
"Saudara Chen, dua hari lagi aku akan masuk akademi. Oh ya pendaftaran calon murid baru sudah di tutup jalur khusus, tapi kalau mau masuk, satu bulan bisa lewat jalur seleksi."
"Kan sudah ku katakan, aku tidak tertarik."
"Tapi menurutku kau akan tertarik, asal tau saja, akademi Langit itu gudangnya informasi dan ilmu, mungkin kau bisa menemukan yang kau cari di sana."
Ye Chen terdiam sejenak, kalau begitu lain lagi ceritanya tapi tidak mungkin aku di sana terus, sampai kapan aku harus berada di sana, pilihan yang cukup sulit.
Seolah bisa mengerti jalan pikiran Ye Chen, Lin Yungtao berkata lagi. "Paling lama satu bulan sejak menjadi murid akademi, para murid sudah bisa mengambil misi. Kau tidak harus tinggal lama di akademi."
"Tapi aku tidak terlalu suka dengan aturan yang ketat."
"Aku tidak memaksa, memang di luar sana banyak juga yang menjual informasi tapi di akademi, informasi juga bisa dibeli, dibeli dengan poin misi dan informasi ini adalah yang paling akurat."
Yang dikatakan Lin Yungtao memang benar adanya, ada satu divisi di akademi yaitu divisi informasi. Divisi ini melakukan aktifitas jual beli informasi, informasi ini dijual untuk umum dan juga kepada murid di sana. Bedanya, kalau orang luar yang membeli, harganya sangat mahal sedangkan murid akademi membeli dengan poin misi yang dilakukan.
Seperti orang luar yang bisa menjual informasi di akademi, para murid pun bisa menjualnya, terserah mau dibayar dengan uang atau dengan poin, bayaran poin biasanya lebih tinggi daripada dibayar dengan uang.
Harganya tergantung seberapa penting informasi itu, semakin langka maka semakin tinggi juga harganya. "Misalnya tentang keberadaan penculik yang kemarin, harganya tinggi dan bila tau markasnya maka harganya akan lebih tinggi lagi."
Lin Yungtao menjelaskan panjang lebar, Ye Chen juga paham hal ini, yang jadi pertimbangan adalah Ia tidak cukup uang untuk membeli informasi dan satu-satunya jalan adalah membeli menggunakan poin misi.
"Tunggu dulu, saudara Chen kenapa dari kemarin aku perhatikan kau terlihat lelah? apa terjadi sesuatu?" Memang Ye Chen sangat lelah sejak kembali, bukan karena lelah bertarung tapi karena Ia membuat klon untuk mengikuti pria pincang yang kembali ke markasnya.
Karena baru sekali ini Ye Chen mencoba berpisah jauh dari klonnya, maka ia perlu mengontrol kekuatan jiwanya sekaligus Qi nya kalau tidak mau klonnya tiba-tiba lenyap.
"Aku hanya lelah, istirahat sebentar juga pulih." kilahnya.
"Apa kau pil pemulih?"
"Tidak perlu, aku baik-baik saja. Oh ya jangan lupa bawakan aku makanan lagi kalau pulang, aku masuk dulu." Ye Chen masuk kamarnya, Ia perlu konsentrasi untuk mengontrol klonnya.
Sementara itu di tempat lain, pria pincang anggota penjahat yang dibiarkan lolos berjalan tertatih, bahu yang remuk dan kaki yang masih belum sembuh membuatnya sangat susah untuk melangkah. Sesekali Ia terlihat menoleh kebelakang, "Mungkin hanya perasaanku saja." ucapnya dalam hati.
"Jadi kakak beradik itu tewas!? sungguh sayang sekali. Apa kau mengenal dua orang itu?"
Pria pincang tiba di markasnya, sebuah gua yang luas yang terletak jauh di dalam hutan. Pria pincang menggeleng.
"Panggil juru lukis, cepat gambarkan wajahnya dan sebarkan ke semua anggota." perintah ketua penculik itu.
Dengan cepat wajah Ye Chen tersebar di seluruh kota, bahkan sampai jauh keluar kota.
Di kediaman Peri, Ye Chen yang sudah tau persis dimana markas penjahat itu hanya tersenyum. "Bagus, umpan telah dimakan." ucapnya senang. Ia tidak langsung pergi ke markas mereka karena punya ide lain.
Hari itu Lin Yungtao akan berangkat ke akademi, Ye Chen pun ikut, ingin melihat-lihat sebentar karena Ia sudah memutuskan menjadi bagian akademi nanti.
"Kalau kau yang bicara, baiklah, aku akan kesana nanti."
Kedua orang itu pun berpisah. Ye Chen tidak langsung ke kediaman keluarga Ruo, Ia ingin berjalan-jalan sebentar di sekitar akademi. Orang luar memang diperbolehkan keliling akademi tapi hanya sebatas area luar saja, area dalam hanya dikhususkan untuk murid akademi saja.
"Divisi informasi." Ye membaca tulisan besar di depan sebuah paviliun. Ia pun memutuskan untuk masuk dan melihat-lihat barangkali ada yang informasi yang berguna.
Masuk ke bagian dalam, Ye Chen disuguhi dengan sebuah tembok yang besar berisi segala macam informasi, mulai dari informasi rumah-rumah makan sampai informasi orang atau hewan yang hilang, uniknya semua informasi itu hanya setengah dan pada bagian bawah tertera angka yang harus dibayarkan jika berminat dengan informasi tersebut.
"Maaf tuan, ada yang kami bantu?" seorang pelayan datang menyapa.
"Tunggu dulu!"
Belum sempat Ye Chen menjawab, sebuah suara dari pintu berteriak. "Dia belum membayar biaya masuk. Heh, kau pikir siapa dirimu ha!? seenaknya saja kau masuk tanpa membayar." hardik seorang lelaki bertubuh tinggi besar.
"Oh, harus bayar? maaf aku baru pertama ke sini, aku tidak tau kalau harus membayar." Ye Chen berkata sopan.
"Sekarang kau tau, cepat keluarkan lima puluh kristal roh ungu." kata penjaga itu lagi, senyum tipis mengembang di bibirnya.
Ye Chen mengernyit, "Lima puluh? apakah tidak terlalu mahal?" kata Ye Chen, Ia melirik pelayan di sebelahnya, namun pelayan itu hanya tertunduk, tapi Ia masih bisa melihat dengan jelas reaksinya meski hanya sekilas.
Sambil tersenyum, Ye Chen berkata. "Kalau semahal itu aku tidak punya, lebih aku keluar saja."
"Mana bisa begitu! kau sudah masuk. Tetap harus bayar." hardik si penjaga lagi. Tapi Ye Chen tidak peduli, Ia tetap saja melangkah keluar. Saat melewati penjaga, Ye Chen sedikit mengeluarkan aura intimidasi. Penjaga itu tentu saja tau apa maksudnya. Ini seolah mengatakan bahwa Ye Chen juga seorang kultivator dan tidak mudah ditipu.
Tapi penjaga itu benar-benar berotak tapi tidak menggunakan nya dengan baik. Mungkin karena merasa punya kuasa atau karena merasa Ia tidak bisa diintimidasi di rumah sendiri makanya Ia tidak peduli. Penjaga itu melayangkan pukulannya begitu saja ketika Ye Chen melewatinya.
Tapp...
Krekk....
Ye Chen berbalik dan menepis lengan penjaga, Ia sengaja menepis dengan kuat untuk mematahkan lengan penjaga. Ia juga melayangkan satu pukulan keras di dadanya hingga membuat penjaga itu terlempar dan memuntahkan darah.
"Berhenti di sana!"
Lagi-lagi terdengar suara bentakan, dan Ye Chen pun dikelilingi tiga orang. Salah seorang dari mereka berkata, "Hebat! baru kali ini ada orang yang berani mengacau di akademi Langit. Ayo kita tangkap dan patahkan tangannya."
Krekk...
Krekk...
Krekk...
Tiga suara lengan yang patah terdengar nyaring, disusul terlemparnya tiga orang penjaga menyusul temannya yang lebih dulu.