
Setelah mencoba berbagai macam cara, akhirnya Yue mulai mengingat siapa dirinya meskipun belum semuanya, yang Ia tau hanyalah Ye Chen adalah kakaknya, itu saja.
"Kakak Chen, aku takut." Yue yang masih belum pulih dari traumanya kadang masih merasa takut.
"Tenanglah, semua baik-baik saja. Kau sudah aman." ucap Ye Chen yang terus menghibur Yue.
"Tuan Chen kita sudah sampai." kepala Ruo memberitahu Ye Chen, sekaligus menawarkan untuk beristirahat di kediamannya. Tapi Ye Chen menolak, rasanya tidak nyaman kalau Ia terus merepotkan kepala Ruo.
Bersama Yue dan Giro, Ye Chen kembali ke kediaman Peri. Ia hanya meminta bantuan kepala Ruo untuk memperbaiki kediaman Peri yang Ia tinggali.
Proses pembangunan kembali kediaman yang rusak tidak memakan waktu yang lama. Ketika pekerjaan itu sudah selesai, kepala Ruo datang dan memberikan cincin penyimpanan sebagai hadiah dari aliansi dagang karena telah berhasil menyingkirkan kepala Beng yang menjadi dalang kerugian aliansi kepala Ruo.
"Tuan, kenapa anda menolak pemberian kepala Ruo?" Giro.
"Tunggu dulu, apa kau terluka?" tanya Ye Chen yang melihat Giro seperti kehilangan vitalitasnya itu. Baru hari ini Ia melihat memperhatikannya.
Giro menghela nafasnya, "Mungkin karena terlalu senang, jadi tubuh asliku mendapat perlakuan khusus dari Iblis Sumo."
Ye Chen mengangguk, "Masalah kepala Ruo biarkan saja. Daripada itu, apakah tak ada jalan lain ke dimensi Sumo selain yang kau katakan sebelumnya?"
Menurut Giro, Ye Chen harus menemukan portal yang cocok untuk kesana dan jika sudah ketemu Giro harus sudah kembali ke tubuh aslinya untuk menandai dimensi.
Jangan mengira ini gampang, jika portal sudah ditemukan, Ye Chen harus mengikuti jejak aura yang Giro tinggalkan ketika kembali. Mencari jejak aura di dalam ruang portal butuh keahlian khusus dan kecepatan, jika tidak, maka Ye Chen akan tersesat dan jalan kembali hampir tidak mungkin ada. Belum lagi Giro yang asli harus keluar penjara untuk menandai lokasi dimensi.
Bisa saja Giro menandai penjara tempatnya di tawan tapi kondisi Giro tapi itu sangat beresiko karena Ye Chen akan tiba di penjara.
"Maaf tuan, aku tak mempunyai ide yang lain." jawab Giro dengan kepala tertunduk.
"Kakak Chen, kak Chen... kau dimana?" Yue yang sudah jauh lebih baik berlarian sambil memanggil Ye Chen.
"Tuan di dapur." kata Giro yang kebetulan berpapasan dengannya.
"Kakak, kau sedang apa?" Yue tiba di dapur. "Oh calon pengantinnya sudah bangun."
"Jangan menggodaku, siapa juga yang mau sama kakek-kakek itu." gerutu Yue. "Hehe maaf, maaf... aku sedang membuat makanan campur-campur, sayang sekali makanan itu sudah basi lagi saat aku menjemputmu."
"Nah cobalah." Ye Chen menyodorkan hasil masakannya pada Yue dan Giro. Sayangnya masakan itu tidak sesuai harapan, rasanya aneh. Alhasil mereka hanya minum teh dan kue kecil saja.
"Kakak Chen, terima kasih untuk semuanya." kata Yue tiba-tiba.
"Iya." sahut Ye Chen singkat.
"Apa yang kakak pikirkan? tenang saja, aku berjanji menjadi lebih kuat dan tidak menyusahkan lagi."
"Bukan itu, aku memikirkan untuk meminta resep masakan itu."
"Mana ada orang yang mau memberikan resep andalannya?" kata Yue lagi dan memang benar ap yang dikatakannya.
"Kupecahkan saja kepalanya dan kubakar rumah makan itu." ucap Ye Chen santai seolah itu adalah hal biasa saja. namun Yue protes. "Iyaa iya, aku akan minta baik-baik." sambung Ye Chen yang tidak mengerti salahnya dimana.
...
Hari berganti, tak terasa waktu seleksi untuk masuk akademi langit pun sudah dimulai. Kondisi Yue juga sudah pulih seperti biasa dan sudah kembali ke akademi.
"Tuan, apakah tuan serius ingin masuk akademi?" tanya Giro yang menurutnya hanya buang-buang waktu saja.
"Tentu saja, aku ingin menyelidiki sesuatu di sana dan jalan satu-satunya hanyalah menjadi murid akademi. Ye Chen lalu menerangkan sedikit tentang divisi informasi yang ada di akademi, hampir mustahil mengambil sebuah misi jika tidak menjadi murid si sana dan jumlah poin yang dikumpulkan nanti akan Ia gunakan untuk membeli informasi penting yang lain.
"Tidak, kau cobalah cari informasi tentang Iblis Sumo atau Iblis Mema, mungkin saja ada kaki tangannya atau informasi apa saja yang mungkin berguna."
"Baik tuan." jawab Iblis Giro.
"Nah aku pergi, aku hanya sebentar saja. Begitu aku menjadi murid, aku akan langsung mengambil misi dan keluar dari sana."
Ye Chen segera pergi, Ia mengenakan pakaian ringkas tanpa jubah. Rambutnya yang sebahu Ia ikat begitu saja.
"Tuan, anda terlihat lebih tampan kalau berpakaian seperti itu."
"Heh tentu saja, kenapa kau baru sadar? apalagi kalau aku berjalan sambil menggunakan ini."
Sringg...
Jari Ye Chen langsung berubah menjadi besi hitam yang tajam.
"Aduh tuan, jangan begitu... anda jadi terlihat menyeramkan." seru Giro.
"Oh, benarkah?" Ye Chen mengamati jari tangannya, Ia lalu tersenyum. "Hehe kau benar juga. Sudahlah aku pergi."
"Tuanku Raja dan paduka Ratu, kalian tenanglah di sana, tuan raja tidak lemah, aku yakin kalian akan bangga padanya dan aku berjanji akan selalu berada di sisinya." kata Giro sambil melihat punggung Ye Chen yang berjalan makin jauh.
Karena belum sarapan apa-apa sejak pagi, Ye Chen memutuskan untuk singgah sebentar di rumah makan, yang menjadi pilihannya tentu saja rumah makan yang menghidangkan masakan campur-campur yang disukainya.
"Wah rumah makan ini semakin bagus saja." batin Ye Chen. Terakhir kali waktu Ia kesini ada keributan kecil antara dirinya dan salah satu ketua kelompok penjahat.
Pemilik rumah makan yang mengenal Ye Chen berlari menghampiri dengan ketakutan. "Tu-tuan... apa anda ingin makan?" tanyanya.
"Tentu saja, bikin dua porsi."
Tak lama kemudian, pesanan datang. Di antar sendiri oleh pemilik rumah makan. bahkan Ia sampai menunggui Ye Chen selesai makan.
"Ini memang benar-benar nikmat," puji Ye Chen. "Oh ya bolehkah aku minta resepnya? aku sudah berkali-kali mencobanya tapi tidak pernah berhasil."
"Heh apa kau tau resep masakan adalah rahasia? dimana kau taruh otakmu itu?" bukan pemilik rumah makan yang menjawab melainkan seorang pengunjung lain. Ia merasa sedikit iri melihat Ye Chen dilayani sendiri oleh pemilik rumah makan.
"Eh? apa kau memakiku?" tanya Ye Chen, Ia tidak marah hanya bertanya biasa saja. "Paman, apa kau mengenal makhluk yang mirip manusia ini?" Ye Chen berpaling lagi ke pemilik rumah makan dan bertanya dengan kalimat yang aneh.
"Tuan, tolong jangan di sini. Aku akan menuliskannya untuk anda." pemilik rumah makan dengan cepat mengambil keputusan, tak mau tempat usahanya hancur lagi.
Sayangnya pria yang mendengar ini semakin marah, "Aku juga maua resepnya." katanya dan membuat pemilik jadi serba salah. Kalau untuk Ye Chen tidak masalah karena Ia tau resep itu untuk pribadinya sendiri tapi untuk pria itu tidak mungkin.
"Terserah kau saja paman." ucap Ye Chen santai ketika pemilik rumah makan melihat ke arahnya.
"Hei berikan itu padaku, atau otakmu akan tercecer di lantai ini hahaha."
Ye Chen memasukkan lipatan resep ke dalam cincinnya dan mengucapkan terima kasih sebelum pergi sana. Namun pria itu malah menghadang langkah Ye Chen.
"Sudah cukup." batin Ye Chen.
Clebb...
Clebb...
Kraakk...