Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Rahasia Kunci Portal


Ye Chen mengumpulkan semua kebenciannya, semua kepahitan yang dialami selama hidupnya, menjadi satu di dalam dadanya. Lalu secara perlahan mengangkat tangan kanannya lurus ke atas langit.


Wuss...


Angin yang awalnya berhembus pelan, kini semakin kencang. Cuaca tiba-tiba berubah gelap tertutup awan hitam.


"Guuru Ba... ji... aku akan membunuhmu..." gumam Ye Chen, suaranya sangat dalam, seolah berasal dari alam bawah.


Bersamaan dengan selesainya ucapan Ye Chen, di atas langit yang tertutup awan muncul siluet Naga raksasa diselingi teriakan nyaring sang Phoenix, petir berwarna biru terang juga muncul bersama titik-titik api merah yang sangat banyak.


"Ap... apa yang terjadi? inikah kekuatan anak ini?" batin guru Baji. Keringat dingin mulai berjatuhan di dahi dan pelipisnya. "Hah aku ini raja Iblis, tingkat Dewa, kenapa aku jadi takut begini??" batinnya lagi, setelah melihat perubahan yang terjadi.


"Guru! apa yang terjadi?" Baojing yang sedang pergi, melesat cepat ketika perubahan di langit. Ia menghampiri guru Baji dan Ye Chen yang saling berhadapan.


"Aku menyuruhnya memukulku." kata guru Baji singkat.


"Tidak mungkin, tuan Ye tidak akan pernah mau melepaskan pukulan ke arah orang yang dia kenal." bantah Baojing.


"Aku mengatakan padanya, anggap aku sebagai pembunuh orangtuamu."


"Wah guru..." Baojing kaget dan refleks melompat menjauh. "Aku tidak ikut-ikut." lanjutnya tatkala merasa angin sudah mulai bertambah dingin.


"Tehnik Tapak Semesta..." gumam Ye Chen.


Ini tehnik baru, tehnik yang baru saja Ia ciptakan dengan gabungan energi dalam tubuhnya.


"Tahap pertama...."


Perlahan sebuah tapak Qi tercipta di atas langit, diselingi pekikan Phoenix yang terus terdengar memekakkan telinga.


"Tahap kedua...."


Tekanan energi semakin kuat, mengurung guru Baji. Petir biru dan titik-titik api semakin besar dengan area yang mulai meluas.


"Gawat!" seru guru Baji. Bukan tidak bisa menahan pukulan ini, tapi akibatnya mungkin akan merugikannya. "Tingkat Dewa pun akan terluka parah bila pukulan ini mengenainya dengan telak." batin guru Baji.


"Chen'er, sudahlah... sudah cukup, kau lulus." kata guru Baji.


Ye Chen yang sedang konsentrasi seperti tersadar, mata yang terpejam perlahan terbuka. Awan hitam menghilang seiring dengan hilangnya petir biru serta bola api, langit kembali tenang.


"Aduh guru Baji, maaf... maaf, aku tadi benar-benar berniat ingin membunuh anda." kata Ye Chen dengan kepala sedikit menunduk serta telapak tangan ditempel.


Guru Baji yang masih mempunyai keringat dingin di dahinya tersenyum kecut, apa jadinya kalau kubiarkan anak ini memukulku pikirnya. "Hais kau ini, sudahlah, kau boleh istirahat dulu. Setelah itu kita akan pergi ke suatu tempat. Ye Chen mengangguk mendengar ini.


"Tuan Ye, anda tadi benar-benar hebat, kata guru Baji, dia akan terluka jika tapak tuan mengenainya." kata Baojing.


"Aku tadi berniat membunuhnya, hah untung saja Ia menghentikanku." jawab Ye Chen, "Ah sudahlah ayo kita ke tempat guru Baji."


Guru Baji telah menunggu, begitu Ye Chen dan Baojing sampai Ia langsung berkata. "Aku tidak akan lama, yang ingin aku sampaikan adalah dengan kekuatanmu tadi, seharusnya tingkat Surgawi menengah bukanlah lawanmu, tapi tak akan ada situasi seperti itu lagi."


"Maksud anda guru?" tanya Baojing.


"Lawanmu tak akan membiarkanmu membuat gerakan itu, apa kau mengerti?"


"Bagus kalau kau mengerti, matangkan lagi tehnikmu dan kau akan siap," guru Baji berhenti sejenak, cepat atau lambat dia juga pasti akan tau, pikirnya. Dan lebih baik mengetahuinya sekarang.


"Chen'er, ada jalan lain untuk menjadi raja Iblis. yaitu kebangkitan, apa kau tertarik untuk mencobanya?" tanya guru Baji.


Ye Chen tidak langsung menjawab, tapi balik bertanya, "Apa guru Baji dan yang lain melakukannya juga?"


"He apa kau kira mudah untuk melakukannya? leluhur kita pernah melakukan itu, tapi sudah lama sekali."


"Baiklah, aku mau mendengarnya." kata Ye Chen, Ia jadi kurang tertarik tapi tetap ingin mengetahuinya.


"Namanya kebangkitan, proses ini bisa juga dikatakan kembali dari kematian atau terbangun. Jika kau berhasil melalui proses ini, maka kau akan setara dengan ayahmu, dengan kami semua dan menjadi raja iblis. Kultivasimu setara dengan tingkat Dewa."


Ye Chen tertegun, ada juga cara seperti itu pikirnya, lalu bertanya pada guru Baji, "Apa resiko jika tidak bisa terbangun?"


"Bagus sekali kau menanyakannya, hehe kau akan selamanya terkurung dalam dunia yang sangat gelap sampai kau tewas dan tak bisa bangkit lagi. Dan satu lagi, tubuh fisikmu tidak boleh diganggu oleh apapun kalau tidak mau gagal."


"Bagaimana, apa kau tertarik?" sambung guru Baji, lalu ia melanjutkan kembali, "Syarat untuk bisa terbangun adalah melenyapkan seratus ribu nyawa, dari ras apapun, semakin banyak korbanmu maka semakin besar kekuatan yang akan kau peroleh."


"Tidak mungkin," kata Ye Chen. Bagaimana caranya membunuh sebanyak itu dalam satu waktu."


"Sudah kukatakan tidak akan segampang itu. Itulah perbedaan kita dengan ras lain. Kita bisa berkultivasi dengan dan menjadi iblis sejati dengan membayar pengorbanan."


"Aku tak mungkin mengambil jalan itu." ucap Ye Chen sambil menggelengkan kepalanya. "Aku tau kau tak mungkin melakukannya. Kau ingat artefak pangeran kegelapan yang serap itu? itu adalah wadah untuk jiwa-jiwa yang dikorbankan sampai saatnya tiba nanti."


"Tuan Ye, kalau saja waktu itu jiwa yang dikorbankan sudah mencukupi, mungkin anda akan menjadi raja Iblis sejati." kata Baojing.


"Kalau tau begitu, aku juga tidak akan mau." kata Ye Chen, tidak sampai hati mengingat semua korban sekte kegelapan.


Guru Baji menggeleng mendengar ucapan Ye Chen, Iblis berhati malaikat pikirnya. Ras Iblis berlomba untuk menjadi kuat dengan cara apapun tetap susah, Ye Chen malah tidak sengaja terpilih sendiri. Kalau bukan takdir apalagi namanya, batinnya lagi.


"Sekarang berikan kunci portal itu, akan kuajarkan cara menggunakannya."


Ye Chen tampak ragu sejenak, "Tenang saja, aku tidak akan mengambilnya." kata Guru Baji yang membuat Ye Chen merasa canggung.


"Bersikap hati-hati perlu, aku tidak menyalahkanmu." kata guru Baji lagi sambil tersenyum. "Maafkan aku." Ye Chen lalu memberikan kunci portal.


"Yang paling sulit adalah menentukan target tempat kita akan pergi, biasanya target tujuan sudah ditandai sebelumnya...." guru Baji memulai pelajarannya lagi.


Akhirnya Ye Chen telah menguasai cara penggunaan portal, kalau sebelumnya Ia akan mencari lubang hitam terlebih dahulu, sekarang ia hanya memegang kunci portal dan melambaikan tangannya, maka saat itu juga lubang hitam akan muncul. Yang jadi masalah hanya tujuannya saja yang belum bisa ditargetkan ada dimana.


"Ingat, harus membuat satu portal di tempat tujuanmu. Nah sekarang buatlah satu pintu di sini agar kau bisa kesini kapan pun kau mau."


Ye Chen mengikuti saran guru Baji, satu portal berhasil dibuat di alam Iblis.


"Sudah saatnya kau pergi. Baojing, jaga tuanmu baik-baik."


"Terima kasih guru Baji."


"Baik guru."


Ye Chen dan Baojing memasuki portal, dan tak lama kemudian sampai di selatan alam atas semu.