
"Hahaha aku bisaa, hah ternyata hanya begitu saja," Ye Chen sangat senang, hari ini Ia berhasil membuat membuat perahunya melayang lebih tinggi dan melaju, meski hanya sebentar saja tapi ini merupakan kemajuan yang besar. "Harus segera menemukan kristal yang cocok untuk bahan baku perahu terbang." gumam Ye Chen.
"Pengrajin Mingdi, apa hanya kristal ini saja yang bisa dipakai? apakah ada kristal jenis lain?"
Pengrajin Mingdi memandang memandangi Ye Chen seperti berharap sesuatu, "Pak tuaa... kalau aku bisa menggunakan formasi dari awal, tak mungkin aku mau tinggal di sini dan belajar." ucap Ye Chen yang tau keinginan pengrajin Mingdi.
"Begini saja, aku akan memberikan kitab pengetahuanku tentang kendaraan terbang dan cara menempa senjata. Jangan memandangnya sebelah mata, kitab diturunkan dari leluhurku." rayu pengrajin Mingdi.
Ye Chen mengernyit, Ia memang jujur menemukan celah itu begitu saja, sama sekali bukan karena memang sudah mengetahuinya. "Lalu apa yang akan kuberikan padamu? formasi untuk perahu terbang itu saja sudah kuberikan padamu."
"Tuan Ye bagaimana kalau anda memperbaik formasi pada perahu terbang buatanku hehe...."
Untuk menghentikan rayuan pengrajin Mingdi, akhirnya Ye Chen setuju, tidak ada salahnya untuk berbagi pikirnya. "Baiklah, aku akan melakukan yang terbaik tapi aku tidak menjamin hasilnya akan sesuai dengan harapanmu."
"Terima kasih tuan Ye, ini kitab yang aku maksud." pengrajin Mingdi sangat senang, Ia bukan orang bodoh, meskipun Ye Chen mengatakan hasilnya mungkin tidak sesuai dengan yang diharapkan tapi dalam pandangannya sebagai orang yang mengerti hukum formasi, Ia yakin hasilnya akan jauh lebih baik.
Seminggu berlalu, hukum formasi pengrajin Mingdi sudah jauh lebih maju, naik satu tingkat. Sementara Ye Chen masih belum juga bisa menerbangkan perahu terbangnya. Sampai suatu hari ketika Ia secara tak sengaja mengambil kristal hitam yang menangkan di pelelangan.
Saat itu Ye Chen membawa batu hitam ini ke bagian kemudi, batu hitam itu bergetar halus. "Eh, mungkinkah?" gumam Ye Chen lalu memasukkan batu hitam ke dalam cekungan di bagian kemudi menggantikan kristal yang sudah ada.
Batu hitam yang ternyata adalah sebuah kristal hitam itu berdengung pelan. "Tak pernah kusangka, ternyata batu ini adalah kristal hitam untuk perahu ini." Ye Chen sangat senang, apalagi setelah Ia mencoba mengaktifkannya.
Wungg...
Perahu terbang berdengung lembut dan perlahan melayang lalu terbang. Kali ini tak ada hambatan sama sekali, Ye Chen bisa membawanya terbang tinggi dan jauh.
"Patriark, orang macam apa yang anda bawa ini? bakatnya sungguh menakutkan?" di bawah, pengrajin Mingdi bertanya pada patriark Xiao yang datang bersama Jiang Kun dan He Liang.
"Jangan tanya, aku juga baru mengenalnya dari saudara Jiang Kun."
Jiang Kun yang mendengar ini juga berkilah, "Aku juga dikenalkan oleh senior He Liang."
He Liang yang juga ada disitu menggeleng, "Jujur saja, akupun baru mengenalnya."
Pengrajin Mingdi melanjutkan bahwa bakat Ye Chen dalam tehnik formasi jauh melebihi dirinya. "Patriark, apa anda tau tingkat kultivasinya?"
"Aku hanya bisa melihatnya di tingkat Langit tinggi tapi aku yakin Ia lebih dari itu dan aku curiga bakatnya dalam alkimia tidak kalah dalam formasi."
"Benar sekali patriark, tuan Ye tidak menceritakannya tapi aku yakin pemimpin dimensi kristal roh telah dinunuh olehnya dan pemimpin dimensi itu di tingkat Suci awal."
"Mungkin Ia memakai sebuah artefak untuk menyembunyikan kultivasinya." sahut patriark Xiao.
Sementara pengrajin Mingdi manggut-manggut, "pantas saja dia seolah tidak pernah kehabisan kristal roh ungu saat mengisi daya pada kristal perahu terbang."
Begitulah, mereka membahas tentang Ye Chen, termasuk membahas masalahnya dengan sekte Pedang Langit sekte Teratai tempat He Liang berasal.
Dari atas, perlahan Ye Chen mendaratkan perahu terbangnya dan melompat turun. Raut bahagia tak pernah lepas dari wajahnya, seperti anak kecil yang yang mendapat mainan baru. "Ayo semuanya, aku akan mengajak anda semua jalan-jalan. Jiang Kun bisa kau panggilkan anakmu? ajak dia sekalian."
Patriark Xiao menolak dengan halus ajakan ini, bukan tidak mau tapi rasanya dia terlalu tua untuk jalan-jalan. "Jalan-jalan?" gumamnya, seperti anak kecil saja pikirnya. "Aku masih ada urusan, akan kuminta penatua Xiao menggantikan aku."
Di atas perahu terbang. Ye Chen sibuk menyiapkan sesuatu di dapur. Keahlian memasaknya telah meningkat jauh. Berbekal pengetahuannya mengenai tanaman herbal, Ia mencampur masakannya dengan berbagai sumber daya sehingga hasil masakannya berbeda dengan yang. Bukan sumber daya rendahan tapi sumber daya berkualitas tinggi dari kebun di ruang dimensi cincin.
"Saudara Jiang, apa tuan Ye sedang meracik pil?" tanya penatua Xiao yang mencium aroma masakan bercampur herbal.
"Bukan, tuan sedang memasak."
Pengrajin Mingdi ikut bersuara, "Apa tuan Ye masih suka makan?" agak aneh memang kalau kultivator suka makan.
"Bukan suka, tapi hobi makan. Terkadang perjalanan kami harus berhenti hanya karena Ia merasa lapar." jawab Jiang Kun singkat.
Hidangan akhirnya siap, dibantu putera Jiang Kun, Jiang Ji, Ye Chen mengatur semua di atas meja. "Nah panggil yang lain."
Di meja makan.
"Jangan sungkan, ayo kita makan." seru Ye Chen yang mulai mengambil makanannya sendiri sambil mengingatkan Jiang Ji untuk makan yang banyak supaya sehat dan kuat.
Penatua Xiao dan pengrajin Mingdi awalnya hanya makan sedikit, hanya karena menghormati Ye Chen yang menyiapkan semuanya, begitu juga dengan Jiang Kun dan He Liang. Tapi begitu suapan pertama memasuki mulut, mereka semua terdiam, ada aliran energi yang kuat yang masuk bersama suapan makanan.
Energi ini berputar-putar di dalam tubuh, mengisi setiap meridian dan urat syaraf, meregenerasi ulang, membuat badan seketika merasa segar.
Penatua Xiao dan pengrajin Mingdi saling tatap, dan tanpa sungkan langsung menyantap hidangan dengan lahap.
"Bagaiman, enak bukan? ayo, kita habiskan haha."
"Tuan Ye, sejak kapan anda memiliki peralatan memasak di sini?" tanya pengrajin Mingdi heran, Ia bahkan tak pernah melihat Ye Chen pergi.
"Oh itu, baru saja, tadi aku berpikir akan mentraktir semuanya dengan masakanku, jadi aku membelinya."
Acara makan selesai, tidak ada yang beranjak dari tempatnya. terutama Jiang Ji, karena tingkat kultivasinya masih dasar. Jiang Kun langsung membimbing puteranya.
Tingkat Dasar awal... tengah... tinggi... puncak
"Ini...." setiap mata memandang takjub, baru saja Jiang Ji menerobos seperti monster. Hanya dalam satu waktu, Ia barhasil melewati tahapan kultivasi. Hanya sedikit lagi maka Ia akan naik ke tingkat Perak, sungguh luar biasa.