Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Lautan Api di Kediaman Kepala Beng


Iblis Giro lalu menceritakan bahwa itu adalah kali terakhir Ia bersama raja Iblis Yeming dan Ratu, kala itu dialah yang seharusnya mengantar Ratu untuk pergi namun sesuatu terjadi di tengah jalan dan berakhir dengan berpisahnya Ia dan Ratu. Ketika Ia kembali lagi ke medan perang untuk melihat keadaan Raja Yeming, semua telah terlambat.


"Hamba merasa sangat bersalah waktu itu, maafkan kelalaian hamba tuan raja"


"Sudahlah, apa rencanamu sekarang?"


"Kalau boleh, aku akan menjadi pelayan anda tuan raja, seperti yang aku lakukan pada tuanku raj Yeming."


Ye Chen berpikir sebentar, Ia memang tak butuh pelayan tapi Iblis Giro ini mungkin bisa berguna nanti. "Apa kau bisa cukup berguna? aku lihat kau tidak cukup kuat. Coba lihat dirimu, bentukmu saja tidak bisa kau pertahankan." kata Ye Chen. Dan memang Iblis Giro kadang sedikit berubah menjadi agak transparan.


"Maafkan hamba tuan raja, ini karena saya masih berbentuk potongan jiwa. Sebenarnya hamba tertangkap dan menjadi tawanan raja Iblis Sumo."


Iblis Giro mengatakan bahwa tubuh aslinya masih ditahan dan untuk mempertahankan potongan jiwanya, Ia mencari manusia yang mau beraliansi dengannya. Iblis Giro memberi manusia kekuatan dan sebaliknya manusia itu memberinya makanan melalui jiwa yang mereka.


"Dan kau tau dimana tubuhmu yang sekarang?"


"Tentu saja, tapi hamba tidak berani datang kesana. raja Iblis Sumo akhir-akhir ini meningkatan jumlah penjaga ditempatnya."


Tanpa pikir panjang lagi, Ye Chen menyetujui niat Giro menjadi pelayannya dengan harapan suatu hari nanti Ia bisa berkunjung ke dimensi raja Iblis Sumo melalui Giro ini.


"Tapi ada syaratnya, jangan memanggilku tuan raja. Namaku Ye Chen, kau bebas memanggilku apa saja."


"Ini sulit tapi akan kulakukan," kata Giro mulai bersemangat lagi. "Apa ada syarat lagi? seribu syarat pun aku bersedia." sambungnya lagi.


"Aku tak mau kau terus berada di sisiku, datanglah jika aku membutuhkanmu. Apa kau bersedia?" tanya Ye Chen lagi, agak merepotkan kalau Giro selalu setiap saat berada di sisinya.


"Hehe terima kasih tuan raja... Eh, tu-tuan Chen...? bolehkah?" Ye Chen mengangguk setuju dengan panggilan itu. Lalu Giro berkata lagi, "Aku akan bersembunyi dalam bayangan tuan. Asal tuan tau, aku ini panglima perang terkuat di antara para Iblis, itulah sebabnya raja Iblis Sumo tidak membunuhku karena menginginkan aku jadi anak buahnya."


"Tadi kau mengatakan apa yang menjadi sumber kekuatanmu? jiwa manusia?"


"Benar sekali tuan, itu untuk menjagaku potongan jiwaku ini tetap hidup."


"Jadi berapa banyak yang kau butuhkan?" tanya Ye Chen lagi, dalam pikirannya, Ia mungkin bisa memberi jiwa kepala Beng untuk Giro.


"Tidak banyak tuan, hanya untuk menjaga potongan jiwa ini saja. Kalau aku terlalu kuat, raja Iblis Sumo pasti menyadarinya karena tubuh asliku pasti bertambah kuat juga."


"Aku mengerti."


Kata Ye Chen lalu memberitahu tujuannya kali ini. "Bersiaplah, kau bebas melakukan apa pun di sana nanti."


Keesokan harinya, perahu terbang tiba di daerah sekitar kediaman kepala Beng.


"Tuan Chen, aku hanya mengantar anda sampai di sini saja dan menunggu anda di sini." Kepala Ruo.


Ye Chen tidak mempermasalahkannya, begitu juga ketika kepala Ruo hendak mengirim pengawalnya untuk membantu. "Tuan Chen, penyidik kami menemukan bahwa dalang dibalik kehancuran aliansi dagang kami ada kepala Beng."


"Jadi maksudmu, pengawal-pengawal mu itu hendak membalas kepala Beng?"


Kepala Ruo mengangguk, "Akan kubereskan masalahmu tenang saja. Akan kubasmi mereka hari ini juga." Kata Ye Chen yang tadinya tidak mau pusing dengan urusan kepala Ruo, menurutnya itu adalah resiko antar sesama aliansi dagang. Namun karena kepala Beng sudah menyinggungnya, bekerja sama dengan kelompok penjahat menculik Yue, maka sekarang lain lagi ceritanya.


Kediaman kepala Beng.


Suasana cukup meriah, hari itu adalah hari pernikahan tuan rumah dengan Yue yang dipaksa.


Yue sendiri dalam keadaan tidak sadar, karena pengaruh racun perampas ingatan diam saja ketika didandani. Ada sedikit kesadaran jauh di dalam lubuk hatinya namun pengaruh racun itu terlalu kuat untuknya, hanya air mata yang kadang jatuh menetes di pipinya.


Ye Chen berdiri di depan gerbang kediaman kepala Beng, Ia mengamati seluruh kediaman itu dan mendeteksi keberadaan Yue. Setelah memastikannya baik-baik saja, Ye Chen berkata kepada bayangannya tanpa mengalihkan pandangan matanya. "Giro bersiaplah."


Ye Chen tak mau menunda lagi, pedang hitam sudah terhunus bersama dengan niat membunuh. Sementara itu kepala Ruo dan para pengawalnya hanya bisa bergidik dari jauh, aliansi dagang kepala Beng sebentar lagi akan tinggal kenangan, pikir mereka.


"Berhenti! tidak boleh membawa senjata." dua penjaga gerbang membentak Ye Chen yang berjalan masuk.


Crass...


Crass...


Bukan jawaban yang mereka melainkan sambaran pedang yang membelah tubuh mereka menjadi dua.


Para pengawal yang melihat ini juga bernasib sama, tewas dengan keadaan yang tidak lebih baik dari penjaga di depan gerbang.


Di bagian dalam, para kultivator yang disewa untuk menjaga keamanan segera menghambur keluar ketika merasakan niat membunuh yang Ye Chen keluarkan. "Giro, gedung dalam sebelah kiri." Ye Chen memberi perintah agar Giro segera ketempat Yue untuk mengamankannya terlebih dahulu. Sementara Ia sendiri maju menyongsong para kultivator sewaan itu.


Orang-orang itu bukanlah apa-apa bagi Ye Chen, ibarat Semut ingin melawan Gajah, cukup menginjaknya saja maka Semut itu akan langsung tewas. Ye Chen memang tidak memberi mereka kesempatan untuk mengeluarkan tehnik atau bahkan menanyakan siapa Ye Chen. Yang mereka tau hanya kilatan pedang hitam yang menjadi hal terkahir baginya.


Di dalam gedung tempat Yue di tahan, Giro juga mengamuk. Jiwa Iblis nya meluap dan membantai semua yang menghalangi jalannya.


"Nona, kau tidak apa-apa? aku di utus tuan Chen untuk menyelamatkan nona." kata Iblis Giro kepada Yue yang menatapnya dengan tatapan kosong.


"Tu-tuan Chen? rasanya aku pernah mendengarnya. Siapa dia itu?" Yue benar-benar kehilangan kesadarannya.


Giro yang merasa kasihan melihat kondisi Yue berkata lagi dengan pelan, "Tuan Chen adalah kakak anda nona."


Kali ini berhasil, Yue tersentak begitu mendengar kata kakak Chen. "Kakak Chen... oh akhirnya kakak datang." ucapnya lemah dan pingsan.


Giro tidak heran, Ia segera mengangkat dan membawa Yue pergi dari sana. Tugasnya memastikan dan keselamatan Yue membawanya pergi.


Ye Chen yang tak pernah melepas perhatiannya terhadap Yue bernafas lega ketika merasa Yue telah aman. Ia lalu tersenyum dan mengangkat sebelah tangannya.


"Tehnik Tapak Semesta."


Blarr...


Blarr...


Ledakan keras terdengar dari seluruh kediaman kepala Beng. Jeritan putus asa terdengar di sela-sela kobaran api yang membakar di hampir semua tempat.


Kediaman kepala Beng berubah menjadi lautan api.