
"Kakak Chen apa kamu tau siapa Baiyun?"
Yue yang mengantar Ye Chen masuk ke dalam bertanya dengan sedikit khawatir.
"Tau, dia Baiyun, tuan muda dari penatua itu." jawab Ye Chen asal, merujuk kepada penatua yang histeris ketika Baiyun tewas.
"Dia bukan penduduk asli alam Phoenix, seperti kebanyakan orang-orang di sini. Aku juga tidak terlalu jelas tapi yang pasti, anggota keluarganya banyak yang sudah naik ke Alam Surga dan tersebar di beberapa sekte kuat yang ada di sana."
Ye Chen merenung sebentar, lalu bertanya pada Yue. "Bisakah kamu jelasan lagi Alam Surga itu?"
Bukan masalah keluarga Baiyun tapi masalah Alam Surga yang membuat Ye Chen sedikit bingung, mungkin sedikit informasi bisa membantunya untuk mengerti keadaan di sana. Seperti niatnya sebelumnya, rahasia Taman Surga tempat gurunya lah yang membuatnya tertarik untuk ikut pergi.
"Aku juga tidak begitu jelas, yang aku tau dimensi itu disebut juga Alam Surga tapi apakah itu benar-benar adalah Alam Surga, aku pun tidak tau."
Ye Chen tidak bertanya lagi, secara umum, rahasia alam atas memang selalu menjadi misteri. Tak ada informasi yang cukup tentan itu. Bukti paling nyata adalah seseorang tidak akan bisa ke sana begitu saja. "Aku jadi penasaran, bisakah aku membuat portal seperti yang ada di alam Langit?" pikir Ye Chen.
"Kak Chen, satu lagi, sepertinya Giro tidak bisa ikut. Alam itu secara alami akan menolak apa pun yang tidak berhak untuk naik."
Ye Chen tidak begitu kaget mendengar ini, dari evaluasi yang Ia buat, ada kemungkinan hal ini terjadi tapi itu tak mengira akan benar-benar terjadi. Hal ini pun sudah Ia rundingkan sebelumnya dengan Giro.
"Aku tidak mengganggu lagi, aku pergi dulu."
Selepas Yue pergi, Ye Chen memanggil Giro. "Tuan, dugaan kita memang betul. Kalau begitu aku akan melanjutkan rencana sebelumnya."
"Selain itu cobalah untuk mencari jalan ke Alam Surga, entah kenapa aku punya firasat sesuatu yang besar akan terjadi."
"Baik tuan, kalau begitu saya akan pergi sekarang. Saya hanya berharap tuan bisa berhati-hati di sana. Aku pernah mendengar alam yang lebih tinggi penuh dengan misteri."
Sebelum pergi, Ye Chen memberikan semua cincin penyimpanan nya kepada Giro. Kecuali cincin Semesta warisannya, dia punya keyakinan bahwa itu tidak akan ditolak.
Ada satu cincin penyimpanan yang secara khusus Ye Chen berikan, itu berisi teknik kultivasi dan sebuah token teleportasi khusus yang berisi aura nya. Dengan begitu, Giro akan bebas keluar masuk ke semua portal, itu seperti dia sendiri yang bepergian.
Hari keberangkatan pun tiba, semua berkumpul di dalam Menara Api.
Tianmeng lalu mengaktifkan tanda yang langsung terhubung ke langit, menunggu restu dari langit. Dua helaan nafas kemudian, sebuah kilatan cahaya muncul, menyelimuti Menara Api, membungkus para kandidat lalu menghilang. Meninggal kan cuaca yang kembali cerah seperti semula.
"Yue, jaga dirimu baik-baik." Tianmeng menghela nafas sebelum berjalan kembali ke kediamannya.
Weng
Sepanjang perjalanan, Ye Chen melebarkan matanya berusaha mengamati keadaan kehampaan. Dari penglihatan nya, kehampaan itu identik dengan kehampaan yang telah dia pahami, perbedaan nya mungkin terletak pada kekentalan ruang hampa.
"Cahaya ini mampu melindungi dari hentakan ruang hampa, tunggu dulu, mungkinkah aku bisa keluar dari sini?"
Berpikir kesana, Ye Chen mencoba meraih cahaya itu namun, Ia segera menggeleng ketika menyadari bahwa cahaya yang seperti benang-benang itu sangat ulet dan tidak mungkin keluar atau masuk dari sana. Mungkin seperti hukum absolut, hukum mutlak dari kekuatan alam.
Getaran halus kembali terdengar ketika mereka akhirnya tiba di tujuan dan sekali lagi Ye Chen berusaha memegang benang-benang cahaya itu.
"Oh ini bahkan lebih lembut. Jadi begitu, memang sangat berbeda dengan."
Yang Ye Chen pahami sekarang adalah perbedaan mencolok antara kehampaan yang barusan Ia lewati dengan kehampaan yang selama ini Ia rasakan ketika melintasi portal di antara tiga alam. Alam bawah, tempat desa Ye berada, alam tempat Puteri Jia, alam tempat wilayah Ye dan alam tempat akademi Langit berada.
Pun begitu dengan kehampaan dimana Ia sering bepergian dengan cara merobek udara dan membuat portal-portal penghubung yang kecil si suatu tempat, contohnya adalah ketika bepergian antara desa Ye dan sekte Chu di utara maupun sekte Du di timur.
"Yeah, semua memiliki keadaannya sendiri. Mungkin aku bisa membuat satu tapi itu bisa sangat sulit, hmm... "
Ucap Ye Chen dalam hati, sampai-sampai tak sadar mereka sudah tiba di depan sebuah tembok yang sangat kokoh, tinggi dan memancarkan aura kekuatan.
"Kakak Chen, kita telah tiba di sekte Api Abadi." Yue membangunkan Ye Chen dari pikirannya.
Seorang pria yang mengenakan baju berwarna biru lalu keluar dari dalam sekte dan membawa rombongan Ye Chen ke sebuah gedung.
"Dua hari lagi akan ada pemilihan untuk menentukan status murid sekte, kalian tidak diperkenankan untuk keluar dari gedung sebelum pemilihan dilakukan."
Pria berseragam biru mengingatkan sekali lagi lalu berlalu dari sana.
Dua hari berlalu begitu saja dan seperti pesan dari pria berseragam sebelumnya, mereka semua keluar dan berkumpul di depan gedung lain.
"Berapa banyak calon murid di sekte ini?" Ye Chen berdecak antara kagum dan tak percaya, bagaimana tidak, saat memasuki area ini, lautan manusia memenuhi area.
"Selamat datang calon murid sekte Api Abadi." Sebuah suara bergema di seluruh area. "Untuk menjadi murid sekte, kami akan melakukan serangkaian tes yang akan menentukan posisi murid."
Penatua itu menjelaskan lebih lanjut, murid yang lulus dengan hasil yang memuaskan akan langsung menjadi murid dalam, selanjutnya ada murid luar dan berikutnya adalah murid terluar atau murid pekerja.
Setiap tingkatan ini berhak mendapatkan sumber daya dan yang paling baik adalah murid dalam. Selain memiliki sumber daya melimpah, juga akan diberikan tempat tinggal khusus untuk peringkat satu sampai sepuluh.
Ada satu level murid lagi yang tempatnya spesial di dalam sekte, yakni murid inti. Namun untuk menjadi murid inti sangatlah berat, salah satu syaratnya adalah menjadi sepuluh besar di antara murid dalam.
Murid inti juga diperbolehkan mengambil satu orang murid pendamping dari murid-murid luar ataupun murid-murid pekerja.
"Baiklah, tes pertama adalah menentukan seberapa besar bakat kalian dalam mengolah api. Silahkan berbaris di depan bola kristal api, letakkan tangan di atasnya. semakin terang bola kristal maka semakin besar bakat anda."
"Mulai!"
Semua berbaris rapih di depan sepuluh bola kristal. "Adik Yue, kamu harus masuk murid inti tapi ingat jangan terlalu mencolok, tidak perlu sampai membuat gempar."
"Eum aku mengerti."