Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Pemahaman Lima Elemen Alam


Aula tempat perahu terbang yang ditumpangi Ye Chen mendarat di halaman sebuah aula, lalu dengan bimbingan ketua Bong, mereka bertiga memasuki aula.


"Selamat datang ketua Bong, tak kusangka anda sendiri yang datang."


Tampak seorang tetua menyambut kedatangan mereka, tetua itu berkata lagi, "Wakil sekte lain sudah menunggu sekte Api Abadi, silahkan masuk."


Ketua Bong hanya mengangguk kepada tetua itu dan mengajak Ye Chen dan Yue untuk masuk ke dalam.


"Bong Se dari sekte Api Abadi."


Ucap ketua Bong memberi salam sambil mengeluarkan empat salinan kitab yang dia bawa dan meletakkan nya di atas sebuah altar.


Setelah itu, dia berjalan ke altar lain dan mengambil satu salinan dari masing-masing altar.


"Senior Ye, Yue, selanjutnya tugas ini menjadi milik kalian. Aula di sebelah kanan adalah aula sekte Api Abadi."


"Ketua Bong, kapan dimensi Lima Elemen akan dibuka?"


"Paling cepat satu minggu dari sekarang dan paling lama satu bulan. Ini agak unik, dimensi Lima Elemen tidak bisa dibuka paksa, nanti kalian akan tau sendiri."


Ye Chen dan Yue saling pandang lalu mengangguk, itu artinya tidak ada waktu tertentu sampai dimensi Lima Elemen terbuka, tugas mereka adalah secepatnya menguasai teknik Lima Elemen.


Semakin cepat mereka memahaminya maka semakin besar peruntungan yang nanti didapat.


"Kakak Chen, aku sama sekali tidak mengerti isi kitab-kitab ini. Aduh, jangan-jangan semua ini kitab palsu?"


"Kak Chen..."


Yue merengek, dia, sangat sulit untuk memahami apa yang ada di dalam kitab tipis itu.


Jangankan Yue, Ye Chen pun merasa kesulitan juga, jika dilihat dari kemampuannya memahami sebuah teknik maka mustahil Ia tidak memahami nya meskipun sedikit.


"Bukan palsu tapi memang kitab-kitab ini tidak lengkap." Ye Chen memberikan analisanya. "Tapi kenapa bahkan kulitnya saja bisa sesulit ini? keterangannya saling bertolak belakang." sahut Yue.


"Atau ke empat sekte juga tidak tau kalau mengenai hal ini."


Analisa Ye Chen tidak salah, memang semua sekte itu juga tidak tau kalau ada yang salah dalam kitab-kitab mereka tapi Ye Chen juga tidak benar kalau beranggapan mereka sengaja mengirim kitab palsu.


Hukum elemen, kalau bisa semudah itu untuk dipahami maka kelima sekte sudah sangat lama menyingkap rahasia di dalam dimensi lima elemen.


Dikatakan bahwa hanya yang berbakat dan berjodoh yang bisa memahami hukum lima elemen.


Tiba-tiba, Ye Chen tersentak saat membuka setiap halaman kitab-kitab itu dan dalam pikirannya juga terbayang kitab dari sekte Api Abadi tanpa Ia sadari.


Pikiran ini ternyata saling bertautan, saling menguatkan sekaligus melemahkan. Ada daya tarik menarik di antara lima elemen dan juga daya tolak menolak.


Pada intinya kelima elemen saling berhubungan.


"Pantas saja selama ini tidak ada satupun dari kelima sekte yang bisa memahaminya." gumam Ye Chen.


Selama ini setiap wakil sekte yang mempelajari teknik lima elemen mengabaikan elemen miliknya sendiri. mereka beranggapan itu tidak perlu lagi karena toh mereka sudah atau hampir menguasai elemen milik sekte mereka sendiri, padahal ada benang merah di antara setiap elemen ini.


Namun Ye Chen berbeda, karena dia bukan lah anggota sekte Api Abadi atau anggota sekte yang belum belajar apa-apa kecuali hukum api di perpustakaan sekte secara tidak sengaja, sehingga dia tidak bisa mengacuhkan elemen api.


Itulah kenapa dia bisa sampai pada pemahaman lima elemen ini.


"Kakak Chen apa kamu mendengarku?"


Yue yang merasa tidak ditanggapi mulai memanggil-manggil Ye Chen sambil menarik ujung bajunya.


"Iya?"


"Bagaimana, apa kamu menemukan sesuatu?"


"Sepertinya begitu. Tunggu sampai aku memahaminya, biar aku rangkum untukmu nanti. Sebaiknya kamu melatih teknik elemen apimu sampai kamu betul-betul mahir menggunakannya."


"Siap kakak Chen hehe."


Yue sangat senang, matanya berbinar cerah. Kalau mau jujur, dia lebih senang ada di sana bersama Ye Chen tanpa harus belajar apa pun lagi.


Begitulah, Ye Chen mulai sedikit demi sedikit mencoba memahami empat elemen lainnya sementara Yue juga dengan tekun mematangkan teknik elemen api miliknya.