
Bukan karena Ye Chen yang terlalu kuat tapi karena Ye Chen bertempur sambil menganalisa kekuatan lawannya, mencari kelemahan jurus lawan dan menciptakan celah untuk keuntungannya. Inilah yang lakukan pada siluman Trenggiling Batu.
Gerakan utama atau tehnik bertarung siluman Trenggiling Batu adalah dengan cara menekuk tubuhnya menjadi lingkaran dan berputar cepat seperti roda dan setiap roda yang berputar pasti mempunyai poros atau titik tengah yang tidak berputar atau mempunyai putaran paling kecil.
Titik inilah yang Ye Chen incar.
Siluman Trenggiling Batu tidak bisa tiba-tiba berhenti berputar untuk berganti arah, kalau tidak berbelok, pasti Ia akan berputar sebentar pada tempatnya lalu berbalik dan Ye Chen menanti momentun ini.
Ye Chen yang mengganti pedangnya dengan belati menunggu kesempatan.
"Sekarang!" seru Ye Chen dan dengan cepat menusuk titik tengah siluman Trenggiling Batu. Belati Iblis masuk di sela-sela kulit keras dan menancap dalam, menembus lehernya. Dengan ini maka selesailah perjuangan siluman Trenggiling Batu.
Tak lama kemudian sup Trenggiling Batu sudah jadi. Intinya sendiri Ye Chen ekstrak, kemudian dicampur dengan bahan-bahan lain untuk merendam kulitnya.
"Tuan, lihat apa yang kutemukan di dalam sarang siluman itu." Di tangan Giro terdapat sebuah belati kecil berwarna perak, ukurannya lebih kecil sedikit dari belati iblisnya.
Ye Chen mengambil belati itu, menimangnya sebentar dan melemparnya. Belati melesat cepat menghancurkan sebuah batu keras di kejauhan dan ketika Ye Chen melambai, belati putih itu terbang lagi kepadanya. "Kau sangat cantik dan hebat tapi sayang aku sudah memiliki belati lain." Ye Chen mengembalikan nya ke Giro. "Simpan di tempat semula, mungkin nanti ada yang berjodoh dengannya."
Tapi Giro menggeleng, "Kenapa tidak tuan simpan saja, berikan kepada yang berjodoh." ucapnya.
"Kau benar Giro, hahaha pasti adik Yue suka dengan belati ini." kata Ye Chen, Ia meminta kembali belati di tangan Giro.
"Tidak, belati ini tidak untuk nona Yue."
"Lalu kepada siapa lagi?"
"Apa tuan lupa, ada gadis cantik yang kau janjikan sebuah belati?" pertanyaan ini membuat Ye Chen kaget, "Adik Jia...? Oh iya, aku lupa. Kau benar, ini untuk adik Jia saja."
Giro lagi-lagi menarik tangannya, tak mau memberikan belati perak.
"Bagaimana dengan nona Yue? apa tuan melupakannya? bagaimana kalau dia tau kakaknya memberikan hadiah kepada orang dan melupakan dirinya?"
"Ah kau membuatku bingung Giro. ya sudah buang sajalah." Giro menggeleng, "Maksudku, jika tuan ingin memberikan hadiah, harusnya tuan adil."
"Masuk akal juga pikiranmu tapi aku tak tau harus memberikan apa kepada adik Yue. Ah sudahlah nanti saja dipikirkan." kata Ye Chen yang mulai pusing.
Dua hari berikutnya, artefak pelindung sudah selesai dan mereka pun pergi ke celah dimensi untuk masuk pergi ke dimensi raja Iblis Sumo.
"Tuan apa anda sudah siap?" Ye Chen mengangguk tanda mengerti. Setelah itu Giro secara perlahan berubah menjadi kabut dan tak lama setelah itu hilang digantikan oleh sebuah cahaya berwarna merah.
Wuss...
Giro melesat cepat membelah ruang hampa diikuti Ye Chen yang masih terus mengikuti dari belakang. Tiba-tiba sebuah lonjakan energi meledak di dekat Ye Chen. Ledakan ini terus menerus terjadi seperti berlomba-lomba untuk meledak.
Ye Chen yang hampir tidak kuat itu merasa lega ketika melihat sebuah celah di depannya.
Ye Chen masuk dan langsung berada di dalam kamar tahanan, cepat-cepat Ye Chen memasang aray ilusi dan menghilangkan aura keberadaannya agar tidak ketahuan.
"Fiuh.. hampir saja," untungnya Giro sebelumnya sudah menceritakan kondisi dimana Ia ditahan, pikir Ye Chen. "Nah masalah selanjutnya adalah bagaimana keluar dari sini secepatnya dan mengatur rencana menghabisi raja Iblis Sumo." batin Ye Chen.
"Heh Giro, jangan tidur terus." Lama-lama kesal juga tidak bisa keluar dari penjara sempit itu, Ye Chen merasa Ia yang dipenjara.
Giro membuka matanya, "Tuan," bisiknya tenang. "Sebentar lagi para penjaga akan berganti dan saat itu penjagaan akan melemah. Anda bisa keluar saat itu."
"Bagaimana denganmu?"
"Jangan khawatir, aku bisa sendiri, hanya saja belum saatnya." kata Giro lalu Ia menerangkan kondisi rumah tahanan dan juga tempat yang akan dituju Ye Chen setelah keluar.
"Semoga tempat itu masih belum diketahui oleh orang lain." ucap Giro. "Tuan, bersiaplah sebentar lagi waktunya tiba."
Tepat seperti yang dikatakan oleh Giro, para penjaga benar-benar lengah saat pergantian posisi jaga sehingga Ye Chen dapat keluar dengan aman.
Tempat yang Ye Chen tuju adalah sebuah reruntuhan di dekat hutan. Menurut Giro, tempat itu ada tempat teraman di dimensi itu.
"He? apanya yang tempat teraman." batin Ye Chen. Di depannya sekarang memang masih ada reruntuhan, entah dahulunya bekas apa tapi makin ke dalam makin banyak yang berjaga dan setelah diselidiki nya, ternyata tempat itu adalah pos penjagaan.
Sebaiknya aku mencari tempa lain saja, pikir Ye Chen lalu pergi ke suatu tempat yang dirasa aman lalu menandainya. Lalu kembali lagi ke ruang tahanan untuk membebaskan Giro.
"Aku akan menyelidiki tempat ini, pulihkan dirimu." kata Ye Chen kepada Giro yang sangat lemah karena membuat potongan jiwa dengan menggunakan lebih dari setengah kekuatannya. Potongan jiwa itulah yang menggantikan tubuh aslinya sebagai tawanan untuk menghindari kecurigaan.
Ye Chen menyusuri setiap sudut dimensi, tak ada yang curiga kepadanya karena Ia menggunakan aura Iblis untuk berbaur. Yang pertama diselidikinya adalah jalur pelarian, dan tempat-tempat strategis tempat berkumpulnya anak buah raja Iblis Sumo.
Raja Iblis Sumo sendiri tidak seperti Youpi yang hanya mengandalkan tenaga sendiri. Sumo, meskipun masih memandang rendah Ye Chen tapi tidak mau gegabah, lebih baik membuat pasukan agar lebih mudah.
Tiga hari berlalu, Ye Chen sudah selesai dengan penyelidikannya dan kondisi Giro pun sudah jauh lebih baik. Tinggal memanggil pulang potongan jiwanya makan kekuatannya akan kembali.
"Kalau begitu, besok kita bergerak." kata Ye Chen dan mulai membuat rencana.
Yang pertama adalah membasmi pasukan Iblis di reruntuhan untuk memutus hubungan ke bagian lain yang akan meraka serang dan terakhir adalah rumah tahanan.
Rencana ini berjalan mulus, sebagian besar anak buah raja Iblis Sumo telah tewas. Yang tersisa sekarang adalah anak buah di kediaman Sumo saja.
"Giro, sembunyi." kata Ye Chen tiba-tiba saat tiba di kediaman raja Iblis Sumo. Pandangan Ye Chen tertuju pada aura di dalam kediaman. "Baojing...? kenapa dia ada di sini? Jangan-jangan...."
Ye Chen kembali memeriksa, "Tidak mungkin, apakah mereka menemukan jalan kesini atau memang mereka sudah tau dan menyembunyikan dariku?" ucap Ye Chen dalam hati.
"Guru Baji, Baojing, apa kalian seperti yang kupikirkan?" gumam Ye Chen.