
Puluhan orang tewas dalam waktu singkat, sisanya melarikan diri sebisanya. "Persetan dengan perintah patriark, lebih baik menyelamatkan diri dari Iblis itu." pikir murid sekte yang tidak mau terlibat lagi.
"Patriark, apa kita telah menyinggung orang salah?" kata seorang tetua sekte Yin.
"Hah apanya yang hebat." kata patriark Pang mencoba menutupi keterkejutannya.
"Pendekar sadis."
Dari samping, salah satu pimpinan sekte Yin bergumam. "Apa katamu?" tanya pimpinan lain yang berdiri di sebelahnya. "Apa kau pernah mendengar berita mengenai seorang pria yang tidak pernah memberi ampun musuhnya?"
"Aku pernah mendengarnya, kabarnya orang itu masih muda dan... Ah kau benar, ciri-cirinya persis seperti dia."
"Tidak salah lagi," kata pimpinan pertama tadi. "Tapi apakah dia semuda itu" katanya sangsi.
"Kalian berdua, maju dan tangkap orang itu. Bunuh saja." patriark Pang memerintahkan dua orang yang sedang membicarakan Ye Chen itu untuk maju.
Meski sedikit ragu, tetap saja dua orang ini tak bisa menolak. Dan keraguan inilah yang menolong mereka dari kematian. "Pendekar, kami akui kami datang ke sekte Chu tapi kami tidak ikut campur dalam penghancuran itu."
"Tetap saja, kalian harus dihukum." usai berkata dengan begitu dingin, Ye Chen melambai. Selarik sinar hitam melesat ke arah dua orang ini dan membungkus mereka. Tentu saja mereka tak dapat menghindar, walaupun sudah berusaha sekuat tenaga. Tingkat Suci tahap tinggi bukanlah apa-apa bagi Ye Chen sekarang.
"Tuan Chu, apalagi itu?" tetua Ma bertanya lagi dengan penasaran.
"Entahlah, aku pun baru melihat tehnik itu." ucap Chu Xiong.
Patriark Pang dan yang lain yang melihat ini juga bingung dengan keadaan dua pimpinan sekte itu, mereka jatuh begitu saja dan pingsan.
Kalau saja mereka tau bahwa saat ini kedua orang itu sudah masuk dalam penjara kegelapan, pasti tak akan ada lagi yang berani sesumbar dan akan segera bersujud meminta ampun.
Ye Chen tak ingin membuang waktu lagi, Ia mengambil kesempatan menyerang patriark Pang dan tiga pimpinan lainnya. Mengandalkan serangan energi dingin, Ye Chen memukul mereka bertiga sekaligus. Patriark Pang melompat kebelakang sambil tersenyum lalu mulai mengeluarkan tehniknya, sementara tiga pimpinan yang lain menghadang serangan Ye Chen.
Apa yang tidak disadari oleh patriark Pang dan pimpinan lainnya adalah kekuatan Ye Chen yang tersembunyi di dalam pukulan ini. Terlihat biasa memang tapi begitu pukulan ini mendekat, hawa dingin yang sangat kuat menerbangkan mereka dengan tubuh membiru.
Ye Chen melayang di atas patriark Pang lalu berdiri di pundak dengan kedua kaki. Gerakan yang cepat ini tidak bisa dihindari patriark Pang, Ia hanya bisa berusaha dengan sekuat tenaga mendorong Ye Chen ke atas.
Krakk...
Kedua bahu patriark Pang remuk dan patah, membuatnya kehilangan kekuatan dan jatuh bberdebuk di tanah. "Tuan, mohon belas kasihannya." rengek patriark Pang sambil menahan sakit.
Ye Chen tidak mendengarnya atau memang tidak mau mendengarnya. Dengan satu kaki, Ia menginjak-injak dada patriark Pang sampai hancur.
Ada juga cerita dari murid-murid sekte Yin yang selamat, yang mengatakan sektenya dihabisi oleh seorang pendekar muda yang sangat kejam. Pendekar Sadis, begitulah orang menyebutnya, seperti kabar yang datang dari benua lain.
Tiga orang menghabisi sekte Yin, tak akan ada yang percaya tapi begitulah kenyataannya. Dengan ini, secara tidak langsung sekte Chu menjadi penguasa baru menggantikan sekte Yin.
"Tuan, bagaimana selanjutnya?" tanya Chu Xiong tapi Ia kembali menelan ucapannya, Ye Chen tak ada lagi di dekatnya melainkan sedang memeriksa patriark dan yang lain, mencari cincin penyimpanan. "Hais tuan ini." katanya kemudian sambil tersenyum.
Keesokan harinya, Chu Xiong membubarkan sekte Yin dan memanggil semua tetua sekte Chu sebelumya, mereka akan kembali membangun sekte Chu di atas sekte Yin sebelumnya. Ia juga mengundurkan diri dari sekte dan mengangkat tetua Ma menjadi patriark yang baru.
Keputusan yang mendadak ini tentu saja tidak diterima oleh yang lain, tapi keputusan sudah dibuat dan Chu Xiong pun tak mau repot dengan urusan sekte, Ia lebih memilih bebas seperti dulu. Namun atas anjuran Ye Chen, Chu Xiong akhirnya kembali menjadi bagian sekte, sebagai pelindung sekte dan dipanggil tuan Chu.
"Tuan, bagaimana dengan dua tetua sebelumnya?" maksudnya adalah dua tetua yang Ye Chen masukkan dalam penjara kegelapan.
"Aduh hampir lupa, semoga mereka tidak mati." kata Ye Chen lalu melambai dan mengeluarkan dua tetua itu. Chu Xiong hanya menggeleng, mustahil Ye Chen lupa, Ia hanya tidak peduli saja pikirnya.
Dan memang benar, Ye Chen tidak peduli dengan mereka. Kalau tidak diingatkan, Ia tidak akan pernah mengeluarkan mereka dari penjara.
"Tuan, mereka...."
Chu Xiong bertanya melihat kondisi dua orang itu. Mata mereka hitam, meskipun tak ada luka di tubuh tapi melihat mata yang hitam dan tubuh menggigil membuat Chu Xiong bergidik. Ini siksaan jiwa, pikirnya.
"Terlambat sebentar saja pasti mereka akan mati, jiwa mereka akan tersesat selamanya hehe."
Chu Xiong kembali bergidik ngeri, memang pantas tuannya ini disebut pendekar sadis. Penjaranya saja sudah begitu menyeramkan dan tak ada rasa bersalah saat menjelaskan keadaan di dalam penjara, seolah hal itu biasa saja. Ia lalu bertanya lagi, "Apa mereka bisa sembuh tuan?"
Ye Chen terdiam sejenak, "Mungkin saja, aku bisa mencoba sesuatu tapi jujur saja aku malas melakukannya."
"Tapi mereka mungkin masih bisa berguna, mereka cocok untuk bergabung dengan sekte Chu yang baru." Dan Chu Xiong memang benar, dengan adanya dua tingkat Suci tahap tinggi di sekte Chu, maka kekuatan sekte akan jauh lebih baik.
Ye Chen mengangguk, membenarkan ucapan Chu Xiong. Ia melambai sekali lagi, seberkas cahaya tipis masuk ke dalam kepala melalui kening dua orang ini. Tak lama kemudian, mereka tersadar lalu bersujud di depan Ye Chen dan Chu Xiong, menyatakan kesetiaan.
"Mulai sekarang, kalian akan menjadi bagian dari sekte Chu. Jangan coba-coba berkhianat kalau tak mau masuk ke dalam penjara lagi." ancam Ye Chen.
"Kedua orang itu sangat ketakutan dan berjanji akan mengabdi dengan sepenuh hati."
Karena sudah selesai, Ye Chen mengajak Chu Xiong ke lembah yang telah Ia tandai sebelumnya. Sebuah lembah dimana terdapat lubang hitam kecil.