Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Mengacaukan Pertemuan


Kecuali keluarga Bai bukan berasal dari wilayah sekte Api Abadi, mungkin Ye Chen akan cukup kesulitan mengontrol aura Api yang menjadi ciri khas dates keluarga Bai.


Sudah ada patriark sekte Lautan Air yang hadir di aula pertemuan, ada juga tiga tetua utama yang ikut dalam pertemuan ini.


Setelah saling mengenal kan diri, Bai Feng atau Ye Chen yang menyamar langsung berbicara langsung. "Patriark, aku mau separuh wilayah sekte mu setelah ini berhasil."


Tidak tanggung-tanggung, Ye Chen langsung meminta pembagian wilayah. Dia sendiri tidak tau rencananya kedua kubu sebelum bertemu, senior Bai juga tidak tau apa-apa.


Ye Chen agak menyesal tidak langsung membunuh Bai Feng begitu saja, seharusnya Ia terlebih dahulu mengorek informasi darinya.


"Tetua Bai, silahkan diminum dahulu." Patriark yang kaget dengan sikap Ye Chen mencoba bersikap sopan.


"Tidak perlu, aku ke sini bukan untuk minum-minum tapi untuk meminta wilayah sekte Lautan Air dan aku tekankan sekali lagi, ini bukan negosiasi tapi perintah." ujar Ye Chen dengan sangat arogan. Toh orang-orang ini bukanlah siapa-siapa, Ye Chen malah sudah gatal ingin membunuh mereka langsung.


"Tetua Bai, kami menghormati anda. Tolong jangan terlalu menekan." Kali ini tetua sekte yang berada di sana ikut berbicara, dia sudah tidak than dengan sikap Ye Chen.


"Hahaha apa masih kurang jelas? biar aku katakan sekali lagi. Aku ke sini bukan untuk berbicara omong kosong, lalu kenapa kalau kamu tidak terima? memang nya apa yang akan sekte kalian lakukan?"


Ye Chen benar-benar tidak peduli, senior Bai yang berdiri di belakang nya sudah keringat dingin dari tadi. Tidak satupun dari orang-orang di depannya ini yang sanggup dia singgung.


"Kurang ajar! apakah kamu menganggap sekte ku lemah?"


"Lemah? haha bukan lemah tapi sampah tidak berguna." sahut Ye Chen yang sedari awal tidak pernah duduk.


Bruss....


Udara di ruang aula pertemuan turun beberapa derajat. Patriark sekte juga diam saja melihat reaksi tetua nya.


Mana mungkin Ye Chen membiarkan dirinya ditindas, suara keras dari cambuk api memecah udara lalu melesat terus menembus dada tetua itu yang berdiri sekitar dua meter di depannya.


Hueek!


Hueek!


Tetua itu jatuh tersungkur sambil memuntahkan darah berkali-kali, dia terluka parah.


Blass!


Cambuk api bergerak sekali lagi. Namun ini adalah akhir hidup dari si tetua, tubuhnya berubah menjadi abu dalam sekejap mata.


"Tetua Bai!" anda benar-benar berani membunuh orangku di tempatku?"


Bahkan patriark baru saja sadar ketika tetua itu telah menjadi abu. Insiden itu hanya berlangsung dalam sekejap.


"Tentu saja aku berani." ucap Ye Chen. Tak lupa tangannya melambai, mengambil cincin penyimpanan tetua yang dibunuhnya. Sikapnya sungguh diluar nalar.


"Patriark, Aku sama sekali tidak keberatan sektemu menjadi musuh keluarga Bai ku. Lihat, aku sudah disini, menyatakan keinginan keluarga Bai, kalau sekte mu tidak setuju, ya sudah, lakukan apa yang harus kamu lakukan bukan malah mengintimidasi seorang utusan."


Patriark menggertakkan giginya karena geram, "Kembalilah, aku akan menghubungi kepala keluarga Bai." ucap nya. Dia adalah patriark salah satu sekte terbesar dan punya wibawa sendiri.


Ye Chen dan senior Bai juga tidak menunggu lebih lama lagi, mereka pergi dari sana begitu saja. Bukan Ye Chen tidak mau membuat masalah lagi, hanya saja tidak mungkin dia akan melawan satu sekte sendiri jika terus bermain.


"Senior Bai, sekarang tugasmu melaporkan semuanya pada kepala keluarga Bai. Katakan sekte Lautan Air tidak bersedia menjalin kerjasama dengan keluarga Bai. Katakan juga mereka menyerang Bai Feng dan membunuhnya."