
Yue mengeluarkan semua kemampuannya tanpa ragu, di sampingnya, Ye Chen hanya berdiri diam tanpa berkata apa-apa.
Secara alami, kayu memang rentan terhadap api tapi perubahan elemen bukan hanya itu saja, lagipula itu hanyalah elemen dasar saja. Seseorang yang menguasai satu elemen dasar dan memahami nya akan menjadi sangat kuat seiring dengan tingkat kultivasi yang meningkat.
Tiga orang yang awalnya penuh semangat juang itu akhirnya tewas terbakar menjadi abu.
Tujuh orang lainnya mejadi gusar dan maju serentak mengepung Yue.
"Akan kutunjukkan semangat api pada kalian semua." kata Yue tanpa mengurangi sedikitpun kewaspadaan nya.
Masih mengandalkan teknik Pilar Api, Yue bergerak lincah di antara pilar-pilar itu. Dia tidak melewatkan setiap celah yang ada untuk menyerang lawannya.
"Senior, hancurkan pilar itu terlebih dahulu." teriak seseorang. Baginya itu sangat mengganggu.
Lalu, lima orang yang menguasai elemen air menggabungkan kekuatan dan berhasil menghancurkan pilar api.
Yue terlempar beberapa meter, mulutnya memuntahkan seteguk darah. Saat dia bangun, kakinya yang masih goyah tidak sanggup bertahan dan terjatuh lagi.
"Adik Yue, apa kamu baik-baik saja?"
Ye Chen menopang Yue agar tak jatuh. "Aku sepertinya tidak bisa bertarung lagi." Yue kecewa.
"Tidak masalah, kamu sudah bertambah kuat. Kamu lihat lima orang itu? mereka juga tidak baik-baik saja setelah menghancurkan pilar-pilar api." Ye Chen tersenyum ringan. Dia bangkit dan berdiri setelah memberikan sebuah pil.
Ctar
Cambuk api mulai menari, Ye Chen memainkan salah satu teknik andalan sekte Api Abadi.
"Teknik api lagi, itu tidak akan berguna."
Lima orang yang tadi menghancurkan pilar-pilar api sesumbar, mereka merasa Ye Chen hanya lebih kuat saja dari Yue. Mereka tidak tau kalau Ye Chen menekan kekuatan nya, dia ingin mengasah sedikit teknik lima elemen yang baru saja dikuasainya dengan latihan langsung.
"Teknik Gelombang Air Pasang."
Seruan ini hampir bersamaan. Qi elemen air yang sangat kuat bergemuruh keras, menghambur ke arah Ye Chen.
Ye Chen melompat tinggi, menghindari serangan itu lalu berputar di udara dan melempar cincin-cincin api melewati gelombang qi. Itu tidak padam sama sama sekali seolah mempunyai sifat yang sama.
"Ini... tidak mungkin! Lari!"
Menyadari hal ini, kelima orang itu lari berhamburan, mereka tau levelnya berbeda jauh dan merasa takut.
"Mau lari? hehe tidak semudah itu. Karena kalian telah datang maka sebaiknya kalian tinggal saja."
Cincin api bergerak makin cepat dan hanya dalam beberapa helaan nafas kelimanya sudah terlilit. Ye Chen menggabungkan dua elemen dalam serangan ini, elemen logam dipakai untuk membungkus elemen api sehingga bisa meluncur ringan di dalam elemen air.
"Dua lagi, kalian bersiaplah."
"Ja-jangan mendekat. Kami adalah bagian dari sekte Kayu Langit, teman-teman kami akan memburumu kalau sesuatu terjadi pada kami."
"Kamu terlalu mengagungkan sektemu." ucap Ye Chen dingin. Ada sedikit kekecewaan muncul dalam matanya, betapa tidak dua orang di depannya sudah kehilangan semangat bertarung padahal masih ada teknik yang akan dia coba.
"Sudahlah, karena kalian dari sekte Kayu Langit maka itu sudah pantas untuk kalian."
Pernyataan ambigu Ye Chen membuat dua orang itu mengira mereka mendapat ampunan, baru saja mereka akan mengucapkan terima kasih dan pergi, sebuah pasak kayu muncul dari dalam tanah di depan mereka dan menusuk langsung menembus dada.
"Ka-kamu... bukankah tadi... kamu bilang... "
"Aku tak pernah mengatakan akan melepasmu, yang aku maksud adalah akan menggunakan pasak kayu karena cocok denganmu. Lagipula kalian juga sudah menggunakannya pada Yue tadi."
"Kau... "
Lalu, Ye Chen melambai dan sebatang kayu pun muncul dari kehampaan, tepat di belakang kedua orang itu.
Seolah belum cukup yakin, Ye Chen sekali lagi melambai dan pasak kayu itu kemudian terbakar. Hanya saja itu tidak cukup membuat mereka menjadi abu. Entah Ye Chen sengaja atau tidak yang jelas di wajahnya tersirat senyum puas.
Kembali ke kelima orang yang terlilit api, mereka juga masih belum tewas.
Kultivasi mereka juga tidak memungkinkan mereka tewas begitu saja, apalagi cincin api itu pada dasarnya adalah sebuah teknik mengikat dan melemahkan, bukan termasuk teknik yang bisa membunuh dalam sekejap.
"Nah sekarang giliran kalian." kata Ye Chen sambil melangkah pelan.
Langkah yang tenang dan damai itu benar-benar membuat kelima orang itu bergidik.
"Tuan, tuan ampuni kami. Kami bersedia menjadi pengikut anda. Tidak, tidak, bukan pengikut tapi menjadi budak anda."
"Kalian tidak pantas."
Saat mengatakan ini, tangan Ye Chen melambai dan cincin api di tubuh mereka bertambah. Yang awalnya hanya satu saja di dada, kini cincin api itu juga melilit pinggang paha dan kaki.
Cincin api ini juga tidak besar lagi melainkan lebih tipis dan tajam.
Proses ini adalah berkat penggabungan elemen api dan logam, itu terlihat seperti seperti bilah tipis yang membara. Lalu, satu lambaian tangan lagi dan tubuh kelima itu terpotong begitu saja.
Semua proses ini Ye Chen lakukan tanpa berkedip, tak ada rasa belas kasihan dalam tatapan matanya.
"Hah kalian ini sudah miskin, malah terlalu banyak gaya." Ye Chen bergumam pelan saat memeriksa cincin penyimpanan mereka.
"Adik Yue, kita pulang."
"Euhm." gumam Yue patuh sambil mengangguk kecil.
Saat keluar dari jalan itu, Ye Chen berpaling ke samping dan tersenyum manis.
"Kak Chen, ada apa?" tanya Yue.
"Tidak ada apa-apa. Ayo kita ke Aula Pelatihan."
Di tempat lain, tempat yang Ye Chen lirik tadi. Beberapa pasang mata bergidik ngeri saat melihat senyum Ye Chen, mereka diam seperti di paku ke tanah.
"S-senior... "
"Jangan, jangan banyak bicara."
Barulah saat Ye Chen dan Yue tidak nampak lagi, beberapa orang keluar dari sana diikuti beberapa orang lagi dari tempat lain.
Mereka adalah teman-teman dari sepuluh orang itu, mereka menyaksikan teman-teman nya tewas.
Tiga orang yang tewas oleh Yue menjadi abu, ini bisa dimaklumi karena memang Yue menggunakan teknik api yang sangat kuat, pemandangan nya juga tidak terasa karena mereka telah hilang namun, tujuh orang yang tersisa benar-benar membuat hati bergidik.
Dua orang tewas ditembusi pasak kayu sedangkan lima orang menjadi beberapa bagian, semuanya mengalami luka bakar yang mengerikan, masih tercium bau gosong dari sana.
"Senior, apakah kita hanya diam saja."
"Bodoh! apa kau tau? bahkan orang itu tidak menggunakan setengah dari kekuatan nya."
"Tapi senior."
Plak
"Pergilah dan serang dia kalau kamu mau. Ingat, ke depannya, hindari orang itu."