Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Bertemu Masalah


Pria yang ditanya oleh Yao itu kembali menggeleng sedih.


"Tuan muda, entah apa yang mereka cari. Banyak teman-teman kami yang tewas dan sebagian lain lari menyelamatkan diri."


Yao terdiam, selama ribuan tahun hal ini tidak pernah terjadi. iblis Serigala hijau itu bukan apa-apa bagi Yao dan pasti orang-orang nya juga bisa mengalahkan nya dengan mudah.


"Tunggu, tadi kamu bilang pandangan dan jiwa kalian bergejolak?" pria itu mengangguk pelan. "Pasti ada yang memimpin mereka, Serigala hijau itu tidak mungkin bisa sekuat itu."


"Tuan muda, aku ingat satu hal, tidak tau ini bisa menjadi petunjuk atau tidak."


"Katakan."


"Sebelum Iblis Serigala hijau itu datang, kami merasa udara menjadi lebih dingin, Sama-sama terlihat ada kabut hitam pekat tuan."


"Apa kamu yakin?"


Pria itu tidak menjawab, dia terlihat ragu.


"Rasa iblis? apa mereka mulai bergerak lagi?" gumam Yao. Ia lalu mengeluarkan kristal komunikasi untuk menghubungi sepuluh kelompok yang menyebar.


"Jika kalian merasa ada yang tidak beres, atau melihat kabut hitam, sekecil apapun, laporkan dan tinggalkan tempat itu."


Wilayah ini adalah wilayah yang sangat luas dan menjadi tambang sumber daya beberapa keluarga kuat tersembunyi. Salah satunya adalah keluarga Yue, yang lainnya adalah keluarga lain, dari alam lain tapi mereka tidak pernah bersinggungan karena masing-masing memiliki tempatnya sendiri. Meskipun kadang memang ada konflik kecil.


Beberapa hari setelahnya, sepuluh kelompok itu telah kembali, masing-masing kelompok terlihat membawa sekelompok orang lagi, mereka ini adalah yang dicari dan ingin diselamatkan oleh Yao.


"Tuan muda, orang-orang kita masih terkonsentrasi di satu titik namun kami sama sekali tak bisa masuk ke sana. Aura pekat dan dingin memaksa kami menyerah."


Salah satu kelompok melapor pada Yao, "Apa kalian yakin?"


Sebelum menjawab, kelompok itu saling pandang, tapi tak lama kemudian berkata dengan sangat pelan. "Maaf tuan muda, bukan kami tidak yakin tapi dari deteksi yang kami lakukan, kristal komunikasi berada di sana."


"Pulanglah terlebih dahulu, bawa semua orang dari sini dan tutup tambang. Lainnya, ikut aku."


"Kakak Yao apa kau merasakannya?"


Yao menganggukkan kepalanya, "Kalau firasatku benar, berarti kekacauan ini ada hubungannya dengan orang itu."


"Yue, kalau keadaan sudah tidak bisa terkendali, kau pulanglah lebih dulu."


Yue mengangguk pelan, ini adalah pertama kalinya Ia terlihat menurut patuh. Sejak menginjakkan kakinya di tempat ini, dia juga sudah merasa ada aura yang mencekam tapi tidak tau asalnya dari mana.


"Tuan muda, di sana tempatnya."


Yao memeriksa area yang ditunjuk bawahannya, "Mereka di sana." ucapnya pelan lalu mencoba menyentuh kabut hitam pekat yang menghalang di depannya.


"Sial! kita pulang. Yue, kirim pesan pada ayah, kita butuh pasukan yang lebih kuat."


"Hehe kenapa buru-buru? apa kalian tak ingin menyapa?"


Sesaat setalah Yao memberi perintah, terdengar suara diikuti datangnya kabut yang yang kemudian berubah bentuk menjadi padat.


"Hujan meteor."


Yao membalas ucapan orang di depannya dengan sebuah serangan mematikan, ratusan api besar turun dari langit membawa panas yang seolah tak berujung.


"Keluarga Phoenix!" orang itu kaget, Ia tak menyangka Yao dari alam Phonix, alam yang memiliki garis keturunan Phoenix Api.


Pria itu menggosok kedua tangannya lalu mengangkat ke atas menghadang jurus Yao.


"Terlambat." gumam Yao, tangannya sedikit melambai dan angin yang sangat panas menerjang ke depan.


Yue pun tidak ketinggalan, Ia juga melambaikan lengannya diikuti semua bawahan. Angin gelombang yang sangat panas menerjang, pria yang mencoba menahan teknik hujan meteor itupun tewas menjadi abu.


Gelombang angin panas tidak berhenti, itu terus menyapu kabur hitam sampai hilang.


Tanpa di komando lagi, seratus bawahan Yao melesat cepat dan mengamankan semua orang yang terperangkap di balik kabut. Kemudian keluar dan langsung pergi dari tempat itu.


Semua dilakukan dalam hitungan detik, posisi tawanan itu telah dikunci jadi tidak susah untuk menyelamatkan mereka.


"Kita beruntung orang itu tidak ada di sana. Ras iblis ini benar-benar sangat berani." Yao terlihat sangat geram.


Tadi Yao dengan sengaja menekan auranya dan meminta Yue untuk pulang agar terlihat takut untuk memancing iblis penjaga keluar, beruntung siasat ini berjalan dengan sangat baik sehingga mereka semua bisa pulang.


"Kak Yao, aku tidak mengerti. Kenapa iblis penjaga itu sangat lemah? sedangkan aura yang aku rasakan tadi, sangat kuat."


"Yue, aura itu milik elit dari kekuatan utama ras iblis. Bahkan jika rencana tadi tidak berhasil, aku tetap memutuskan untuk pulang."


"Kakak kalah kuat?"


Yue sedikit sangsi, Yao itu sangat kuat, dia tidak mungkin kalah.


"Aku tidak khawatir jika hanya satu yang muncul, tapi bagaimana kalau yang muncul tenyata lebih dari satu dengan kekuatan yang sama? Sudahlah, kita pulang dulu dan laporkan ini pada ayah."


Di tempat lain.


Brak!!


"Kalian sungguh tidak berguna, menjaga tawanan saja tidak becus. sial! benar-benar bodoh!"


"Tuan muda, mereka dari alam Phonix Api. Mereka..."


"Bodoh! bagaimana dengan dua kelompok lainnya?"


Dengan wajah ketakutan, penjaga itu berkata dengan gugup. "Dua lainnya telah telah dibereskan dan semua tambang sudah disimpan."


Ada sekilas senyum terlihat di mulut pemimpin itu, "Bereskan sisanya, setelah itu kita pulang."


Setelah penjaga itu pergi, satu sosok muncul lagi. "Tuan muda, benda itu tidak ditemukan, mungkin itu hanya rumor saja lalu...."


"Katakan!"


"Kraten telah tewas."


Bress...


"Kumpulkan semuanya dan bantu bereskan sisa tambang. dua hari lagi, kita musnahkan penyusup ini."


Sementara itu Ye Chen dan rombongan saat ini telah melewati laut mati. Hamparan pegunungan yang indah menyambut mereka. Lalu dua hari kemudian, mereka telah melewati pegunungan ini.


"Tuan muda, itu perahu terbang nya."


Pyarr!


Tanpa mengucapkan apa-apa tuan muda itu melambai dan serangkum angin yang tajam menampar perisai. Tindakan ini diikuti kekuatan lain dari dari bawahannya, menargetkan perahu terbang.


Di atas perahu terbang.


Ye Chen dan yang lain tidak kaget, mereka sudah memperhitungkan ini. Hanya saja Ye Chen agak kaget dengan aura yang yang dari bawah itu.


"Siapkan panah kalian, lalu semua lompat ke bawah. Atur menjadi beberapa kelompok."


"Ingat! tak satupun yang dibawah sana boleh hidup."


Segera setelah ucapan Ye Chen selesai, ratusan panah ditembakkan dari atas lalu semua orang melompat turun, kecuali Pangrajin Mingdi yang harus menjaga perahu terbang.


Bang, bang, bang!


Lebih dari seratus bayangan melompat, menghasilkan ledakan keras saat mendarat. Lalu, bayangan-bayangan berpencar menjadi sepuluh kelompok. Ye Chen sendiri melompat langsung ke arah tuan muda sambil menekan dengan tinjunya.


Tuan muda mendengus, "Jadi itu kamu...." ucapnya sambil melompat menjauh.


"Pangeran kegelapan?"


Ye Chen bergumam, aura di depannya tampak tak asing.