PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
SN 87


Faisal menyetir mobil dengan pandangan menerawang ke depan. Sesekali menggelengkan kepala mengembalikan konsentrasi. Mobilnya tadi sempat melenceng dari jalur dan hampir menabrak trotoar akibat kurang konsentrasi, jangan sampai hal itu terulang lagi. Ia benar-benar galau.


Benarkah Zalfa sudah melupakannya dan menggeser posisinya dengan pria lain? Sampai detik ini, pertanyaan itu terus menyumpal di kepalanya. Dan sekarang ingin sekali ia bertemu dengan Zalfa. Banyak sekali yang ingin ia tanyakan disamping untuk melepas rindu yang telah sekian lama membuncah.


Faisal mengusap wajah kasar, sesekali memukul bundaran setiran. Batinnya mulai kacau. Sebenarnya ia ingin tetap tenang. Tapi apalah daya, sepertinya hasutan syetan lebih dahsyat dari imannya. Melihat Zalfa menikah dengan lelaki lain, rasanya dadanya menjadi panas dan risau.


Bagaimana caranya ia sanggup melupakan wanita yang amat dicintainya itu. Setelah menikah, Zalfa akan tinggal serumah dengan Arkhan dan setelah itu…. wanita yang sangat ia cintai itu akan berbulan madu dengan lelaki lain. Ah, pikiran Faisal semakin kacau dan melayang kemana-mana.


Sementara ban mobil terus melaju.


Ponsel di dashboard tidak henti berbunyi. Lelah mendengar suara berisik, akhirnya Faisal menyerah setelah membiarkan deringan ponsel berbunyi tanpa henti. Ia menjawab telepon tanpa nama, sebab belum ada daftar nama di ponsel barunya itu. Kartunya juga baru meski nomornya masih menggunakan yang lama. Balqis begitu cepat mengurus semuanya termasuk ke grapari hingga Faisal mendapatkan ponsel baru dan nomor lamanya itu.


“Halo!”


“Bapak Faisal? Benar ini Bapak Faisal?”


Faisal masih ingat suara yang tidak asing itu. Tak lain seseorang yang menjabat posisi manager di hotel miliknya.


“Ya, benar.”


“Syukurlah Bapak kembali. Kami turut bahagia. Kami sudah mengirim beberapa ucapan dan bunga sebagai rasa turut bersyukur atas kembalinya Bapak.”


“Terima kasih.”


Faisal memencet tombol merah dan otomatis perbincangan terhenti. Dan saat itu Faisal langsung melihat ada banyak notifikasi yang muncul di layar ponselnya, terutama di berbagai media sosialnya, juga pesan dan panggilan tidak terjawab. Semuanya mengucapkan syukur atas kembalinya putera dari pemilik hotel ternama.


Seharusnya Faisal terharu dengan semua itu jika kondisi batinnya dalam keadaan normal. Sayangnya ia tidak bisa merasakan haru akibat kegalauan yang menyerang.


***


Pagi itu Zalfa keluar dari kamar mandi. Baru saja ia selesai mandi. Gamis putih telah membalut tubuhnya, tangannya menenteng handuk. Rambutnya yang hitam dan panjang tergerai karena masih basah setelah keramas.


Arkhan membuka pintu kamar dan masuk. Pria itu tampak terburu-buru sekali, namun gerakan tubuhnya terhenti ketiak manik matanya menemukan bidadari yang kini ada di depan matanya. Zalfa terlihat sangat cantik dengan penampilan wajahnya yang natural. Bahkan Arkhan kini dapat melihat rambut indah yang biasanya tertutup hijab.


Zalfa deg-degan mendapati tatapan Arkhan yang berbeda. Ia buru-buru mengalihkan pandangan, kemudian segera membuka lemari dan mencari jilbab. Namun karena gerakannya tergesa-gesa, jilbab yang ia cari pun tidak ditemukan. Ia menjadi gugup bukan tanpa alas an, melalui ekor matanya, ia tahu Arkhan sedang memperhatikannya.


“Ini yang kamu cari?” tanya Arkhan.


Zalfa menoleh ke arah Arkhan dan melihat pria itu sedang memegangi jilbab berwarna putih.


TBC


Ada yang tahu nggak apa artinya TBC?


TBC adalah To Be Continued, artinya cerita ini masih bersambung.


Di cover memang tertulis End, itu untuk cerita pacarku dosen


Selama masih ada tulisan TBC di akhir cerita, berarti cerita ini masih bersambung?