
Tanpa membuang waktu, Ye Chen yang sudah mengangkat pedang hitam di atas kepalanya segera dia ayunkan dengan cepat, menciptakan energi pedan berbentuk X.
Terlalu cepat.
Pangeran itu tidak bisa menghindar. "Sial!" dia mengumpat keras lalu membakar esensi darahnya untuk memperkuat baju pelindung nya. Hanya ini yang bisa dia lakukan, paling tidak setelah serangan ini dia bisa menggunakan jimat atau pelindung lainnya
Sayangnya ini hanyalah pikiran sang pangeran saja, karena setelah serangan pertama tadi, Ye Chen kembali melakukan serangan susulan lagi.
Bukan karena tidak sempat tapi karena ruang disekitarnya sangat lengket, tanpa udara sama sekali. Ini adalah kekuatan hukum kehampaan, tubuh seseorang yang terjerat dalam hukum ini akan menyusut dan meledak karena tidak kuat menahan energi penekannya.
Kecuali benda mati, semua yang hidup akan bernasib sama, kecuali orang itu lebih kuat dari Ye Chen atau menguasai hukum lainnya.
Blarr!
Pangeran dari kerajaan Iblis meledak menjadi kabut darah. Siapa sangka, seorang jenius yang diutus dari alam Iblis tewas begitu saja tanpa bisa menggunakan trik yang dia miliki.
Tentu saja Ye Chen tidak akan mudah membunuhnya kalau pangeran itu dari awal waspada dan tidak selalu mengandalkan baju pelindungnya. Ye Chen juga sudah memikirkan ini, siapa yang akan percaya kalau jenius keluarga kerajaan tidak menyimpan sesuatu yang kuat.
"Pangeran! kamu... kamu membunuhnya?"
Pengawal yang tersisa dari pangeran kerajaan Iblis itu tidak percaya junjungannya telah tewas. Seketika mereka membeku, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mau melawan dan menyerang Ye Chen juga percuma, bahkan junjungannya pun kalah hanya dengan tiga pukulan, apalagi mereka.
Tidak jauh dari sana, leluhur Iblis berdiri diam. Perlahan-lahan ingatannya bangkit dan mulai terlihat berpikir, dia sama sekali tidak peduli pangeran yang membangunkannya, yang mengaku sebagai cucunya itu tewas.
Sementara lima pengawal yang tersisa itu tiba-tiba mendapat jalan keluar. Ya, mereka bisa meminta bantuan leluhur Iblis, paling tidak mereka bisa mengikutinya nanti dan berharap tidak mendapat hukuman berat jika kembali bersamanya.
"Leluhur, kami pengawal pangeran."
Mereka tidak ragu dan langsung berlutut di depan leluhur Iblis itu. Hanya saja, leluhur Iblis yang masih berpikir itu tidak bereaksi sama sekali.
Mereka pun mencoba berkata lagi, namun, apa yang mereka dapat setelah nya sungguh membuat mereka menyesal mengambil keputusan ini. Sang leluhur yang tadi berdiam diri, tiba-tiba saja membuka matanya yang tertutup dan tanpa ragu mengibaskan tangannya ke arah lima pengawal ini.
Lima pengawal itu pun terluka parah, terlempar ke dalam kabut dan yang terjadi selanjutnya adalah esensi darah kehidupan mereka dikonsumsi oleh kabut. Tampak seringai kejam muncul di sudut mulut leluhur Iblis yang kaku, sedetik kemudian dia berlari memasuki lorong kecil yang ada di dalam tempat itu.
Apa yang terjadi? kenapa kakek tua itu pergi?
Kejadian barusan hanya berlangsung beberapa detik, sampai Ye Chen pun tak sempat bereaksi. Kalau leluhur Iblis menyerangnya, tentu saja dia akan bereaksi.
"Kakak, apa yang terjadi? kemana kakek tua itu pergi?"
Tanya Lanlan yang juga bingung. Dia bisa melihat keluar karena Ye Chen membuka batasan itu untuk nya.
"Aku juga tidak tahu. Ah sayang sekali seharusnya dia bisa dijadikan pil."
Ye Chen terlihat kecewa, tapi tidak mengejarnya. Pengalaman hidupnya berkata bahwa tidak baik mengejar musuh yang lari ke dalam rumahnya tanpa perencanaan yang matang, lagipula kekuatan Ye Chen agak berkurang setelah mengeluarkan serangan dengan memanfaatkan hukum kehampaan.
Lebih baik memeriksa kabut di depan nya ini terlebih dahulu.
Ye Chen pun masuk ke dalam kabut tanpa ragu, sebelumnya dia menelan pil yang memang sudah dia siapkan dan menggenggam erat pedang hitam.
Apa yang menyambut Ye Chen di dalam kabut itu adalah sesuatu yang sangat tidak terduga. Di luarnya, kabut itu berwarna pucat sedangkan di bagian dalam ada kabut berwarna merah darah yang sangat terkonsentrasi.
Kabut darah. Ya, ini adalah kabut darah yang memiliki esensi yang sangat kental. Ye Chen bahkan tidak percaya ada hal yang sebagus ini di sini, seketika pikiran nya melayang ke leluhur Iblis yang lari. Dia bertanya-tanya kenapa dia meninggalkan kabut darah, apakah ada sesuatu yang lebih baik di dalam sana?
"Biarkan saja." Ye Chen melupakan leluhur Iblis, yang lebih penting sekarang adalah kabut darah ini harus dia serap. Mungkin dia bisa menembus batas dan memasuki alam Dewa Kaisar.