
“Eh lha, kalian ngapain berenang pake baju begini?” tanya Andini sembari menyentuh pakaian Cyra yang basah kuyup. “Emangnya nggak sedia baju renang?”
“Keburu ngebet pengen ngerasain kolam renang baru, Ma,” jawab Cyra asal ceplos.
“Pengantin baru ya gini, apa aja jadi. Berenang nggak pake baju renang juga bisa.”
“Mama sama Papa kenapa nggak bilang dulu kalau mau ke sini?”
“Jadi kalau mama ke sini mesti laporan dulu sama kamu? Mama ini kangen sama kamu.”
“Ya elah, baru juga tadi kita ketemu. Pisah juga baru satu jam-an.”
“Mama mau ke sini kapan aja mama mau, sayang. Lagian ini buat kejutan kalian berdua, makanya kami ke sini nggak bilang-bilang.”
“Papa yang punya ide,” sahut Farhan. “Ide papa langsung disetujui oleh Mama Alya dan Papa Surya. Kami pun beramai-ramai datang ke sini.”
“Ooh...”
“Lusa kami pasti juga akan lebih sering kemari,” sahut Alya yang baru saja muncul setelah menyusun makanan ke dalam kulkas.
Ya ampun, perhatian dan rasa sayang mereka semakin terasa nyata setelah anak-anak semata wayang mereka meninggalkan mereka. Cyra merasa sangat berarti.
“Ya udah, kami ke atas dulu untuk tukar pakaian,” ucap Zaki sembari merangkul pundak Cyra.
“Ya ya, pergilah tukar pakaian dulu. Nanti langsung ke ruang keluarga ya, kami tungu di sana. Kita akan makan pizza sama-sama. Mumpung pizza-nya masih anget. Ada pop ice juga untuk Cyra. Keburu cair nanti,” ujar Andini.
“Oke.” Cyra mengacungkan dua jempolnya.
Zaki merangkul Cyra berjalan meninggalkan para tetua dan memasuki rumah. Zaki menyambar satu koper yang tadi ia taruh di ruang utama dan menariknya menuju ke lantai atas, menaiki anak tangga. Satu lengan Zaki masih merangkul pundak Cyra.
Setelah memasuki kamar, Zaki langsung membuka kemejanya. Cyra mencari pakaian di dalam koper. Sepasang untuk Zaki dans epasang untuk dirinya sendiri.
Cyra meletakkan pakaian ganti ke atas kasur. Dengan gerakan cepat, ia bergegas menukar pakaiannya yang basah. Namun belum sempat ia mengenakan pakaian sesaat setelah melepaskan yang basah, kedua lengan kekar Zaki sudah emmeluknya dari belakang.
Cyra membelalak. Fix, ia merasakan dada bidang Zaki yang polos menempel di punggungnya. Bola mata Cyra melirik ke cermin besar di sampingnya. Oh… tepat, Zaki hanya mengenakan sepotong kain kecil.
“Mama sama papa kita ada di bawah, sayang!” bisik Cyra saat wajah Zaki sudah mulai menjelajah.
“Biarin! Kamu sudah membuatku merasa tanggung tadi,” balas Zaki.
“Tapi mereka akan lama menunggu kita.”
“Mereka akan memahami. Aku terlanjur. Jangan tolak aku!” Zaki mempererat pelukannya.
Cyra tak bisa mengelak lagi. Ia juga memiliki hasrat yang sama. Lalu kenapa harus menolaknya? Oke, inilah saatnya Cyra membalas perlakuan Zaki. Menunjukkan kebolehannya dengan ganas.
Mereka tak perduli saat setengah jam telah berlalu dan terdengar teriakan Alya dan Andini dari bawah yang bersahutan memanggil.
“Mereka memanggil kita, sayang!” bisik Cyra.
“Biarin! Nanggung!”
Oke, Cyra melayani saja.
Zaki memilih sofa panjang dan Cyra duduk di sisinya.
“Hmm… Gini nih kalau pengantin baru, ganti baju aja lama banget,” celetuk Alya dengan nada menggoda.
Cyra mengikuti arah pandang Alya dan semua yang ada di ruangan itu, tak lain leher Zaki. Ia tergagap menatap beberapa tanda merah yang tercipta di sana.
Astaga, bagaimana ia bisa sampai tidak menyadari hal itu? Kalau begini caranya, orang tua dan mertuanya pasti menilai bahwa itu adalah bukti keganasannya. Suer, Cyra ingin mencakar-cakar apa saja saat itu.
“Mama yakin setelah ini akan cepet dapet cucu,” ucap Alya dengan girang.
Cyra tersenyum kikuk.
Zaki yang tidak menyadari kondisi lehernya, hanya tersenyum lebar kemudian meraih kepala Cyra dan mengecup puncak kepala wanita itu.
***
THE END
Kaget ya ada tulisan THE END?
Sama. He heee…
Oke guys, kisah antara Cyra dan Zaki berakhir sampai di sini. Siapa yang mau extra part? Jangan unfav dulu biar tahu kalau sewaktu-waktu ada pemberitahuan updetan extra part cerita ini.
And than, jangan lupa baca karya-karyaku lainnya :
**Holy Marriage
I Am A Virgin
My Boss Is My Love
Cahaya Cinta Dari Surga
Only Anna (Suquel Holy Marriage)
Hi Beby
Pacarku Dosen
poin dan koinnya jangan lupa buat disumbangin ke cerita ini yaaah..🥰🥰**
Sampai ketemu next time.
dadaaah...
Love,
Emma Shu