalu melangkah masuk ke dalam portal. Ia memperbaiki sedikit ruang portal dan dengan bantuan kunci portal, Ye Chen akhirnya berhasil keluar.


Ye Chen melompat, apa yang guru Baji khawatirkan ternyata benar terjadi, Ye Chen kini berada di dimensi tempat raja Iblis Youpi berada. Ia belum menyadari ini sampai sebuah getaran halus memaksanya melangkah mundur.


"Ini...?" Ye Chen merasakan aura yang tidak biasa. Hatinya berdebar karena dari aura yang dirasakannya, Ia dapat menyimpulkan siapa pemilik aura itu. Aura yang sama yang menyerangnya dengan bola api besar ketika kembali dari alam Iblis.


Cepat-cepat Ye Chen menghilangkan aura keberadaannya. meskipun merasa tidak ada gunanya tapi paling tidak hal itu bisa membuatnya berpikir sedikit lebih tenang. Baiklah, lebih baik menyelidiki dulu tempat ini, pikir Ye Chen.


Dimensi itu cukup luas, Ye Chen mempelajari semua bagian dimensi. Jika harus bertarung nanti, Ia mau leluasa bergerak dan tidak ingin jebakan yang akan merugikannya. Dua hari lamanya Ye Chen menyelidiki dimensi itu dan memasang beberapa jebakan, mengandalkan artefak buatannya.


Dua hari ini sebetulnya terlalu lama tapi mengingat keberadaannya bisa diketahui, Ye Chen tidak bisa sembarangan mengeluarkan energinya. "Aku rasa ini sudah cukup." batin Ye Chen setelah selesai memetakan dimensi itu dan menanam jebakan. Artefak tipe es dipilih karena umumnya Iblis menggunakan tipe api dan juga dua portal untuk berjaga-jaga.


"Bagaimana, apakah kau sudah selesai dengan urusanmu? hahaha...." suara keras disusul bola api besar menghantam Ye Chen. Untungnya Ye Chen dari awal tidak pernah lengah, Ia berhasil menghindari serangan gelap ini.


"Kau kira aku begitu bodoh sampai tidak menyadari kehadiranmu di sini? kau salah, aku memang sengaja membiarkanmu berkeliaran."


Ye Chen tidak heran, sebagai raja Iblis, ia juga bisa mendeteksi setiap gerakan sekecil apapun. Tapi Ia hanya diam saja.


"Hahaha aku raja Iblis Youpi, si tua Baji itu pasti sudah menceritakan tentangku." kata raja Iblis Youpi mengenalkan dirinya. Ye Chen membatin, ternyata dia, pantas saja Ia tak memiliki seorang pun di sini. Raja Iblis Youpi adalah raja Iblis yang terlalu mengagungkan kekuatan dirinya sendiri sehingga Ia tak butuh pengawal.


Dengan perlahan, Ye Chen merentangkan tangan kanannya ke samping dan dalam sekejap telah menggenggam pedang hitam. Ia juga mengeluarkan auranya, aura seorang raja Iblis.


"Hoho ternyata kau sudah membangkitkan kekuatanmu, tapi itu belum cukup, kai masih terlalu muda." kata raja Iblis Youpi lagi.


Memang tidak salah ucapannya, Ye Chen bukanlah tandingannya karena baru saja terbangun, sedangkan Youpi sudah menjadi raja Iblis jauh sebelum Ye Chen terbangun. Tapi dalam pertarungan, perbedaan kekuatan itu bisa ditutupi oleh dia yang mampu memanfaatkan celah sekecil apapun, dan inilah yang Ye Chen percaya.


Masalahnya adalah bagaimana mencari celah itu?