Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Markas Makhluk Terkutuk


Tak lama kemudian dua sosok terlihat melayang di atas desa Simao. Dua sosok itu adalah Ye Chen dan Giro.


"Aku mendapat kabar, di desa ini terlihat makhluk terkutuk, mungkin ada hubungannya dengan mereka." kata Ye Chen.


"Tapi tuan, sudah cukup lama kita di sini namun belum ada jejak mereka yang terlihat."


Ye Chen tampak berpikir, Ia sudah memastikan cerita Lin Yungtao di akademi dan memang benar penyidik akademi sudah turun ke desa Simao. Tapi di sini sama sekali tidak ada apa-apa selain hutan dan beberapa herbal rendahan yang tidak seberapa banyak.


Sudah seharian mereka berdua mendeteksi setiap jengkal tanah di desa namun hasilnya nihil. Memang ada sedikit jejak aura yang tertinggal tapi saat ditelusuri, jejak aura itu menghilang.


"Kita turun dulu, bagaimana kalau kita makan dulu di pinggir danau sana?" kata Ye Chen, Ia lalu turun ke dekat sebuah danau yang cukup besar, diikuti oleh Giro.


Sesampainya di bawah, Ye Chen memeriksa sekali lagi area danau, di sinilah jejak akhir dari aura itu.


"Tuan, bagaimana kalau ikan? akan akan terjun untuk mencarinya."


"boleh juga, biar Rajawali saja yang mencarinya." kata Ye Chen.


Degg...


"Tuan...." kata Giro setelah memakan beberapa ikan dadi danau.


Ye Chen mengangguk, Ia memberikan sebuah pil kepada Giro dan meminta Rajawali untuk masuk kembali ke dimensi cincin. "Hati-hati, tunggu aba-aba dariku." bisik Ye Chen pada Giro.


Dari sudut matanya, Ye Chen melihat riak kecil pada permukaan danau. Dari sana muncul sebuah sosok diikuti beberapa sosok lain yang perlahan mendekati mereka.


Ye Chen melihat mata Giro, kalau mengangguk. "Sekarang!" serunya.


"Manusia sialaan... lepaskan aku."


Suara dari sosok yang ditangkap Ye Chen terdengar keras, Ia terus menyumpahi Ye chen yang mengurungnya di dalam kubus Formasi.


"Eh? kau bisa berbicara ternyata, wah sudah besar hahaha... Giro, tangkap dan gantung semua anak buahnya."


"Siap tuan... hehe," Giro lalu melesat menjalankan perintah. "Tuan, mereka terlalu banyak." serunya. "Sisanya bunuh saja, atau kubur saja." sahut Ye Chen dari jauh.


"Tuan, semua sudah beres." kata Giro, Ia datang menghampiri Ye Chen sambil menyeret sepuluh makhluk terkutuk, Ia mengikat sembarangan saja anggota tubuh mereka dan menyeretnya.


"Giro... kau terlalu kejam." kata Ye Chen ketika melihat perlakuan Giro.


Giro membelalakkan matanya, apa tidak terbalik? Ia hanya mencoba mengikuti apa yang mungkin Ye Chen lakukan. pemimpin makhluk itu lebih menderita lagi, sebelah tangannya telah hilang sementara tubuhnya tampak masih berasap, Ye Chen membakarnya hidup-hidup.


"Jangan melihatku begitu, dia ini sangat keras kepala." kata Ye Chen.


Makhluk terkutuk sebenarnya adalah salah satu ras yang ada. Sama seperti ras lain, mereka juga berkembang biak, dapat merasakan sakit dan takut, hanya saja tingkat kecerdasannya sangat rendah. Hanya yang kuat saja yang bisa berbicara dan biasanya menjadi pemimpin di antara mereka.


"Aku bertanya sekali lagi, dari mana asalmu dan dimana kau menyembunyikan teman-temanku."


"Jadi mereka semua teman-temanmu? hahaha kau mungkin terlambat, sebentar lagi mereka semua akan berubah menjadi makanan kami."


Jlebb...


Sebuah pedang Qi yang panjang menancap di dada pemimpin itu sampai tembus ke belakang.


"Bakar saja mereka semua, tak ada gunanya lagi." perintah Ye Chen pada Giro yang dengan cepat melaksanakan perintah itu.


"Tuan bagaimana dengan dia?"


"Tapi bagaimana dengan orang-orang itu? mereka akan mati kalau kita tidak cepat menolong."


"Percuma saja, nanti kita pancing saja mereka sampai keluar satu persatu lalu kita bakar lagi. Aku tidak keberatan tinggal lebih lama disini." sahur Ye Chen sambil mengunyah makanan.


Pemimpin itu memandangi Ye Chen, Ia tak pernah mengira Ye Chen akan melakukan itu. Tadinya Ia berpikir akan mengulur waktu sampai ada yang datang mencarinya, namun melihat kekuatan Ye Chen dan Giro, Ia jadi sangsi ada yang bisa melawan keduanya kecuali mengepungnya di rumah sendiri.


"Tunggu dulu, tunggu, aku mau bicara?" kata pemimpin itu.


"Apa kau ingin memberitahu jalan ke tempatmu agar aku pergi dan teman-temanmu bisa mengeroyok kami? Terlambat, lebih aku menunggu mereka saja di sini hehe." Ye Chen.


"Kurang ajar, apa kau benar-benar ingin teman-temanmu tewas?"


"Mau bagaimana lagi, mungkin itu sudah takdir mereka," balas Ye Chen lagi dengan wajah tak peduli. "Apa yang kau tunggu? bakar dia dan lempar tubuhnya si atas danau supaya ada yang datang menyelamatkannya." kata Ye Chen kepada Giro.


"Baik tuan."


"Tunggu, ini kuncinya, dibawah danau ada pintu menuju tempatku." Dengan gusar pemimpin itu memberitahu jalannya. Ini jalan satu-satunya, Ia hanya berharap Ye Chen mau turun.


"Giro kita turun." ajak Ye Chen. Pemimpin itu sendiri sudah tewas.


"Kau cerdik tuan, rencanamu sungguh hebat." puji Giro yang tak menyangka Ye Chen memikirkan cara itu. Seolah takut untuk turun dan tak peduli akan nasib teman-temannya sehingga membuat pemimpin itu menyerah dan memberikan keterangan.


Byuur...


Ye Chen dan Giro melompat ke danau. Di dasar danau yang tak begitu dalam itu terdapat sebuah celah. Mereka kemudian masuk kedalamnya dan menemukan sebuah ruang yang kering, tak ada air sama sekali.


Tembok bergeser setelah Ye Chen menempelkan kunci di lubang yang ada. "Pantas saja tidak dapat dideteksi, ternyata ada berada di dimensi lain," gumam Ye Chen.


Dimensi makhluk terkutuk itu tidak begitu luas, setelah mendeteksi sebentar, Ye Chen menemukan penghuni di sana tidak begitu banyak, mungkin hanya ratusan saja dan Giro saja sudah cukup untuk menghancurkan mereka semua.


"Giro, aku akan memanen semua sumber daya di sini. Kau habisi saja meraka semua."


"Baik tuan, tapi bagaimana dengan para tawanan itu?"


"Jangan pedulikan mereka, asal tidak mati tidak apa-apa, bisa disembuhkan nanti. Oh ya jangan lupa tanyakan kepada pemimpin mereka tentang raja Iblis."


Tak butuh waktu lama, Ye Chen selesai dengan pekerjaannya dan Giro pun sudah selesai dengan tugasnya.


"Tuan, kawanan di sini tidak tau menahu tentang raja Iblis tapi aku mendapatkan markas salah satu pimpinan meraka yang mungkin bekerja sama dengan raja Iblis."


"Kalau begitu, kau pergilah lebih dulu. Ingat jangan masuk ke markas mereka, tunggu aku."


"Baik, aku mengerti."


Selepas Giro pergi, Ye Chen membuka tahanan para penyidik yang tinggal berempat dari lima yang pergi.


"Senior Terima kasih bantuannya."


"Senior? hehe aku jadi ingat ucapan Lin Yungtao." ucap Ye Chen dalam hati. "Jangan terlalu sungkan." balas Ye Chen.


"Tidak, aku tau senior lah yang mengalahkan mereka semua." kata salah satu dari penyidik itu. "Boleh kami tau nama senior?"


"Namaku Chen dan mungkin kita akan sering bertemu nanti."


"Senior Chen, kami pasti menunggu saat-saat itu."