
Dua penyidik dikepung oleh sepuluh makhluk terkutuk dari level tinggi. Dari penglihatan Ye Chen, satu orang penyidik itu bisa menghadapi tiga atau empat lawannya tapi lawan meraka berjumlah sepuluh sehingga mereka mulai terdesak hebat.
Untunglah Giro datang pada saat yang tepat, dua orang itu selamat dari kematian. Giro menumpas habis makhluk terkutuk.
Ye Chen menggunakan teknik pengubah wajah dan aura, Ia mendatangi dua penyidik yang sedang menstabilkan energinya.
"Apakah makhluk itu hanya mereka saja?" tanya Ye Chen, Ia menggunakan wajah Giro sebagai pengalihan sementara Giro sudah bersembunyi di dalam bayangan Ye Chen.
Dua penyidik itu tampak waspada, yang mengetahui tempat itu hanya segelintir orang saja. Ye Chen yang menyadari sikap dua orang di depannya mengerti, dengan cepat Ia mengambil token tanda penyidik dan memperlihatkan pada dua orang di depannya.
"Senior, maaf tidak mengenali anda." kata salah satu dari dua penyidik itu, seorang gadis.
Ye Chen mengibaskan tangannya, "Jadi bagaimana?"
"Senior, kami berdua ditugaskan untuk menjaga di sini. Kami baru akan kembali tapi tiba-tiba dan entah dari mana datangnya, mereka muncul dan langsung menyerang kami."
"Kalau begitu, kalian pulanglah, biar di sini aku yang urus. kata Ye Chen.
"Tapi...
"Tidak ada tapi tapi, pulanglah, bukankah tadi kalian juga ingin pulang?" kata Ye Chen.
Sepeninggal dua penyidik itu, Ye Chen dan Giro mengikuti jejak aura makhluk terkutuk yang tertinggal. "Ketemu, hehe ternyata begitu." kata Ye Chen yang menemukan celah dimensi tempat munculnya makhluk terkutuk yang menyerang penyidik. Ia akhirnya menyadari bahwa batu hitam yang terpasang itu hanya merupakan pengalihan saja. Tempat sebenarnya adalah disisi lain yang cukup jauh dari sana.
"Tuan, kita masuk?" tanya Giro yang melihat Ye Chen tampak ragu.
"Tidak, jangan sekarang, aku masih perlu mengetahui untuk apa memasang batu hitam sebagai pengalihan. Pasti ada sesuatu yang disembunyikan di sini."
"Anda benar tuan."
"Kita kembali dulu, ingat untuk menghapus jejakmu." kata Ye Chen dan merekapun kembali ke akademi.
Sesampainya di akademi, Ye Chen langsung pergi ketempat penyidik berkumpul, mungkin ada petunjuk lain di sana, pikirnya.
Di luar dugaan Ye Chen, ternyata sebelumnya sudah ada dua penyidik inti yang masuk ke celah dimensi yang tadi Ye Chen temukan dan dua orang penyidik lain yang ada di sana ditugaskan untuk menjaga dan mengamati kalau-kalau ada petunjuk menghilangnya dua rekan mereka.
"Lalu untuk apa batu hitam itu ada di sana?" tanya Ye Chen kepada penyidik lain yang tadi memberi keterangan pada Ye Chen.
"Sebaiknya kita menunggu tetua Lan yang menjelaskannya." jawab penyidik itu.
Tak berapa lama, tetua Lan akhirnya muncul. Ia dalam mode serius, Ia berkata langsung ke intinya. "Beberapa waktu yang lalu, kami mendapat kabar akan munculnya seorang Iblis yang sangat kuat yang mungkin saja akan mengacau di alam langit. Untuk itulah kami memasang batu hitam sebagai pengalihan agar kaki tangan Iblis yang ada di alam langit tertarik dan pergi kesana."
"Sayang sekali, dua di antara kalian terjebak dan tak bisa keluar dari sana." sambung tetua Lan lagi.
"Tetua, celah dimensi itu mengarah kemana?" tanya Ye Chen.
"Ke dimensi makhluk terkutuk. Tenang saja, sudah ada orang yang pergi untuk menjemput mereka. Kalian boleh bubar."
Ye Chen dan Giro sudah berada di depan celah dimensi yang terhubung ke dimensi makhluk terkutuk. "Giro, kalau bisa cari keterangan tentang raja Iblis, aku tak mau menunggu terlalu lama lagi." kata Ye Chen sebelum masuk.
Mengikuti nalurinya, Ye Chen kini berada di sebuah bangunan, satu-satunya bangunan yang ada dalam radius pencariannya.
Ye Chen tidak langsung masuk melainkan menunggu dari tempat yang agak jauh. Ia ingin melihat dulu aktifitas yang ada di dalam sana. "Oh mereka penyidik yang ditawan." Ia mengenali penyidik itu, dua oang itu adalah orang yang sama yang Ia selamatkan dulu.
Dua penyidik itu sudah bebas, Ye Chen menyumpulkan demikian karena disana ada lima orang lain yang sepertinya datang menyelamatkan mereka.
"Eh? mereka tidak keluar lagi?" Ye Chen yang melihat mereka masuk ke dalam bangunan itu merasa heran karena setelah lama menunggu, ternyata ketujuh orang yang masuk ke bangunan di depannya tidak keluar.
Ye Chen mencoba mendeteksinya tapi tak ada siapa-siapa lagi di sana. "Mungkinkah...?" Ye Chen yang menyadari sesuatu segera melompat ke dalam bangunan dan apa yang Ia temukan membuatnya tersenyum puas.
Ternyata Ia menemukan sebuah portal aktif di sana dengan dua batu hitamnya sebagai pintu masuk. Tanpa pikir panjang, Ye Chen masuk k dalam dan keluar di tempat para penyidik biasa berkumpul.
"Terhubung kesini?" tanya Ye Chen cukup heran, awalnya Ia menduga portal itu terhubung ke raja Iblis atau salah satu Iblis seperti yang Ia pahami selama ini tapi tenyata Ia salah. "Ye Chen kemudian masuk lagi, lalu memanggil Giro untuk kembali.
"Tuan, mungkinkah tetua Lan...?"
"Aku rasa tidak, aku memastikannya beberapa hari yang lalu. Aku malah lebih memikirkan bagaimana bisa alat yang biasa digunakan Iblis, bisa digunakan oleh manusia, bukankah itu aneh?"
"Mungkin saja yang melakukan itu adalah orang yang kuat. Batu hitam itu mungkin hanya alat saja tuan atau orang ini berhasil mengurainya." kata Giro.
"kau kembalilah Giro, bersihkan semua sisa jejak aura dalam rumah."
"Baik tuan."
Ye Chen kembali aktifitas lamanya seperti biasa, Bermain di dapur dan rebahan di kamar. Suatu hari, Giro tiba-tiba saja datang. "Tuan, coba lihat, aku menemukan ini di tengah jalan menuju rumah." Ia menyerahkan secarik kertas kepada Ye Chen.
"Kapan kau menemukannya?"
"Dua hari yang lalu tuan, aku menyelidiki tempat itu terlebih dahulu sebelumnya jadi tidak sempat mengabari tuan."
"Jangan terlalu sungkan, lakukan saja yang kau pikir terbaik."
Kertas di tangan Ye Chen berisi panggilan kepada seluruh pimpinan Iblis untuk menghadiri sebuah pertemuan yang akan diadakan beberapa hari ke depan. tertanda raja Iblis Mema.
"Mema...? Giro apa kau yakin dengan isi surat ini?"
Giro menggeleng, "Aku tidak mau mengatakan yakin atau tidak, yang jelas pertemuan itu mungkin ada."
Giro juga menjelaskan apa yang Ia lihat di tempat pertemuan itu akan dilangsungkan dan memang betul ada aktifitas di sana, seperti sedang menyiapkan sesuatu.
"Kalau begitu selidiki lagi, jangan sampai ini hanya strategi mereka untuk memancing kita dan menjebak kita nanti."
"Baik tuan."