PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
111. Isak Tangis


“Alfa. Alfa…” Hanya kata itu yang sanggup terucap dari bibir Cyra yang bergetar, disela isak tangisnya.


“Iya. Iya, aku tahu. Kamu nggak pa-pa, kok. Kamu baik-baik aja. Aku bersamamu.” Zaki berusaha menenangkan. Tangan kanannya mengelus rambut lurus Cyra yang tergerai di punggung. Perasaan Zaki berkecamuk mendengar isakan Cyra yang begitu pilu. Baru kali ini ia mendengar Cyra, gadis lincah itu menangis sepilu itu. Zaki memahami ketakutan Cyra, karena kegadisannya baru saja terancam.


“Zaki aku nggak mau sendirian. Alfa menakutkan.” Cyra masih terisak, gadis itu membenamkan wajahnya di dada bidang Zaki.


“Tenanglah. Alfa udah pergi. Aku melihat kaca balkon kamarmu pecah, makanya aku langsung lari ke sini. Dugaanku benar, ada masalah denganmu. Dan Alfa nggak sempet ngelakuin apa-apa. Jadi, kamu tenang, ya! Aku janji akan ngejagain kamu.” Zaki membisikkan kata-kata itu di telinga Cyra. Berharap gadis itu akan merasa tenang dan tangisnya terhenti.


Namun tidak. Tangis Cyra tetap tersedu-sedu. Sebenarnya dalam hati Cyra sedang bersyukur karena tujuannya melempar kaleng minuman ke kaca balkon akhirnya membuahkan hasil. Berharap Zaki yang sering ngejogrok di balkon rumahnya melihat kejadian itu. Dan benar saja, Zaki melihat kejadian itu dan segera datang ke rumah Cyra.


“Alfa berusaha ngerusak kehormatanku. Dia hampir nyentuh aku. Dia mau merenggut itu dari aku. Dia hampir ngebuat aku nggak virgin lagi.” Cyra mengadu.


Zaki memegang lengan Cyra hendak melepaskan lingkaran tangan itu di punggungnya, namun saat ia menarik lengan itu, Cyra malah mempererat pelukannya.


Zaki jadi deg-degan. Kepalanya mendadak pusing. Takut kalau-kalau kedua orang tua Cyra datang dan memergoki keadaan mereka yang seperti sekarang. Bisa berabe kalau benar itu terjadi.


Haduuh… bagaimna caranya membuat Cyra merasa tenang? Ada permen lollipop nggak? Ah, apa mungkin Cyra bakalan diam kalau disodorin permen lollipop? Memangnya Cyra anak kecil yang kalau menangis akan langsung diam saat diberi permen lollipop? Hadeuh… Otak Zaki malah jadi buntu. Cyra kalau nangis lama banget. Zaki juga bukan ahlinya dalam mendiamkan cewek nangis.


“Cyra, kamu nggak apa-apa, kok. Semua baik-baik aja.”


Nah, kalimat itu lagi yang keluar dari mulut Zaki. Apaan, sih? Zaki merasa nggak keratif banget.


“Sekarang kamu jangan nangis lagi,” bujuk Zaki yang sudah kehabisan kata-kata.


Cyra tidak bergerak dari tempatnya. Kelihatannya Cyra nyaman banget nyender di dada bidang Zaki.


“Cup cup cup… diem! Jangan nagis terus.” Entah kalimat apa yang Zaki lontarkan. Berasa sedang mendiamkan anak kecil saja.


Aha… Zaki ada ide. Seperti ada bola lampu muncul di kepalanya.


“Kalau kamu nggak mau diem, aku cium nanti!” ancam Zaki.


Zaki tersenyum tipis. Senyuman jahil yang jika dalam keadaan normal, seharusnya Cyra mengaguminya. Tapi sekarang Cyra tidak punya waktu untuk mengomentari senyuman manis Zaki. Ia sedang fokus dengan tangisannya.


“Ya udah, kamu buruan pake baju. Nggak enak kalau diliat mama sama papamu. Entar dikira yang enggak-enggak lagi.” Zaki memegang kedua lengan Cyra untuk melepas lengan kecil itu dari tubuhnya.


“Zaki, Cyra?”


Sontak pandangan Zaki dan Cyra tertuju ke sumber suara yang memanggil. Andini dan Farhan berdiri di ambang pintu dengan alis terangkat. Kemudian pandangan keduanya tertuju pada benda-benda yang berserakan di lantai. Kamar Cyra benar-benar seperti kapal pecah.


Oh my God! Nah, kan benar! Akhirnya kepergok dalam keadaan begini! Muka Zaki memanas dan ia langsung melepas lengan Cyra.


Tbc


Nah, sambil nunggu updetan, kalian bisa baca ceritaku yg lain judulnya


I AM A VIRGIN.


Ceritanya udah tamat kok, jadi kalian gk perlu nunggu-nunggu endingnya lagi.


ini penampakan covernya



Siapa yg udah baca cerita itu?


Cus, langsung kesana.


kalau biasanya kebanyakan novel nyeritain kisah CEO, pengusaha sukses and bla bla bla, di ceritaku beda sama yg lain.


Awas, jangan baper. Wk wk