
Tapi itu hanya ucapan dalam hari Ye Chen saja, meskipun Ia tak ragu untuk mewujudkannya tapi tidak akan secepat itu. Dia tidak mau mempersulit Yue dan alam Phoenix, Ye Chen sadar betul dari mana dia datang.
Ye Chen hanya tersenyum lalu berkata dengan santai, "Ketua Bong, kamu sangat tegas dan berintegritas tinggi, aku salut padamu." ucapnya sambil memberikan jempol. Lalu dia melanjutkan lagi, "aku tidak akan berbelit-belit, aku ingin dipindahkan ke bagian akomodasi. Aku tak akan melupakanmu, aku akan membawa beberapa pil kalau berkunjung ke Rumah Pil."
Ketua Bong terlihat memberikan sedikit reaksi namun tetap tidak tertarik.
"Ketua Bong, katakan apa yang anda inginkan. Aku akan berusaha memenuhi nya."
"Kamu yakin?"
"Tentu saja, bahkan kalau aku tidak bisa, aku tetap akan setuju."
"Kalau begitu, bawakan aku lima puluh pil kultivasi dan separuh gajimu dan kedepannya jadilah anak buahku."
"Baiklah, tapi sebelum itu aku ingin menjamu Ketua Bong dengan segelas arak, silahkan Ketua Bong."
Ye Chen tetap tersenyum saat mengatakan ini, Ia menyilahkan Ketua Bong masuk ke dalam ruangan. Namun sesampainya di dalam ruangan, bukan jamuan arak yang ketua Bong Terima tapi penjara ruang hampa.
Tindakan Ye Chen ini sama sekali tidak pernah ada dalam pikiran ketua Bong. Ye Chen sangat berani.
Bam...!
Penjara ruang hampa itu bergetar sedikit ketika ketua Bong memukul, dia juga memaki dan mengancam Ye Chen. Tapi sesaat kemudian, mukanya mulai memerah, matanya melotot dan urat mukanya keluar, efek kehampaan mulai bereaksi.
"Hais ketua Bong, anda membuat ini jadi sulit." ucap Ye Chen tenang. Dia sudah tidak peduli lagi ketua Bong tewas atau tidak. Kalau tewas tinggal singkirkan saja.
"Jangan takut, kamu tidak akan mati sebelum lima menit. Nah karena kita masih punya banyak waktu, biarlah aku beritahu proses kematianmu. Yang pertama adalah otakmu akan melambat seiring dengan kurangnya oksigen karena darahmu perlahan mengering. Lalu, organ dalam mu satu persatu akan mengkerut."
Ye Chen menjelaskan detailnya sambil tersenyum senang, bukan karena berhasil menguasai ketua Bong, tapi juga karena puas dengan penjara kehampaan.
Ini seperti tes ujicoba, dia telah menambah sedikit pengetahuan tentang kehampaan karena meneliti jalur dimensi saat pergi ke sekte Api Abadi.
Sebenarnya Ye Chen juga tidak mau berbuat sampai sejauh itu tapi mau bagaimana lagu, ketua Bong meminta terlalu banyak. Yang paling parah adalah meminta nya menjadi anak buah, ini sudah menyentuh batas kesabaran.
Uh ah
Ketua Bong berusaha memberikan sinyal, namun karena otot mulutnya mulai kaku, dia hanya bisa mengeluarkan suara seperti berdehem. Itu pun Ia lakukan dengan sekuat tenaga.
"Ingin mengatakan sesuatu? baiklah." Dengan satu lambaian tangan, penjara ruang hampa itu lenyap. Ketua Bong se langsung jatuh terkulai, dari mata dan telinganya sudah nampak gumpalan darah.
"Aku setuju."
Jawab ketua Bong dengan susah payah setelah berhasil mendapatkan sedikit kekuatan. Matanya berkilat memandang Ye Chen yang masih tersenyum itu.
"Bagus! kalau begitu aku pergi dulu, mohon pengaturan ketua Bong untuk hal ini."
Ye Chen kemudian berbalik dan melangkah pergi.
"Heh tunggu saja, kau pasti akan sangat menyesal."
Senyum jahat muncul di sudut bibirnya saat Ia mulai berdiri dan pergi dari sana. Namun, baru beberapa langkah Ia berjalan, Ia meraba lehernya karena merasa tidak nyaman.
Bruk..
Ketua Bong terjatuh lemas di lantai ketika melihat tangannya penuh darah, ini adalah darahnya sendiri, darah yang keluar dari lehernya yang terluka.
Entah kapan itu terjadi tapi ada garis tipis melingkar di lehernya, lukanya tidak cukup dalam untuk mengancam nyawanya tapi luka ini menjadi sinyal bahwa Ye Chen tidak akan segan-segan memotong lehernya.
Seketika terbayang Ye Chen dengan senyumnya, raut muka ketua Bong se memucat. "Aku harus cepat."
Ketua Bong lalu pergi dengan tergesa-gesa, urusan pemindahan posisi Ye Chen akan Ia lakukan secepat mungkin.
Keesokan harinya, Ye Chen dengan langkah lebar berjalan memimpin lima orang yang lain keluar dari sekte menuju Rumah Pil untuk mengantar tanaman herba.
Sejak hari itu ketua Bong jarang terlihat lagi, terutama di daerah Ye Chen. Ia memberikan otoritas penuh kepadanya untuk urusan ini.
Tujuan Ye Chen sebenarnya bukan Rumah Pil, mungkin akan ada informasi di sana tapi itu tidak akan sebesar informasi di tempat lain, misalnya di Rumah Informasi. Tapi paling tidak ini adalah langkah awal yang harus diambilnya jika ingin sesuatu.
Di Rumah Pil, Ye Chen sebagai ketua rombongan melapor ke dalam, Ia disambut oleh seorang pria paruh baya yang bertugas di gudang Rumah Pil.
Pria yang mengaku bernama Sing La itu menyambut Ye Chen dengan senang, "Jadi kamu adalah petugas baru?" ucapnya saat Ye Chen mengenalkan diri.
"Tunggu sebentar." ucapnya lagi sebelum masuk ke dalam. Ketika Ia keluar lagi, di tangannya sudah ada secarik kertas. "Bawa ini ke bagian pengawasan lalu tunggu instruksi lainnya."
"Penatua Sing, apa ada masalah?"
"Haha tidak ada, ini hanya laporan bahan yang kamu bawa. Bagian pengawas akan memberikan penilaian untuk kamu bawa kembali ke sekte."
Rumah Pil di alam ini adalah sebuah otoritas mandiri, setiap sekte akan menyiapkan sumber daya untuk diberikan ke Rumah Pil lalu Rumah Pil akan menyiapkan pil sesuai kebutuhan sekte.
Meskipun ada juga sekte yang memiliki divisi alkemis sendiri tapi tidak ada yang bisa mengalahkan Rumah Pil dalam pembuatan pil. Paling-paling sekte hanya bisa membuat pil-pil kelas rendah sampai menengah saja, untuk kelas tinggi ke atas mereka masih membutuhkan Rumah Pil.
Proses ini tidak memakan waktu lama, sejak Ye Chen masuk ke dalam Rumah Pil sampai keluar lagi hanya membutuhkan waktu sekitar tiga jam.
Kembali ke sekte.
Ye Chen langsung membuat laporan sekembalinya Ia ke dalam sekte, tetua Yun Si adalah penanggung jawab area ini.
"Ye Chen, Ye Chen..." Tetua Yun berusaha mengingat namun tetap tidak berhasil, Ye Chen adalah orang baru, tidak mungkin dia dapat mengingatnya. "Sudahlah, pergi dan lakukan tugasmu dengan baik." Ia pun menyerah dan membiarkan Ye Chen pergi.
"Aturan di sini sangat ketat. Ini akan sangat sulit." gumam Ye Chen ketika sudah berada di kamarnya.
Bukan sangat ketat tapi posisi Ye Chen saat ini yang tidak memungkinkan nya mencari informasi. Dia hanyalah murid terluar, meskipun posisinya sudah lebih baik tapi tetap saja tak ada yang mau berbicara panjang lebar dengannya.
"Kalau begitu, aku harus mengganti metodeku."
Ye Chen kemudian tersenyum saat pikirannya memutuskan cara baru untuk mencari informasi.