Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Guru Baji v Raja Iblis Sumo


"Baji, hahaha akhirnya kau datang juga. Apa kau datang bersama pemegang kunci itu?" raja Iblis Sumo tidak terkejut dengan kedatangan Baji, Ia tau Baji adalah seorang ahli formasi.


"Aku hanya kebetulan saja tiba di sini," sahut guru Baji. "Inikah sambutan yang kuterima dari teman lama?" lanjutnya lagi dan menjentikkan jarinya.


Klik...


Anak buah Sumo yang mengepung guru Baji dan Baojing terperangkap dalam sebuah aray, sekali lagi Ia menjentikkan jarinya dan Bumm... mereka semua meledak begitu saja.


"Cih teman lama katamu?" umpat Sumo, Ia sama sekali tidak marah guru Baji membunuh anak buahnya. "Apa kau lupa kau telah berkhianat dan membela si Yeming itu?"


"Aku datang untuk menasehatimu, lupakan saja tentang kunci itu. Apa kau masih tidak sadar pangeran telah menipu kita semua?"


"Jangan bawa-bawa pangeran! apa kau lupa siapa yang memberi kita kekuatan ini? dan si Yeming itu, ah kau sama saja dengannya."


"Tak ada yang perlu kita bicarakan lagi, matilah dan milikmu akan menjadi milikku hahaha." raja Iblis Sumo membuka kekuatannya, Ia benar-benar marah melihat guru Baji yang selalu saja mengganggunya.


Blarr...


Kediaman itu hancur, sosok Sumo yang semula hanya sebesar orang dewasa kini berubah menjadi makhluk tinggi hitam dengan dua tanduk yang mencuat dari keningnya.


"Aku tau kau pun menginginkan milikku, jangan coba-coba membodohi ku." kata Sumo.


Sementara guru Baji juga telah membuka kekuatannya dan berubah bentuk yang hampir sama dengan Sumo.


Klik...


Aray formasi mengurung Sumo.


Prangg...


Sumo mengibaskan tangannya, menghancurkan segel yang mengurungnya. "Mainanmu ini hanya untuk anak kecil." ucapnya sambil mengangkat tangan. Bola api yang sangat besar tercipta di telapak tangannya dan langsung menghantam guru Baji.


"Baojing! pergi dari sini." teriak guru Baji dan membuat api yang sama besar untuk menahan serangan Sumo.


Kedua raja Iblis itu bertempur hebat, mereka berpindah dengan gerakan yang sangat cepat, saling memukul dan menendang.


Blarr...


Bumm...


Ledakan-ledakan keras disusul hancurnya beberapa bagian dimensi terdengar memekakkan telinga. Ye Chen tak bisa menahan kekagumannya, "Ini pertempuran raja Iblis" gumamnya.


Hampir tak ada perbedaan dalam kekuatan raja Iblis Sumo dan raja Iblis Baji atau guru Baji. Kalo Sumo mengandalkan kecepatannya, maka guru Baji mengandalkan formasinya untuk menangkap gerakan Sumo.


"Tuan apa rencana anda sekarang?" Giro.


"Tidak ada, hanya menunggu mereka kelelahan dan membunuhnya." kata Ye Chen santai.


"Termasuk guru Baji?"


"Kalau sesuai yang aku perkirakan, ya, akan kulakukan." jawab Ye Chen tanpa ragu.


Ye Chen juga berpikir lebih baik menunggu saja, masuk dalam pertempuran tingkat tinggi ini membuatnya sedikit bergidik, Ia tau dengan jelas tak mungkin melawan dua orang di depannya sekaligus tapi tentu saja Ia berpihak pada guru Baji.


Pertempuran guru Baji dan Sumo mulai mencapai titik akhir, mereka telah menguras tenaga selama seharian penuh. Mungkin karena banyak bergerak sehingga raja Iblis Sumo terlihat lebih payah dari guru Baji, Meski begitu Ia tetap tersenyum.


"Menyerahlah, kau tak sanggup melawanku hehe." sahut guru Baji."


Raja Iblis Sumo tidak mempedulikan ucapan guru Baji, Ia mengangkat kedua tangannya di depan dada merapal sesuatu dan mejulurkannya ke depan. Sesuatu terjadi...


Dari belakang Sumo tiba-tiba ada suara seperti sesuatu yang dirobek dan tak lama kemudian terlihat jelas ada celah dimensi yang tebuka lebar.


Grooo....


Suara-suara dari dalam celah dimensi tak berhenti terdengar, bersamaan dengan itu satu-persatu makhluk terkutuk keluar dari sana, kekuatan nya hanya setara tingkat Surgawi tapi karena sangat banyak maka makhluk-makhluk ini tetap saja menyusahkan.


Bentuknya beragam, ada yang seperi manusia dengan kepala botak yang merayap dan mempunyai taring, ada yang seperti kerbau berbadan besar, ada juga yang mirip dengan kadal dan masih banyak lagi namun satu yang pasti, makhluk-makhluk ini tak pernah berpikir dua kali, siapa saja yang ada di depannya akan diserangnya.


Ye Chen yang melihat ini terpana, baru kali ini Ia melihat makhluk yang menyeramkan dan pasti sangat kuat. Ia menoleh ke arah Giro dan bertanya, "Apa kau tau siapa mereka itu?"


"Itu makhluk terkutuk tuan, bawahan Pangeran Kegelapan."


"Jadi benarkah Pangeran Kegelapan itu ada?" tanya Ye Chen lagi, yang semula Ia pikir hanya nama saja ketika pertama kali melihat artefaknya dan menyerapnya dulu.


"Eh? anda belum tau... aku pikir anda sudah tau." giliran Giro yang heran, masa iya raja Iblis tak tau siapa Pangeran Kegelapan.


"Sudahlah, daripada itu, bagaimana caranya membunuh makhluk-makhluk itu." Ia bergidik ketika membayangkan kalau makhluk-makhluk itu keluar dari sini dan merajalela di luar sana.


"Dengan pukulan Qi yang kuat tuan, sampai mereka lenyap atau bakar sampai menjadi abu. tubuh mereka akan bersatu kembali jika hanya memotongnya saja."


"aku mengerti." kata Ye Chen.


Raja Iblis Sumo tertawa keras, "Ini hadiah dari Pangeran, jangan heran, siapkan saja dirimu."


Sementara itu guru Baji, meskipun mengenal makhluk-makhluk yang ada didepannya hanya tersenyum, "Jangan lupakan siapa aku." katanya dengan dingin. Ia lalu menjulurkan telapak tangannya ke depan, telapak tangannya bersinar terang menciptakan bola api yang langsung melesat ke kawanan makhluk terkutuk itu.


Bress...


Bola api besar melesat cepat, jalur serangan yang membelah kawanan makhluk sangat panas dan menewaskan meraka.


"Tak akan kubiarkan." seru Sumo yang segera memblokir serangan selanjutnya dari guru Baji.


"Tuan Chen, syukurlah, anda juga di sini." seru Baojing yang sangat senang melihat Ye Chen.


Ye Chen sendiri memutuskan untuk membantu Baojing melawan makhluk terkutuk. Kalau bukan karena Baojing, mungkin Ye Chen masih belum keluar.


"Aku justru heran melihatmu dan guru Baji ada di sini." sahur Ye Chen. "Ceritanya panjang tuan, aku tidak apa-apa, bisakah tuan membantu guru Baji?" pinta Baojing.


"Baiklah, kau jaga diri baik-baik." Ia lalu pergi dan menyuruh Giro membantu Baojing.


"Guru Baji, dia milikku." teriak Ye yang tanpa menunggu langsung menyerang Sumo dengan cepat, mengandalkan tehnik langkah angin.


"Keponakan ku yang baik... akhirnya kau muncul juga hahaha sini, ayo sini bermainlah sebentar dengan pamanmu ini haha."


Sementara itu guru Baji hanya tersenyum melihat kedatangan Ye Chen, Ia senang dan semangat tempurnya kembali naik meskipun sudah terluka.


Bertempur melawan Sumo yang dibantu makhluk terkutuk itu memang sangat melelahkan, serangannya sering menemui jalan buntu karena setiap Ia menggunakan pukulan Qi, Sumo selalu menghadangnya dan hanya membunuh du atau tiga makhluk terkutuk saja.