
Begitu Neraka Api di aktifkan, langit yang semula tampak tenang cerah perlahan berubah menjadi lebih gelap dan suhu tiba-tiba saja naik beberapa derajat. Angin yang membawa uap panas pun bertiup, mula-mula sangat lembut namun lama-kelamaan berubah menjadi semakin kuat.
Waktu pertama kali Ye Chen menggunakan teknik ini, kekuatan dan cakupannya tidak lah terlalu luas tapi sekarang, tingkat kultivasinya sudah mencapai alam Dewa Kaisar, otomatis kekuatannya juga sangat besar. Meski begitu, Ye Chen hanya menggunakan setengah kekuatannya saja, Ye Chen tagu sampai batas mana harus melakukannya.
"Lari! selamatkan diri kalian!"
"Oh tidak! jangan lari, gabungkan kekuatan."
Tidak peduli bagaimana usaha Fang Yang dan kawanannya, semua sia-sia di bawah tekanan suhu api yang sangat panas. Energi pedangnya menguap begitu saja saat bola-bola api yang terbentuk dari ribuan bola api kecil turun dari langit.
Fang Kun pun sama, tinjunya yang sangat dia banggakan hancur saat tekanan dahsyat ini turun.
Hanya satu pukulan untuk melenyapkan jenius dari sekte Api Langit dan Istana Ilusi beserta murid-murid pengikut mereka. Hilang tak berbekas.
"Untung saja aku mengurangi kekuatannya, kalau tidak cincin mereka pasti rusak." ucap Ye Chen sambil melambai, mengambil harta rampasan yang kini tak bertuan.
Setengah dari puncak bukit kecil itu pun hancur, bahkan tungku terbalik yang tadinya tertutup seperti batu itu kini hancur sebagian dan menampilkan bentuk aslinya. Memang terlihat seperti tungku pemurnian.
Di sisi yang terbuka ini terdapat rune-rune unik yang kuno.
Pertempuran ini juga mempengaruhi pertempuran antara Hong Shin dan anggota dari sekte Api Langit dan Istana Ilusi.
Perlu diketahui, puncak bukit ini tidak terlalu luas sehingga dampak pertempuran itu hampir bisa dirasakan semua yang ada di sana.
"Senior memang sangat kuat." gumam Hong Shin kagum, lalu melanjutkan pertempurannya yang sempat terhenti. Dia yang tadinya sangat kewalahan seolah mendapat suntikan semangat baru. Ye Chen sangat kuat, dia yang menjadi pengikutnya sudah pasti tidak boleh lemah, jangan sampai menjadi beban. Dia harus menunjukkan bahwa dia mampu.
Ini yang dipikirkan oleh Hong Shin sehingga tanpa memikirkan jumlah lawan yang banyak, dia tetap menyerang dengan seluruh kekuatannya. Sementara itu lawan-lawannya sendiri mulai mundur ketakutan, ketua mereka telah menjadi abu dan bagaimana kalau Ye Chen tiba-tiba datang membantu temannya?
Yang sekarang tinggal di bukit hanya Ye Chen, Hong Shin, murid-murid sekte Pengobatan Ilahi serta beberapa kultivator lain.
"Senior, bukankah ini tungku pemurnian?" Hong Shin yang sudah memulihkan diri bertanya untuk memastikan tungku terbalik.
Hong Shin bukan alkemis jadi tidak terlalu mengetahui dunia alkimia.
"Aku rasa begitu. Coba kita lihat dulu." ucap Ye Chen. Kemudian Ye Chen berjalan lebih dekat dan mengamati rune-rune kuno ini, mencoba memahami tapi tetap tidak punya ide sama sekali.
Bahkan ketika dia menyentuh dan sesekali memukulnya pun tidak ada apapun yang terjadi.
"Saudara, bagaimana kalau kita memecahkannya bersama?"
Tepat ketika Ye Chen ingin bertanya pada Jing, sebuah suara yang terdengar sangat ramah terdengar dari belakangnya.
Murid-murid sekte Pengobatan Ilahi? apakah dia tidak salah mendengar, mereka ingin bekerjasama.
"Bagus, bagus sekali! ketika kami mengalami masalah, kalian bersembunyi seperti tikus dan ketika kami berhasil kalian muncul seperti jamur di musim hujan."
"Apa kalian punya masalah dengan otak kalian? apa ada sesuatu yang begitu enak dan gratis di dunia ini?"
Hong Shin cukup peka, dia langsung berbicara lantang ketika melihat Ye Chen malas berbicara itu. Tidak ragu dan sungkan, langsung mengatakan apa yang memang ada di dalam pikirannya.
Hong Shin memang kesal dengan murid-murid ini, mereka telah saling mengenal sebelumnya dan jelas berasal dari tempat yang sama tapi tidak mau ikut susah. Sekarang malah ingin mengambil bagian setelah situasi aman.
Benar-benar tidak tahu malu.