
Dari jauh Chu Xiong berlari-lari menghampiri Ye Chen sambil berteriak-teriak memanggil-manggil.
"Tuan...! tuan muda...!
Ye Chen yang baru keluar tenda tidak jadi protes ketika mendengar kabar Chu Xiong. " Benarkah...? mahal sekali."
"Ini belum seberapa tuan muda, tunggu sampai hari lelang nanti." Lanjut Chu Xiong.
Ye Chen mulai berhitung, satu pil kultivasi Bumi yang Ia berikan kepada Chu Xiong dihargai dua ratus keping emas padahal Ia hanya memakai sumber daya kelas rendah saja.
Bayangkan kalau Ia menjual pil kultivasi Bumi tingkat tinggi dan tingkat puncak ditambah pil tingkat Langit, mungkin Ia bisa bisa memperoleh jutaan keping emas.
"Tuan muda... tuan muda...," panggil Chu Xiong melihat Ye Chen yang diam saja sambil sesekali tersenyum sendiri.
Sadar dari lamunannya, Ye Chen membetulkan duduknya dan bertanya lelang itu akan di buka.
"Satu minggu lagi tuan dan tiga pil kultivasi sudah kudaftarkan di paviliun Teratai tempatku menjual pil-pil itu."
"Oh jadi paviliun Teratai itu yang akan mengadakan lelang?"
"Betul sekali tuan dan ini plakat Emas VIP dari mereka, sebagai rasa hormat mereka dan berharap tuan muda meluangkan waktu bertemu nanti."
Ye Chen mengamati plakat emas di tangannya, berpikir ini akan sangat baik di masa depan.
Meskipun Ye Chen berpikir akan memajukan paviliun alkimia sendiri di desa tapi itu masih sangat jauh, masih butuh proses yang panjang.
"Baiklah, siang nanti kita sama-sama ke sana sekalian membeli beberapa herbal untuk tambahan lelang nanti." Dengan begini permasalahan biaya perjalanan bisa di anggap selesai.
Menjelang siang Ye Chen dan Chu Xiong telah berada di paviliun Teratai, mereka disambut langsung oleh pemimpin cabang kota Kenanga Gu Yongzheng.
Ye Chen tidak berbicara banyak, Ia hanya memperkenalkan diri sebagai Chen, tuan Chen.
"Tuan Chen, terima kasih sudah memenuhi undangan kami," kata pemimpin paviliun Teratai, Gu Yongzheng. "Suatu kehormatan bisa bertemu anda."
Ye Chen membalas dengan menangkupkan tangannya. "Terima kasih juga atas undangan ketua Gu."
Ketua Gu awalnya kaget dan ragu ketika melihat Ye Chen, bagaimana tidak, usia Ye Chen belum cukup delapan belas tahun tapi sudah menjadi alkemis yang membuat pil dengan kadar di atas tujuh puluh persen.
Baru setelah Ye Chen memperlihatkan keterampilannya, Gu Yongzheng yang juga merupakan seorang alkemis percaya. Sungguh bakat yang langka pikirnya.
"Ketua Gu, untuk saat ini aku tidak akan memasok apa-apa ke paviliun Teratai seperti yang anda minta." kata Ye Chen.
Oh sayang sekali pikir Gu Yongzheng. Andai saja ia bisa menarik Ye Chen menjadi bagian dari paviliun Teratai dibawah kepemimpinannya.
Gu Yongzheng memasang muka kecewa.
"Ketua Gu tenang saja, bukan tidak mungkin di masa depan kita bisa menjadi rekanan." lanjut Ye Chen lagi yang membuat senyum cerah ketua Gu mengembang lagi.
"Tuan Chen katakan, bagaimana rencana anda."
"Aku berencana akan menambah pil di acara lelang nanti, tapi sebelum itu bisakah anda membantuku menyiapkan beberapa sumber daya?"
"Tentu, tentu saja." jawab ketua Gu semangat lalu memberikan secarik kertas dan pena kepada Ye Chen untuk menulis daftar sumber daya yang dibutuhkan.
"Berapa banyak yang anda butuhkan dari setiap daftar ini tuan Chen?" tanya ketua Gu ketika membaca daftar yang ada di tangannya.
"semua yang ada," jawab Ye Chen dengan jelas dan tanpa ragu. "Eh apa ada yang salah? ataukah anda tidak bersedia?" tanya Ye Chen lagi ketika melihat ketua Gu agak ragu.
Sebagai seorang alkemis, tentu saja ketua Gu tau untuk apa bahan ini. Bukan tidak percaya tapi untuk saat sekarang ini, ia kuatir tidak ada yang bisa membuatnya lagi, itulah sebabnya maka sangat sedikit kultivator yang berada di tingkat Langit.
Untuk bisa menerobos ke tingkat Langit dibutuhkan dua pil. Satu adalah pil pembuka yakni pil yang berfungsi untuk membuka meridian dan satu lagi adalah pil kultivasi itu sendiri.
"Mungkin saja." Ye Chen hanya menanggapi ringan pertanyaan Gu Yongzheng tapi tidak membuatnya ragu, ia percaya Ye Chen sanggup membuatnya. Entah kenapa Ia yakin saja.
"Baiklah, akan kusiapkan bahan-bahannya," Gu Yongzheng memanggil seorang pelayan dan menyuruhnya menyiapkan pesanan Ye Chen. "Tuan Chen, di lantai dua kami memiliki beberapa koleksi senjata, silahkan, aku menghadiahkan satu senjata apapun yang anda inginkan." Lanjut ketua Gu lagi.
"Oh benarkah? kalau begitu, aku tidak akan sungkan." Ye Chen perlahan bangkit berdiri melangkah ke pintu.
"Sebaiknya kuberi peringatan pak tua itu." ucap Ye Chen dalam hati. Ye Chen hanya terlihat bergerak pelan, tak ada yang tau jika Ia mengeluarkan aura intimidasi yang sangat kuat ke arah salah satu sudut ruangan yang gelap.
Di dalam ruangan, sepeninggal Ye Chen, satu sosok keluar dari dalam gelap dengan muka pucat.
"Tuan Gu, uhuk... uhuk
"Senior anda tidak apa-apa?"
Gu Yongzheng memapahnya duduk, "apa yang terjadi?"
"Orang itu berbahaya."
"Tuan Chen?" begitukah menurutmu?"
Orang ini adalah pelindung dari paviliun Teratai, Ia berada di tingkat Langit awal.
"Tadi aku sempat sedikit mengeluarkan aura untuk menekannya, hanya untuk memberi kesan saja. Tidak kusangka Ia langsung membalasnya dengan aura yang sangat menekan, auranya begitu hitam hingga membuatku sesak nafas." Ceritanya.
Gu Yongzheng hanya menggeleng. "Sudah kuduga Ia tidak sesederhana itu, bahkan senior yang kultivasinya jauh di atas berani Ia provokasi."
"Tuan Gu kalau anda yang meminta, mungkin saja Ia bisa membantu kita."
"Benar juga, kenapa baru terpikir sekarang, nah coba kau baca ini, lihatlah mungkin ada yang kurang. Ini adalah kontrak yang akan kuberikan padanya nanti."
"Kurasa ini cukup, dengan tawaran ini Ia tidak mungkin akan bisa menolaknya."
Di lantai dua, Ye Chen yang ditemani Chu Xiong berkeliling melihat-lihat koleksi senjata paviliun Teratai. Tujuan utamanya adalah mencari tombak untuk Chu Xiong.
Sayangnya tidak ada yang di rasa cocok. Ye Chen lalu mengajak Chu Xiong turun dan menemui ketua Gu di ruangannya.
"Mereka datang, bersiaplah." kata ketua Gu.
"Tuan Chen, silahkan masuk, oh ya apakah ada yang menarik minat anda di atas?" sapa ketua Gu.
"Aku tertarik dengan senjata tombak, sayangnya tidak ada yang cukup menarik buatku." kata Ye Chen langsung.
"Tombak? um... senior bukankah ada sebuah tombak di daftar lelang kita nanti? bisakah anda mengambilnya?"
"Chu Xiong...."
Ye Chen melirik Chu Xiong yang mengisyaratkan untuk melihat tombak yang di ambil.
"Tuan muda, tombak ini...."