
Berita Du Shang menantang duel di arena cepat sekali tersebar, banyak yang datang untuk menonton duel ini. Sementara keluarga Du acuh tak acuh, mereka tidak mengirim siapa pun untuk melihat duel ini karena yakin jenius mereka pasti tak terkalahkan apalagi setelah tau yang ditantangnya bukan berasal dari keluarga besar lainnya.
Di kediaman tuan kota.
Yun Shan, wakil sekte Pengobatan Ilahi yang melihat gerakan Ye Chen menyipitkan mata, dia bertanya siapa Ye Chen dan dijawab oleh tuan kota kalau Ye Chen adalah keluarga jauhnya yang baru saja datang.
"Apa aku harus menghentikan nya?"
"Tidak perlu, dia kandidat yang cocok. Biarkan saja, lebih bagus lagi kalau sudah ada yang tersingkir sehingga kita tidak perlu repot-repot dengan kompetisi."
Tuan kota pun mengangguk mengerti.
Kediaman keluarga Du.
"Tuan, tuan, lapor, tuan muda kalah."
"Apa! jangan main-main, siapa lawannya dan bagaimana keadaan tuan muda?"
"Lebih baik anda melihatnya sendiri tuan."
Meskipun memang keluarga Du tidak mengutus seseorang tapi juga tidak melarang sehingga ada saja yang pergi melihat keramaian dan ketika Du Shang telah kalah, seorang dari keluarga Du datang melapor.
Kepala keluarga Du, Du Yang tidak menahan diri. Harga dirinya sebagai kepala keluarga teratas jatuh ketika putranya kalah dan ini tentu saja tidak bisa dia terima. Dia pun bergegas ke arena duel.
Bukan hanya keluarga Du yang hadir, perwakilan keluarga besar lain juga telah datang. Arena duel yang awalnya hanya ada penonton dari para undangan dan yang kebetulan ada di sana kini jauh lebih ramai dengan kedatangan para utusan keluarga besar dan lainnya ini.
Di arena duel.
Ye Chen yang masih memegang tangan Du Shang melirik ke arah orang baru saja datang, aura membunuh orang ini sangat kuat tapi karena tuan kota yang ia tau pasti menonton dari tempat nya tidak berbuat apa-apa, maka Ye Chen pun menyeringai kecil.
Para penonton yang melihat seringai ini mau tak mau terkesiap, orang ini sangat kejam, batin mereka. Dari seringai itu saja mereka dapat menduga kalau Ye Chen tidak berniat untuk berhenti terutama ketika kepala keluarga Du ada di sana.
Dan benar saja, Ye Chen mengangkat Du Shang yang sudah tidak berdaya dan membantingnya ke lantai. Lantai arena hancur, sebuah cekungan muncul dengan tubuh Du Shang berada di tengah.
Du Yang semakin marah, aura membunuhnya bahkan sudah meluap-luap, dia tidak bisa menahan diri lagi melihat putranya yang sekarat. Namun, itu adalah arena duel dan siapa pun dilarang keras menganggu duel atau konsekuensinya akan sangat berat.
Ye Chen yang sudah melepas tangan Du Yang kini berdiri tenang sebelum melangkah mendekatinya.
Apa dia akan membunuhnya? berani sekali.
"A-apa yang kau inginkan? berhenti disana." Du Shang yang sudah tidak berdaya itu sangat ketakutan, ini adalah kali pertama dia terluka sangat parah.
Ye Chen tetap tenang, membungkuk dan mengambil cincin penyimpanan Du Shang, melihat isinya sebentar dan mengernyit.
Cincin dimensi umumnya terpasang sebuah formasi dan hanya terhubung dengan pemiliknya saja. Hanya jika pemiliknya tewas atau dengan sukarela menyerahkan nya pada orang lain, barulah cincin dimensi bisa dilihat.
Namun ada satu cara lagi, yakni melemahkan jiwa si pemilik cincin sehingga hubungannya dengan cincin nya melemah. Cara inilah yang Ye Chen gunakan, dia tidak mau terlalu menonjolkan diri karena bisa membuka paksa formasi cincin dimensi orang lain.
"Baik, baik, ambil saja." Du Shang tau maksud Ye Chen, dengan segera dia memutus kekuatan jiwanya di cincin penyimpanan.
Tapi tentu saja Ye Chen tidak mau, ini terlalu mudah bagi orang yang ingin membunuhnya. Yang dia inginkan adalah menghajar Du shang sampai kekuatan jiwanya melemah.
"Saudara Yun, tidakkah dia terlalu kejam? aku akan meminta nya berhenti."
"Jangan, begitu lebih baik. Tunggu saja, sebentar lagi pertunjukan sebenarnya baru akan dimulai." sahut Yun Shan.
Benar saja, begitu Ye Chen selesai menghajar Du shang lagi dan menendangnya keluar arena. Kepala keluarga Du, Du Yang langsung masuk ke arena setelah menyuruh seseorang memeriksa keadaan Du Shang.
"Aku menantangmu duel."
Ini sudah diluar prediksi, semua penonton terdiam. Tamat sudah riwayat Ye Chen. Du Yang berada di tingkat Dewa tahap menengah sedangkan Ye Chen tingkat Suci puncak, ini bukanlah sebuah lelucon.
Tapi jawaban Ye Chen membuat penonton lebih kaget lagi dengan ucapan Ye Chen, tak terkecuali dengan tuan kota sendiri.
Ye Chen berkata, "Aku lihat kamu sama bodoh nya dengannya, apa kamu yakin?"
Gila, dia sudah Gila. Bahkan tuan kota sudah akan turun tangan jika tidak dihalangi Yun Shan.
"Mati!" seru Du Yang. Auranya jauh lebih kuat, ini menyapu penonton yang berdiri paling dekat dengan arena. gelombang auranya juga terasa pedas di kulit sehingga banyak yang mundur menjauh.
Ye Chen sebetulnya sadar betul seberapa kuat lawannya kali ini. Tingkatan disini tidak bisa dibandingkan dengan tingkat yang sama di dunia yang dia kenal sebelumnya. Ini jauh lebih kuat, mungkin setara dengan tingkat Surgawi puncak.
Tapi bukan Ye Chen namanya kalau menjadi takut hanya karena perbedaan tingkatan. Saat ini hanya kultivasinya saja menurun tapi tidak dengan kekuatan yang lain, seperti penjara kegelapan atau teknik Lima Elemen.
Bam!
Lantai arena kembali bergetar ketika pukulan Du Yang menghantam tempat Ye Chen berdiri sebelumnya. Ye Chen tidak ada disana lagi.
"Pengecut! sampai ke lubang neraka pun kau tidak akan lolos.''
Ye Chen tidak marah mendengar ocehan Du Yang, pondasinya belum pulih sampai puncak, sedangkan darah esensialnya bahkan tidak sampai lima puluh persen, itulah kenapa dia tidak mau membuang tenaga percuma. Ye Chen menunggu momentum yang tepat untuk membalas.
Lalu saat itu pun tiba, Du Yang yang terbakar amarah begitu bernafsu mengejar Ye Chen yang dia pikir takut dan tidak berani berhadapan langsung dengannya membuka ruang pertahanannya, dia lupa kalau kecepatan Ye Chen melampaui dirinya.
"Anak bodoh!" tampak di kejauhan seorang pria paruh baya berkata dengan geram.
Di sampingnya juga ada seorang pria yang usianya sama. "Sepertinya kepala keluarga Du juga tidak berguna." katanya.
Lelaki ini adalah patriark keluarga Du, berdiri di sampingnya adalah rekannya, patriark keluarga Qin, kakek dari Qin Zhu.
Hanya suara deheman yang patriark Du keluarkan, kalau saja orang yang mengatakan ini, dia pasti sudah menghajarnya.
"Tenang saja, anak tidak akan berani melukai Du Yang." ucap patriark Qin.