Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Meninggalkan Wilayah


Di depan gerbang dimana tertulis tanda Wilayah Ye, seorang pria paruh baya berdiri sambil menghela nafas, orang itu adalah penatua Xiao, dia masih merasa enggan untuk pergi.


"Eh, kenapa kau kembali? bukankah kau ingin tinggal di wiayah Ye?" patriark Xiao menegur anaknya yang datang kembali.


"Tidak, aku memutuskan untuk tidak tinggal dan menetap di suatu tempat, aku ingin keliling dunia."


"Terserah saja, aku tak akan melarangmu."


Seminggu setelah kembali, penatua Xiao memperhatikan ayahnya dan merasa sedikit heran. "Ayah akhir-akhir ini aku melihat ayah sering sekali bertemu dengan patriark Jun, apa ada masalah?"


Perilaku ini menurutnya aneh, memang ayahnya dan patriark Jun sering bertemu di masa lalu tapi tidak pernah sesering ini. Bahkan ayahnya pernah sampai dua hari tidak pulang karena pergi bersama patriark Jun.


"Tidak ada, kami hanya berkumpul mengenang masa lalu hehe."


Penatua Xiao hanya menggeleng lalu masuk keep ruangannya, biarpun masih sedikit curiga tapi Ia mengindahkannya.


"Penatua Xiao, jika kau bisa membaca surat ini, maka dapat kupastikan kau bukan lagi bagian dari wilayah Ye. Hanya satu pesanku, tinggalkan dunia ini, jangan melibatkan dirimu."


"Ini pesan dari tuan Ye...?" gumam penatua Xiao, memegang selembar kertas di tangannya. kertas itu jatuh ketika Ia membuka gulungan resep dari Ye Chen.


Tapi apa maksudnya menyuruhku pergi? apa tuan Ye tau aku mau meninggalkan tempat ini? berbagai pertanyaan muncul di kepala penatua Xiao. 'Hm, baiklah, tak ada salahnya aku mengikuti sarannya, karena aku memang mau pergi."


Persiapan telah selesai, tapi begitu mau berangkat, penatua Xiao jadi bingung sendiri arah mana yang seharusnya Ia ambil. Ia masih berdiri mematung ketika tiba-tiba memutuskan arah selatan. Bukankah di sana pernah ada kekacauan? mungkin aku bisa sedikit membantu. Begitulah, akhirnya dengan pemikiran ini, penatua mengambil jalan ke selatan.


...


"Baojing kita berangkat."


"Baik tuan."


Tak lama kemudian, perahu terbang melayang dan terbang menjauhi wilayah Ye.


"Senior He, apa seharusnya kita lakukan sekarang saja?" kata Jiang Kun yang ingin meneruskan pesan Ye Chen, mengumpulkan penduduk dan mengumumkan aturan yang ditetapkan.


"Lebih cepat lebih baik," yang menyahut adalah pengrajin Mingdi. "Setelah itu aku bisa mengaktifkan segel seperti arahan tuan Ye.


Tak ada yang meninggalkan wilayah Ye, semua pendatang baru itu setuju dengan aturan yang dibuat.


Pengumuman ini dilakukan dalam sebuah acara, seperti sebuah pesta kecil.


Dan setelah semua setuju, acara selanjutnya adalah makan-makan sekaligus merayakan berdirinya wilayah Ye.


"Saudara-saudara, sebagai pembuka, silahkan maju satu persatu untuk menerima arak istimewa dari tuan Ye." senior He membuka guci arak yang membius semua yang hadir dengan aromanya.


Tak ada yang berani menolak arak yang enak, yang mampu membangkitkan energi mereka. "Silahkan berdiri di sini." lanjut senior He lalu menuangkan secawan arak untuk semua penduduk wilayah Ye tanpa terkecuali.


"Kenapa harus berdiri di sana?"


"Jangan membantah, lihat, semua juga berdiri mengantri."


"Minggir, mengganggu saja."


Perdebatan kecil terlihat di antara pengantri, tapi tidak sampai terjadi keributan dan ketika gilirannya dan meminum arak, tubuhnnya yang terasa sangat segar membuatnya tersenyum bahagia dengan sedikit meracau tak jelas.


"Cih tadi protes, sekarang paling bahagia sendiri."


"Ternyata lemah, baru secawan sudah mabuk." timpal yang lain.


Pesta kecil tak lama selesai, semua puas, apalagi dengan suguhan arak istimewa.


Pengrajin Mingdi juga telah selesai mengerjakan bagiannya, memastikan segel formasi terpasang dengan baik sesuai catatan yang Ye Chen tinggalkan.


...


"Saudara Jun, apakah hari ini ke selatan lagi?"


"Aku tidak yakin, tapi lebih baik kita periksa sekali lagi, jangan sampai ada yang muncul lagi."


"Baiklah, dan aku akan memberitahu yang lain."


...


Perahu terbang berputar sebentar lalu berhenti di atas sekte patriark Hauw.


"Tuan Ye, selamat datang, kenapa anda tidak memberi kabar sebelumnya?" sambut patriark Hauw.


"Aku hanya singgah sebentar, oh ya aku berencana melakukan perjalanan kecil. Bisakah anda melihat-lihat wilayah Ye?"


"Tentu saja, jangan khawatir."


"Aku tak sungkan kalau begitu, berkunjunglah sesekali. Nah aku pergi."


"Tuan tenang saja, selamat jalan."


Patriark Hauw lalu mengantar Ye Chen, Ia tak mau bertanya lebih jauh tujuan perjalanannya. Esoknya Ia berkunjung ke wilayah Ye dan disambut oleh senior He, ditempat yang sama dimana penduduk antri arak.


Mereka berbincang sambil minum arak, lalu berkeliling di wilayah Ye yang sudah selesai dibangun.


"Sangat megah, anda benar-benar beruntung berada di sini senior He." ucapan patriark Hauw ini tulus, Ia sendiri tidak keberatan untuk tinggal di sini. Bangunan besar yang kokoh dan kuat ditambah beberapa menara tinggi membuat wilayah Ye seperti istana saja.


"Anda bisa berkunjung kapan saja patriark. Kami tentu ajan menyambut anda."


"Terima kasih, senior He, lain waktu aku akan datang lagi."


"Tentu saja patriark, silahkan."


Senior He lalu mengantar tamunya, setelah kembali, Ia yang sudah berpengalaman bertanya-tanya maksud Ye Chen membagikan arak ditempat yang sama.


Apa tuan memiliki maksud lain? pikirnya.


...


Ditempat lain, Ye Chen dan Baojing yang masih berada di kota Shinyang.


"Tuan,apa yang kita cari?"


"Tak ada yg khusus, mungkin bisa menemukan sesuatu," mumpung di kota yang terkenal dengan pasar gelapnya, barangkali bisa menemukan sesuatu yang cukup berharga, pikir Ye Chen. "Nah ambil ini, beli semua stok yang ada di daftar itu." lanjut Ye Chen memberikan secarik kertas dan cincin penyimpanan berisi banyak sekali kristal roh.


Kulit Trenggiling Batu


Cangkang Kura-kura Emas


Belerang


Tulang Kuda Bertanduk


Dan masih banyak lagi. Selain sumber daya, kulit, tulang dan inti siluman dengan kemampuan khusus.


"Kalau sudah selesai, tunggu aku di perahu terbang." Sambung Ye Chen.


Bukan Baojing yang menunggu tapi Ye Chen lah yang menunggu, barang yang Ia beli sangat banyak. Tampak Ia tengah serius memilah dan mengelompokkannya ketika dari bawah terlihat beberapa orang yang datang.


"Hahaha kita mendapat ikan besar kali ini."


"Sudah lama kita tidak keluar, begitu keluar langsung mendapat kakap haha."


"Tunggu apalagi, cepat."


Orang-orang ini adalah gerombolan perampok yang memang banyak berkeliaran di kota Shinyang. Mereka telah mengikuti Ye Chen sejak pertama, melihat penampilannya yang biasa saja tapi membeli banyak barang membuat mereka berniat merampoknya.


"Tampaknya kota ini harus dibersihkan." Ye Chen berdiri malas, pekerjaannya masih belum selesai malah ada yang mengganggu. "Ah betul juga." Ia mendapat ide.


Tak perlu membuang banyak tenaga, bagi Ye Chen gerombolan ini bukanlah apa-apa. Cukup dengan belati iblis dan langkah angin pertama untuk membuat mereka menyerah.


"Tuan, berikan mereka padaku."


Dari jauh bayangan Baojing melesat cepat, "Tidak usah, keluarkan saja semua bawaanmu."