Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Sekte Api Langit


Ye hanya berkata sekilas dan sama sekali tidak menganggap sepuluh yang mengepung teman satu sektenya. Dengan langkah santai, Ye Chen memeriksa ratusan orang yang tewas, dia mengambil cincin mereka satu persatu.


Pikirannya hanya satu, semua orang yang masuk ke dalam dimensi Perang Kuno adalah talenta terbaik setiap sekte, orang-orang ini pasti tidak akan terlalu miskin dan yang pasti sudah menemui peluangnya sendiri.


Lagipula saat ini Ye Chen terlalu miskin, semua harta dan sumber dayanya telah menguap habis di lorong dimensi bahkan kebun herbal di cincin dimensi pun ludes.


"Cih dasar sampah."


"Haha biarkan saja, dengan begitu kita tidak perlu repot-repot lagi karena sudah ada seorang idiot yang mengumpulkan harta untuk kita."


Satu dari sepuluh pria itu berkata dan memandang Ye Chen jijik. Mereka yang tadinya kesal berubah karena ucapan temannya ini.


"Ini Iebih baik." gumam Ye Chen yang tetap asik mengumpulkan harta tanpa sedikitpun terpengaruh oleh teriakan itu.


Saat semua harta telah Ye Chen kumpulkan, dia pun berjalan mendekati rekan yang tampak pucat. Dia yang tadinya berharap Ye Chen segera menolongnya juga tak percaya Ye Chen lebih mengutamakan harta daripada menolongnya terlebih dahulu.


"Apa yang terjadi di sini? oh ya siapa namamu?" tanya Ye Chen setelah berdiri di depan pria itu.


"Senior Ye, namaku Hong Shin." sahut pria itu, dia tentu mengenal Ye Chen sebelumnya. Tatapan matanya tak berdaya ketika melihat sikap santai Ye Chen, seolah tidak melihat bahaya di depan.


"Oh Hong Shin... lalu apa yang terjadi di sini?"


"Senior, ini...." bukan Hong Shin tidak mau menjawab pertanyaan Ye Chen tapi kondisinya betul-betul tidak pas, dia terluka dan sepuluh musuh mengepung. Bagaimana dia bisa tenang?


"Haha satu orang bodoh muncul, kakak Ji biar aku bereskan orang ini."


Seorang pria maju menghadang Ye Chen. Sejak Ye Chen muncul, dia sama sekali tidak melihat orang-orang ini. seolah mereka hanya patung.


"Lakukan dengan cepat. Hancurkan matanya, buat dia tidak bisa melihat lagi." kata pria yang dipanggil kakak Ji.


Dua pria maju membantu temannya dan tanpa mengucapkan apa-apa segera menghunus pedang dan menyerang Ye Chen.


Mereka bisa melihat kultivasi Ye Chen yang sama dengan mereka, sama-sama tingkat Surgawi. Itulah kenapa dua orang maju lagi untuk memastikan kematian Ye Chen dengan cepat.


"Apa... bagaimana ini bisa?"


Tak ada yang percaya rekan mereka tewas begitu saja. Tak ada yang melihat Ye Chen bergerak.


"Kau... kau berani membunuh anak buahku?" kakak Ji berseru kaget, matanya melotot marah.


Srat! Srat! Srat!


Kakak Ji menghunus pedang, diikuti enam orang lainnya. "Kau akan mati." serunya dengan amarah yang meluap.


Tujuh sinar pedang membawa aura panas, serangan gabungan ini sangat kuat. Ada fluktuasi api di udara saat serangan ini melesat.


"Jangan main api, tidak baik, kalian bisa terbakar nanti." kata Ye Chen yang dengan santai melambaikan tangannya.


Gerakan kecil ini membuyarkan tujuh unsur api yang datang. Ye Chen menggunakan unsur angin dalam lambaian tangannya. Angin dan api adalah dua unsur yang saling melengkapi, api akan semakin besar jika diberi angin. Ini adalah prinsip yang Ye Chen pahami setelah berada di dimensi Lima Elemen.


Yang terjadi selanjutnya membuat tujuh pria itu tak percaya, api yang semula kecil menjadi lebih besar dan melesat cepat ke arah mereka. Serangan gabungan itu telah berbalik dan membungkus mereka dalam lautan api yang sangat besar.


"Saudara Hong, anda bisa bercerita sekarang."


"Itu... senior, bisakah kita mengambil tempat agak jauh?" Hong Shin berkata pelan, dia merasa tidak nyaman melihat tujuh orang di depannya terbakar hidup-hidup. Teriakan melolong dan bau dating terbakar membuatnya tidak nyaman.


"Mm, ayo," balas Ye Chen. "Kamu tunggu sebentar di sana." kata Ye Chen lagi, menunggu tujuh orang di depannya menjadi abu dan mengambil cincinnya.


"Mereka dari sekte Api Langit." kata Hong Shin memulai ceritanya.


Tempat ini adalah salah satu tempat yang menyimpan banyak peninggalan. Mungkin dulunya merupakan salah satu markas pengguna elemen api. Ketika Hong Shin sampai, sudah kekuatan yang bertempur memperebutkan sumber daya.


Sampai akhirnya orang-orang sekte Api Langit datang dan menguasai semuanya. Sekte Api Langit bisa berkuasa karena mereka datang dalam kelompok, sementara yang lain paling banyak hanya dua orang dari kelompok yang sama.