Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Jalan Lain


Drrrt


Dimensi Lima Elemen mulai bergetar lagi, kali ini getarannya sangat kuat, jauh lebih kuat dari sebelum nya. Ye Chen yang masih memegang Kristal Lima Elemen di tangannya tidak mau mengambil pusing lagi, dia memasukkan Kristal itu ke dalam cincin penyimpanan, tempat yang sama dimana dia menaruh batu dari kolam jiwa.


"Adik Yue kita harus segera pergi dari sini, dimensi ini sudah tidak stabil."


"Tapi kemana?"


Ye Chen seketika terdiam mendengar ucapan Yue. memang benar dimensi itu mau hancur tapi kemana mereka akan pergi? bukankah mereka semua hanya bisa masuk, tanpa ada jalan keluar lagi?


"Siaaal... apa yang harus aku lakukan?" Ye Chen kembali membatin, situasi ini benar-benar tidak pernah terpikirkan oleh nya.


"Lariii!"


Teriakan orang-orang yang terjebak di dalam dimensi semakin banyak, mereka berusaha berlarian dan berkumpul di depan pintu yang mereka masuki sebelum nya. Hanya saja di sana tidak ada apa-apa.


Sementara sebagian langit di atas sana mulai terlihat ada keretakan, kecil namun itu memanjang sampai ribuan kilo.


Ye Chen yang tidak jadi beranjak dari tempat nya kembali termenung, kembali memikirkan segala sesuatu yang terjadi. Mulai dari kompetisi lima sekte sampai kemunculan Usopp yang menjadi dalang kehancuran alam ini dengan menunggangi keluarga Bai.


Pikirannya lalu tertumpu pada ucapan patriark sebelum nya yang mengatakan bahwa setiap peserta murid yang masuk ke dalam Dimensi Lima Elemen ini tidak ada yang kembali, termasuk ibu dark Yue.


Yue, apa benar ibunya masih hidup? kalau ternyata memang benar, berarti dimensi ini adalah jalan menuju tempat lain, atau apakah ini jalan lain menuju dimensi yang lebih tinggi? mungkinkah dimensi atas? tempat taman surgawi berada?


Berbagai pertanyaan pun muncul di benak Ye Chen, kalau memang betul, itu artinya tujuan Usopp pasti ada hubungannya dengan alam itu. Kalau tidak, mana mungkin dia sendiri yang turun langsung dan bahkan menggunakan lebih dari lima puluh persen energi spiritualnya sendiri.


Pada saat itu lah cincin dimensi Ye Chen bergetar, ada sesuatu yang terjadi di dalam sana.


"i-ini... "


Ye Chen langsung memeriksanya dan kaget melihat Kristal Lima Elemen menyerap Batu Elemen dari kolam jiwa.


"Kak Chen, cepatlah. Pikirkan sesuatu."


Yue yang masih berada di dekat Ye Chen menarik lengan bajunya, mukanya memucat sambil terus melihat retakan di langit yang semakin besar.


Kultivator yang memiliki dasar kultivasi rendah telah banyak yang kehilangan nyawa karena udara yang semakin tipis dan kini bercampur dengan kehampaan.


"Adik Yue, apa kamu yakin ibumu masih hidup?"


"Eh? tentu saja. Ayah tidak mungkin membohongiku kan? lagipula apa kenapa kamu bertanya seperti itu, apa hubungannya dengan dimensi dan keadaan di sini?"


Ye Chen tidak menjawab, sebagai gantinya, dia mengambil Kristal Lima Elemen dari cincin nya dan mengangkat ke atas. Gerakan ini hanya gerakan naluriahnya saja.


Kristal Lima Elemen yang kini telah bersinar sangat terang dan memiliki lima cahaya itu melesat tinggi, langsung menuju ke arah retakan.


Cahaya yang dipancarkannya semakin lama semakin terang dan memesona. Itu mulai bekerja menutupi semua retakan. Sampai akhirnya tak ada retakan lagi dan dimensi itu pun mulai stabil.


Tidak terdengar lagi adanya suara atau gerakan seperti sebelumnya. Namun, semua ini hanya sesaat saja, Kristal Lima Elemen tiba-tiba saja bersinar sangat terang dan meledak.


Cahaya lima elemen berhamburan, seperti berlomba untuk sampai ke tanah.


"Gawat! Yue cepat kesini."


Seru Ye Chen, dia menggapai tangan Yue dan menariknya dengan kuat.


Apa yang terjadi? sebelumnya Ye Chen memang waspada, menunggu situasi lainnya.


Sayangnya dia terlambat, Yue terkena tekanan kuat dari cahaya-cahaya itu.


Tubuhnya perlahan kabur, dan mulai menghilang. Pun begitu dengan setiap orang yang ada di sana. Hanya segelintir orang yang sebelumnya waspada, yang memasang perisai. Tentunya ini adalah perisai Elemen yang sesuai dengan kultivasi mereka.


"Kak Chen!"


"Tidak apa-apa, jaga dirimu baik-baik. Pakai ini."


Ye Chen melempar satu artefak untuk melindungi Yue dari sesuatu yang mungkin akan membuatnya terluka nanti.


"Semoga kamu selamat." gumam Ye Chen sambil terus menatap sosok Yue yang menghilang perlahan.