
Tiga hari berlalu begitu saja, Ye Chen telah menyiapkan beragam macam pil sebagai cadangan untuk memasuki hutan mati.
Ye Chen adalah peramu pil, dengan banyaknya sumber daya yang dimilikinya sekarang, membuat pil bukan lagi menjadi masalah. Baik, saatnya berangkat.'
Hong Shin juga sudah keluar, tiga hari ini sudah cukup baginya untuk memulihkan diri dan kembali ke kondisi puncaknya.
Di hutan mati. Sudah banyak orang berkumpul, dari sebelumnya yang hanya berjumlah puluhan, kini meningkat menjadi ratusan bahkan ribuan. Beberapa bahkan sudah masuk sementara yang lain masih menunggu di tepi hutan, menunggu kelompoknya berkumpul.
"Senior, berita hutan mati ini sepertinya menyebar terlalu cepat."
"Jangan khawatir, semua memiliki kesempatan yang sama. Aku hanya berpikir kenapa kita bisa tersesat sampai kesini, aku tidak ingat pernah melewati tempat ini sebelumnya." ujar Ye Chen yang masih bingung. Sebelumnya dia dan Hong Shin menyusuri jalan mereka datang tapi berakhir di area hutan mati.
"Mungkin dimensi ini mengalami pergeseran."
"Ya, kamu benar, itu mungkin jawaban satu-satunya. Sudahlah, ayo kita masuk."
Sesaat kemudian, dua sosok ini berjalan dan menghilang ke dalam hutan mati.
Hutan mati sebenarnya bisa dimasuki dari mana saja tapi secara kebetulan, pintu yang Ye Chen dan Hong Shin masuki ini adalah pintu yang paling aman, setidaknya tidak membutuhkan usaha yang berat. Dibandingkan sisi lainnya yang berbatasan langsung dengan lembah atau ngarai besar atau batas lainnya yang merupakan rawa besar.
Ini tidak seperti pintu pada umumnya, hanya saja areanya terlalu kecil sampai menyerupai sebuah pintu. Di sisi lain pintu ini ada fluktusai udara yang aneh sehingga orang akan otomatis memilih pintu ini untuk masuk ke dalam hutan mati.
"Siapa orang ini? berani sekali mereka masuk hanya berdua saja."
"Aku juga tidak tahu, biarkan saja."
Orang-orang mulai membicarakan Ye Chen dan Hong Shin karena menganggap mereka terlalu ceroboh memasuki hutan mati berdua saja sementara yang lain paling tidak beranggotakan lima puluh orang.
Suara menggelegar terdengar dari jauh, sesaat kemudian, muncul sosok pria muda yang membawa keangkuhan dan aura pemimpin. Ini adalah Fang Kun, jenius dari Istana Ilusi.
Mendengar seruan ini, kerumunan terlihat menggeliat, lalu sekitar seratus orang memisahkan diri dan bergabung dengan Fang Kun. Mereka ini adalah murid-murid Istana Ilusi.
Fang Kun sendiri terlihat tidak begitu baik, beberapa murid Istana Ilusi sebelumnya tewas saat bertempur dengan hewan buas saat memperebutkan buah Bunga Hitam. Tak lama kemudian, kelompok Istana Ilusi memasuki hutan mati.
Setelah Fang Kun dari Istana Ilusi memasuki Hutan? Mati, berturut-turut datang juga kelompok lainnya, Fang Yang dari sekte Api Langit juga telah datang dan membawa murid-murid sekte bersamanya.
Sedangkan orang-orang yang datang secara mandiri, yang tidak mempunyai kelompok sendiri segera membuat grup dan menyusul yang lainnya masuk. Tapi tetap saja ada yang masuk dengan mengandalkan kekuatan sendiri, tidak terikat dengan aliansi manapun.
Area kecil itu pun sepi, tak ada satu orang pun yang tersisa di sana. Ribuan kultivator telah masuk, mencoba meraih kesempatan. Namun, aura gelap tiba-tiba saja muncul di area kecil ini.
"Pangeran, apakah kita terlambat?"
"Tidak ada kata terlambat, manusia-manusia bodoh itu hanya akan menjadi persembahan leluhur."
Pria muda inilah yang membawa aura gelap, tumbuhnya ditutupi sisik yang hitam, ini adalah perisai khusus. "Pakai perisai kalian."
Berturut-turut lima puluh orang yang datang bersamanya memakai perisai hitam bersisik. sama seperti pemuda yang menjadi pemimpin mereka.
"Pangeran, apakah benar ini adalah warisan leluhur?"
"Semoga saja, dari seluruh tempat di dimensi ini, hanya Hutan Mati ini yang sangat cocok dengan prediksi yang mulia."
"'Warisan ras Iblis, ayo masuk!"