PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
189. Oh.. Kolam Renang


“Pintu depan dikunci nggak?” tanya Cyra ingin keadaan aman.


“Enggak.”


“Kunci sana!” Cyra memperlonggar pelukannya.


Zaki malah mempererat pelukannya. “Nggak ada orang lain selain kita.”


“Kamu yakin aman?”


“Tentu.”


Tanpa banyak tanya, Cyra menarik caruk leher Zaki dan menekan ke arahnya hingga ciuman kembali terulang. Zaki semakin bersemangat. Ia kembali memejamkan mata. Ia mengikuti gerak tubuh Cyra yang melangkah ke kiri, lalu ke kanan, dan kemudian mundur. Hingga akhirnya....


“Aaaaaaa....” Teriakan Cyra tak dapat dielakkan saat ia merasakan tubuhnya terhuyung ke arah belakang dan serasa melayang di udara. Sementara Zaki yang saat itu tengah memeluk erat tubuh Cyra, otomatis ikut terhuyung maju.


Detik berikutnya...


Byuuurr.....


Dua insan yang hampir saja bersenang-senang itu malah kecebur kolam. Kedua tangan Zaki bergerak refleks melepas tubuh Cyra dan otomatis langsung berenang. Sementara Cyra gelagapan dan buru-buru menyeimbangkan tubuh untuk kemudian juga berenang. Hidungnya terasa sakit akibat kemasukan air. Kemudian melakukan gerakan seperti membuang ingus.


Astaga, sial banget. Setiap kali mau melakukan kegiatan jepit menjepit, kenapa selalu saja sial? Pakai acara kecebur kolam segala. Apakaha ini pertanda kalau siang-siang begini nggak boleh begituan kali ya? Cyra menggumam dalam hati. Ia mengangkat wajah dan menatap Zaki yang mendekat ke arahnya. Keduanya berdiri menghadap di jarak dua jengkal saja.


Tanpa aba-aba, Zaki tergelak. Cyra mengeryit menatap tawa Zaki yang terlihat puas.


“Kenapa kamu ketawa?” tanya Cyra.


“Lain kali kalau mau memulai kegiatan kayak yang tadi, jangan di tempat-tempat berbahaya. Kamu nggak liat tadi aku berdiri di tepi kolam? Akhirnya kita jadi jatoh begini.”


“Belum ada kan kegiatan suami istri yang dilakukan di tempat-tempat ekstrim? Justru itu akan coba!” celetuk Cyra ngeles.


“Apa ada rekomendasi tempat ekstrim yang bisa kita coba?”


Pertanyaan konyol. Cyra mendengus.


“Di atas kompor gas yang menyala,” jawab Cyra asal.


Zaki sontak tertawa.


“Boleh juga.” Zaki pun menyeletuk asal. “Tapi lebih asik kalau di dalam air. Seperti sekarang ini.”


Heh? Bisa ya? batin Cyra bertanya polos.


Zaki menarik pinggang Cyra dan menempelkannya ke arahnya. “Ini adalah bulan madu kita. Kita habiskan untuk bersenang-senang. Okey?” Zaki mengelus rambut Cyra yang basah dibalas dengan elusan pula oleh Cyra di caruk leher Zaki.


Zaki mendaratkan ciuamn di bibir Cyra.


“Selamat pagiiiii....”


Zaki dan Cyra sontak menjauhkan tubuh mereka masing-masing mendengar teriakan keras dari arah pintu.


Sial! Siapa yang masuk tanpa permisi dan mengagngu kegiatan yang sejak tadi tertunda? Zaki menoleh ke sumber suara.


Andini dan Farhan sudah berdiri di pintu. Keduanya membawa beberapa kantong plastik yang kemudian mereka letakkan di meja tepi kolam. Menyusul Alya dan Surya yang muncul dari arah pintu.


Zaki dan Cyra saling pandang.


“Apa mereka melihat kita tadi?” bisik Cyra dengan muka memerah.


“Kalau pun melihat, mereka pasti memakluminya,” balas Zaki santai. “Ayo naik!”


Cyra mengangguk.


Alya dan Andini dengan girangnya duduk di kursi santai tepi kolam renang.


“Lihat nih, apa yang mama bawa untukmu. ada banyak makanan.” Alya meletakkan beberapa kemasan makanan ke meja.


Zaki dan Cyra yang sudah berdiri di antara mereka, memperhatikan dua pasang orang tua yang sedang sibuk membahas makanan yang mereka bawa dan disusun di meja. Mereka juga membawa makanan kemasan seperti sosis, nugeat, bakso dan lain sebagainya yang kemudian Alya bawa dan diletakkan di kulkas.


Sementara para Bapak-bapak membuka minuman kaleng dan meneguknya.


TBC


KLIK LIKE YAAP