Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Kamu Tidak Terlalu Kuat


Apa yang Ye Chen katakan memang benar, leluhur Iblis saat ini jauh dari kata kuat. Yang bisa dia lakukan hanya melenyapkan beberapa orang saja, tidak mungkin dia bisa melawan semuanya sekaligus. Lagipula semua orang yang ada di sana sangat lemah saat ini setelah melakukan serangan gabungan.


Ye Chen berbeda, dia tidak benar-benar melakukan serangan dengan sekuat tenaga, ini karena dia tahu maksud tersembunyi dari pangeran itu. lagipula orang lain mungkin bisa ditipu tapi tidak dengannya.


Ye Chen sangat akrab dengan aura ras Iblis, dia tahu kalau leluhur Iblis di depannya ini masih tidak bisa mengeluarkan kemampuan aslinya, mungkin karena dibangunkan dengan paksa.


Di sana juga ada Lanlan yang mengetahui keadaan sebenarnya.


"Kamu! dari mana asalmu? berani sekali berbicara begitu dengan leluhur."


Pangeran itu bukan hanya marah tapi juga berusaha menarik simpati leluhur Iblis.


"Lalu kenapa? apa yang akan kamu lakukan?" Ye Chen benar-benar tidak memandang pangeran itu, baginya Ye Chen, pangeran itu hanyalah orang yang tidak berguna.


Yang Ye Chen khawatirkan adalah leluhur Iblis di depannya ini. Biarpun tidak dalam kondisi puncaknya tapi dia tetaplah sang leluhur yang entah sekuat apa dia dulunya.


Diam-diam Ye Chen menyiapkan kekuatan meridian kehampaan yang dulu Ia kultivasi di benua selatan. Saat itu Ye Chen mengurung Usopp dengan penjara kehampaan.


'Aku ingin tahu, apakah aku bisa merubah kakek tua ini menjadi pil.' Ye Chen menjilat bibirnya sambil tersenyum manis. Kilatan matanya seperti mendambakan sesuatu yang sangat enak.


Dalam pikirannya dia bisa membayangkan kekuatan yang akan didapatnya nanti.


Sementara Ye Chen berpikir aneh, pangeran yang saat ini sudah berdiri itu bergidik ngeri melihat senyum Ye Chen.


"Kenapa aku merasa anak ini bahkan lebih kejam dari Iblis? apa yang dia rencanakan?" gumam pangeran. Tanpa sadar dia mundur beberapa langkah.


Bahkan leluhur Iblis itu pun merasakan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman, Namun, itu hanya sesaat, dengan pengalaman dan kekuatan nya, dia bisa meredam rasa ini dengan cepat.


"K-ka... mu, a... kan mati!"


Ucap leluhur Iblis terbata-bata, dia belum terbiasa berbicara. Kata-katanya kaku. Tapi setelah mengatakan ini, aura dan niat membunuh seketika meledak dalam tubuhnya. Menyerang Ye Chen dengan tekanan sangat kuat.


Ye Chen melompat mundur dua langkah, bukan takut tapi niat membunuh ini terasa seperti menusuk-nusuk pori-pori kulitnya.


"Leluhur, biar aku yang membereskan bocah ini. Anda bisa beristirahat."


Pangeran itu melompat ke depan Ye Chen tanpa menunggu persetujuan leluhur Iblis.


"Mati!"


Namun, Ye Chen yang memang sudah siap hanya melangkah mundur selangkah, pedang hitamnya juga telah terhunus dan memukul badan pedang pangeran.


Trang!


Bunyi nyaring yang memekakkan telinga terdengar keras. Pertemuan dua pedang ini juga membawa angin dan menyapu seluruh area di tempat itu, kecuali kabut yang berada di bawah peti mati yang bahkan bergoyang pun tidak.


"Jangan melamun."


Kali ini Ye Chen yang berinisiatif menyerang. Pedang Hitam yang tadi digunakan untuk menahan pedang lainnya berbalik arah, menusuk pergelangan tangan pangeran.


Serangan cepat dan tidak terduga ini menembus pergelangan tangan pangeran.


"Kamu! ah tidak... "


Pedang hitam yang ujungnya menembus pergelangan tangan pangeran itu tidak hanya diam saja di sana. Ye Chen memutarnya dan melanjutkan serangan pedang, memotong tangan pangeran.


"Pedang bagus." puji Ye Chen saat mengambil pedang yang terjatuh dengan tangan kirinya.


Sedetik kemudian, Ye Chen mengangkat pedang hitam dan menebas pangeran yang masih kesakitan itu.


"Pangeran! awas!"


Anak buah pangeran yang tersisa berseru kaget. Nyawanya akan terancam kalau pangeran tewas di sini.


Tidak sia-sia pangeran menjadi salah satu jenius dari kerajaan Iblis. Meskipun tidak bisa menghadang serangan Ye Chen dengan senjata lainnya tapi di tubuhnya terpasang rompi pelindung yang terlihat seperti sisik.


Pelindung ini memancarkan cahaya redup dan sisik-sisik itu menjadi lebih besar dan tebal.


Klang!


Benturan keras pedang hitam menyebabkan suara yang nyaring. Yang paling merasakan dampaknya adalah pangeran, pelindung tubuhnya memang sangat kuat tapi mengaktifkannya juga butuh energi yang tidak sedikit.


Hampir lima puluh persen kekuatan energinya habis ketika mengaktifkan kekuatan maksimal pelindung.


"Hehe aku tadi terlalu bersemangat. Tapi jangan khawatir, kali ini kamu akan merasakannya."


Ye Chen kembali bersiap menyerang, kali ini dia akan menggunakan meridian kehampaan.