
Lu Ping sangat senang bertemu kembali dengan Ye Chen, Ia yang dulu kagum dengan apa yang Ye Chen lakukan selalu berharap suatu hari bisa bertemu kembali dengannya.
Ye Chen juga sebenarnya berharap bertemu dengan Lu Ping, apalagi mengingat pesannya yang dulu untuk mencarinya jika suatu saat nanti berada di benua Barat.
Ye Chen mengambil sebuah cincin dan memberikannya ke Lu Ping. "Kakek Lu, ini kukembalikan cincin anda yang dulu. Maaf semua isinya sudah kupakai."
"Simpan saja untukmu, sekarang coba ceritakan bagaimana kau bisa sampai di sini."
Ye Chen lalu menceritakan perjalanannya, mulai dari situasi benua timur sampai Ia masuk sebuah dimensi dan terlempar ke desa pemburu dan sampai ke kota Kenanga.
Banyak yang tidak diceritakan Ye Chen, seperti pertemuannya dengan Naga dan Phoenix.
"Oh ya kakek Lu, kenapa peserta turnamen ini sangat sedikit? apakah tak ada yang berminat untuk ikut atau ada alasan lain?"
"Mungkin kau belum tau, benua barat sejak perang besar selesai, juga terbagi menjadi dua kekaisaran, sama seperti benua timur."
Menurut cerita Lu Ping, kekaisaran Shao yang dulu sudah runtuh, kini diganti dengan kekaisaran Lu dan kekaisaran Ming. "Hanya benua utara yang sampai sekarang belum terpecah. Kekaisaran Chu menjadi satu-satunya kekaisaran yang ada di sana." kata Lu Ping mengakhiri ceritanya.
"Aku tidak tertarik menjadi murid akademi kekaisaran," kata Ye Chen setelah mendengar Lu Ping menyebutkan hadiah yang ia dapat. "Tapi untuk sebidang tanah, sepertinya ada sebuah kawasan yang membuatku tertarik."
"Katakan saja di mana, nanti aku akan mengurusnya." kata Lu Ping lagi yang merasa sedikit kecewa karena Ye Chen tidak mau masuk akademi kekaisaran.
Sayang sekali, pikir Lu Ping. Dengan bakat yang Ye Chen miliki, akademi kekaisaran pasti akan lebih berkembang dengan tambahan satu jenius lagi.
"Ingatlah, dua hari lagi kekaisaran akan mengadakan pesta penutupan turnamen. Kau harus datang."
"Baik, aku pamit undur diri kakek Lu."
"Anak itu, dunia ini akan berubah sekali lagi dengan Ia sebagai porosnya." gumam Lu Ping melihat kepergian Ye Chen.
...
Ye Chen keluar dari gedung yang disediakan Lu Ping untuknya, niatnya pagi ini adalah mencari sarapan sebelum pergi menemui Ma Dong dan yang lain untuk berlatih bersama.
Memasuki sebuah rumah makan besar, Ye Chen mengambil tempat di lantai dua yang memang dikhususkan untuk tamu penting atau hanya untuk orang berkantong tebal saja. Hanya ada dua meja saja di sana.
"Tuan mau pesan apa?" tanya pelayan yang datang menghampiri Ye Chen.
"Semua makanan utama, bawa kemari," jawab Ye Chen sembari mengeluarkan lima puluh keping emas. "Apa inu cukup?" Lanjutnya tak mau berlama-lama, tak ingin pelayan ini menganggapnya tidak punya uang.
"Cukup tuan, cukup." ucap si pelayan yang dengan cepat mengambil kepingan emas di atas meja dan memanggil satu kawannya, membantunya mengatur tiga meja sekaligus untuk menampung semua pesanan Ye Chen.
Tidak berselang lama sepeninggal si pelayan, sekelompok orang juga naik ke lantai dua, mereka tampak mengawal seorang pria tua. Ye Chen hanya melirik sekilas saja.
"Tetua, apa anda yakin bisa menyembuhkan kaisar?"
"Tentu saja, hanya akulah satu-satunya yang bisa."
"Tapi tetua, kudengar sudah banyak alkemis yang mencoba tapi tidak ada yang berhasil menyembuhkannya."
"Apa kau meragukanku hhah?"
Lima orang ini berbincang cukup keras sampai Ye Chen bisa mendengarnya.
"Meja di sini kurang, coba kau minta meja pria di sana itu!"
Beberapa pelayan naik membawa hidangan dan mengaturnya di meja, bertepatan dengan pria yang datang ingin mengambil meja Ye Chen.
"Saudara, kami butuh satu meja anda." tanpa basa basi, pria ini langsung berkata pada Ye Chen dan memanggil satu temannya untuk membantunya mengangkat meja.
Si pelayan yang sedang mengatur hidangan mencegahnya. "Tuan, kami akan mengatur meja untuk anda.
Bruukk...
Belum sempat menyentuh meja, dua orang ini tiba-tiba saja jatuh ke lantai.
"Apa kau tahu meja ini sudah ada yang pesan?" Ye Chen berbicara tenang sembari mengambil sumpit dan menghadiahi masing-masing satu di kaki mereka.
Aahh...
Sumpit menancap dalam, darah mengalir membasahi lantai.
"Sial, kalian menghilangkan nafsu makanku. Nah makan ini." Ye Chen mengambil paha ayam di mejanya dan menjejalkannya dengan kasar ke dalam mulut dua pria di lantai, tidak sampai disitu saja, Ye Chen kembali menginjak mulut mereka sampai berdarah.
Pelayan yang melihat ini gemetar ketakutan, mereka jatuh terduduk di lantai.
Bagaimana ada orang setampan ini begitu tega menyiksa orang pikir mereka.
"Hei berhenti disitu!" pria tua yang dipanggil tetua ini bergerak cepat ketika melihat perlakuan Ye Chen kepada anggotanya.
Ia berhenti tepat di depan Ye Chen, tiga anggotanya yang tersisa berdiri di belakangnya.
"Cih hanya tingkat Bumi tinggi berani sombong di depanku." katanya sambil mengeluarkan aura tekanan tingkat Langit awal.
Ye Chen hanya berdiri tenang, sama sekali tidak terpengaruh dengan tekanan aura ini. "Jangan buang tenagamu orang tua."
Geram dengan ucapan Ye Chen, tiga anggota yang berdiri di belakang tetua marah dan menyerang Ye Chen tapi sayangnya mereka salah menyerang orang.
Sebelum mereka mendekat, Ye Chen sudah lebih dulu bergerak.
Tiga orang ini terbanting, dada mereka sesak dan memuntahkan darah dari mulutnya.
"Masih bagus kalian tidak berniat membunuhku," kata Ye Chen. Dan kau pak tua, kau harus bertanggung jawab, bayar semua makananku."
Ye Chen melangkah mendekati tetua sambil mengeluarkan aura naga yang sangat mengintimidasinya.
Tetua mencoba bertahan tapi sayangnya Ye Chen bergerak cepat dan menempelkan tapak kanan di dadanya.
Plakk...
Pelan saja tapi tetua ini menggigil kedinginan. "Lima puluh keping emas." katan Ye Chen mengangsurkan tangannya.
Tanpa daya, tetua ini memberikan lima puluh keping emas sebagai pengganti hidangan yang tidak jadi Ye Chen makan.
"Kurang! lima puluh lagi karena membuang waktuku." bentak Ye Chen lagi yang di turuti tetua ini dengan tampang sedih karena dirampok tingkat Bumi yang di atas kertas masih kalah dengannya yang berada di tingkat Langit.
"Kalian sungguh tidak berguna!" hardik tetua ini kepada anggotanya sambil memeriksa dan mengobati mereka.
"Tetua...."
Kata kelima orang ini dengan rasa bersalah. "Sudahlah lupakan, bahkan aku juga bukan tandingannya."
Aku heran, dia hanya tingkat Bumi tinggi tapi sanggup menekanku, dunia ini benar-benar luas pikirnya.
Tetua dan anggotanya ini akhirnya keluar juga dari rumah makan, mereka sudah tidak ingin berlama-lama lagi di sini.
...
Ye Chen yang merasa lapar mampir sebentar di pasar kota, Ia memborong banyak bahan makanan lalu pergi ke tempat yang sudah Ia janjikan untuk melatih Ma Dong dan yang lain.