Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Hanya Dua Wakil


"Yeah, tidak perlu ragu lagi kalau begitu."


Selepas mengucapkan kalimat itu, Ye Chen mulai bergerak lagi. Cambuk api mengamuk di antara pilar-pilar api yang dibentuk murid-murid yang mengepungnya.


Tak ada yang lolos, semua akhirnya terbelenggu oleh benang api.


Sekte Api Abadi sebenarnya ingin mengirim murid-murid nya ke dalam domain es, dengan harapan bisa bertahan menggunakan elemen api namun setelah pertimbangan yang matang akhirnya sekte mengubahnya menjadi domain api, tujuannya agar elemen api para murid akan lebih terasah dan tumbuh lebih kuat.


Sayangnya di sana ada Ye Chen dan para murid malah memprovokasinya.


Akibat nya seperti yang terjadi saat ini, disaat Ye Chen selesai dengan para murid yang mengepungnya, Ia terus bergerak menjelajah di seluruh domain itu.


Semua murid yang Ia temui Ia belenggu, tanpa terkecuali.


Jika ada yang melawan, salah satu tulangnya pasti akan patah dan kalau tidak maka murid itu akan baik-baik saja, hanya terbelenggu saja.


Domain api juga membantu teknik ini bekerja dengan baik, seperti bermain di rumah sendiri.


"Lebih baik dua orang saja yang lulus, aku dan Yue. Bukankah itu lebih baik?"


Pikir Ye Chen sambil terus bergerak.


"Kakak Chen!"


Suara yang sangat familiar mengagetkan Ye Chen ketika sedang berjalan sendiri. Masih ada sedikit aura murid yang ingin dikejarnya.


"Adik Yue?"


"Kakak Chen, aku merasa ada fluktuasi energi yang besar, jadi aku ingin melihat-lihat. Tak disangka ada banyak murid yang terlilit benang api di sana. Tapi aku juga merasakan jejak aura anda, apa kamu baik-baik saja?"


"Mereka mengepung dan menyerang ku jadi, seperti yang kamu lihat hehe."


"Adik Yue, sebetulnya apa hubunganmu dengan semua murid itu? kenapa mereka selalu bertanya tentangmu terlebih dahulu?"


Yue tersenyum main-main saat menjawab pertanyaan Ye Chen, Ia berkata, "Mereka teman laki-laki ku, beberapa dari mereka cukup akrab dan sering bermain denganku. Kak Chen, apa kamu cemburu?"


Teman laki-laki? cemburu? Ye Chen benar-benar tidak memahami apa yang Yue pikirkan saat mengatakan ini.


"Hah kak Chen, kamu menyebalkan. Sudah, sudah ayo kita pergi. Aku masih penasaran dengan beberapa teknik yang kemarin."


Yue langsung menggamit lengan Ye Chen dan membawanya pergi dari sana.


Sementara Ye Chen hanya tersenyum, dia tau cara berpikir Yue sangat berbeda dengan wanita lain pada umumnya. Dia lebih terbuka dan bebas sehingga tidak mengherankan jika banyak pria yang menaruh harapan padanya apalagi Yue memang termasuk memiliki kecantikan nya sendiri.


"Adik Jia, kapan urusanmu selesai?"


Ye Chen mengeluh di dalam hatinya, pikirannya seketika melayang kepada sosok puteri Jia, ratu dari para peri.


Di luar domain ujian.


Wakil pemimpin sekte dan para tetua sekte berkumpul di depan pintu masuk ujian, ini sekaligus menjadi pintu keluar bagi para murid peserta.


"Lihat, ada yang keluar."


Seru seorang tetua, ini adalah Yang Ru. Seperti diketahui, Yang Ru telah dikalahkan oleh Ye Chen dan terpaksa harus meninggalkan domain ujian, dengan begitu dia telah gagal dan tak bisa mewakili sekte lagi.


"Ada yang keluar lagi."


"Lagi?"


Satu persatu murid peserta keluar dari domain ujian, namun kali ini keadaannya jauh berbeda dengan Yang Ru.


Kalau Yang Ru hanya terluka tapi yang berikut nya tidak hanya terluka, mereka juga di ikat oleh benang api yang walau pun para tetua sendiri sudah turun tangan untuk melepasnya, tapi benang api itu tidak goyah sedikit pun. Hanya daya hancurnya saja yang berkurang sehingga tidak lebih dari tali pengikat biasa.


Tanya seorang tetua kepada salah satu murid.


"Itu..." Tampak murid itu ragu-ragu ketika menjawab. "Biar aku saja." ucap seorang murid lain, dia menceritakan setiap detail peristiwa tersebut dengan kepala tertunduk.


"Kalau boleh jujur, sebetulnya aku sangat menyesal. Aku bahkan tidak terlalu mengenal mereka tapi karena ingin mendapat pengakuan, jadinya begini."


Murid yang bercerita ini adalah seorang murid luar, mungkin saja murid inti maupun murid dalam mengenal Yue tapi murid luar? mereka hanya tau namanya saja, tidak pernah seperti apa Yue itu.


"Wakil pimpinan, bagaimana selanjutnya?" tanya seorang tetua sekte.


"Batalkan ujian." sahut wakil pimpinan sekte.


Peserta tinggal beberapa saja dan semua murid inti dan murid dalam sudah gugur, menyisakan murid luar dan murid terluar yang tidak berguna. Lalu, untuk apalagi ujian dilanjutkan sampai selesai?


"Wakil sekte adalah Ye Chen dan Yue, segera panggil mereka ke aula pertemuan untuk menjelaskan secara rinci tugas selanjutnya." kata wakil pimpinan sekte.


"Lalu bagaimana dengan murid yang tersisa di dalam?"


Wakil pimpinan sekte terdiam sejenak lalu berkata, "Rawat dan naikkan posisi mereka."


Weng...


Domain ujian bergetar, tanda ujian telah berakhir dan tidak lama kemudian satu persatu murid peserta pun keluar.


"Kak Chen, sepertinya ujian telah berakhir."


"Ayo kita keluar."


"Baik."


Ye Chen dan Yue pun berubah menjadi bayang-bayang sebelum melesat menuju pintu keluar.


Di aula pertemuan sekte.


Wakil pimpinan sekte serta sejumlah tetua duduk di meja panjang, di sisi kiri meja Ye Chen, Yue dan ketua Bong yang memindahkan tempat duduknya juga ada di sana.


"Namamu Ye Chen? katakan, kenapa kamu menyerang semua murid di dalam domain ujian."


Suara wakil pimpinan tampak tenang, tapi semua orang juga dapat merasakan kalau dia menekan perasannya. Bukan masalah terlukanya para murid yang Ia pikirkan tapi wakil sekte yang jauh berkurang.


Seharusnya sekte bisa mengirim murid tambahan, mencoba peruntungan di dimensi lima sekte tapi dengan perbuatan Ye Chen, hal ini tidak bisa dilakukan lagi.


"Apakah anda bertanya pada saya?"


Suara Ye Chen pun sama tenangnya dengan wakil pimpinan, bedanya tidak ada tekanan perasaan sama sekali di sana.


Brakk...


Seorang tetua menggebrak meja dengan tiba-tiba, dengan pandangan sinis Ia berkata, "Apa kau tau konsekuensi dari perbuatan mu ini?"


"Aku jadi penasaran, tujuan sekte memanggil kami kesini. Tetua, kalau kalian terlalu khawatir, kenapa anda tidak memilih wakil sekte secara langsung? untuk segala macam ujian? buang-buang waktu saja."


"Dan satu lagi, ... ah sudahlah, tak ada satu lagi, buatlah keputusan anda. Hanya saja anda pasti tau apa yang terjadi di dalam sana."


Diam.


Tak ada yang menyangka Ye Chen akan berbicara begitu berani, di sana ada wakil pimpinan sekte dan juga para tetua.


Ketua Bong, meskipun sudah tau sedikit karakter Ye Chen tapi tetap saja Ia bergidik, ucapannya itu bisa dibilang sangat lancang.


Hanya Yue yang masih tersenyum, dia percaya penuh pada apapun yang Ye Chen katakan. Jangan katakan sekte Api Abadi, bahkan jika harus menentang dunia, dia tetap akan tersenyum di samping Ye Chen