
Perasaan Cyra tak nyaman menatap hujan yang turun sangat deras. Entah kenapa seperti ada sesuatu yang membuatnya merasa galau. Seakan-akan langit sedang memberi kabar duka kepadanya, buktinya langit menangis, menumpahkan air sederas-derasnya.
Huh… kenapa Cyra mendadak sedih menatap hujan deras tersebut? Kenapa ia ingin menangis?
Cyra terkejut menatap ponselnya yang tiba-tiba bordering. Ia mengernyit menatap nomer asing yang menelepon. Cyra tidak mau menjawabnya. Pandangannya kembali fokus menatap hujan deras yang jatuh dan mengalir di halaman rumah.
Nomer baru itu tak berhenti menelepon meski sudah beberapa kali menghubungi dan Cyra mengabaikannya.
Cyra masih duduk di kursi teras hingga setengah jam sudah berlalu. Rasanya kakinya tidak ingin meninggalkan rumah Zaki, entah kenapa ia mendadak baper dan ingin terus berada di sana sampai ia melihat sosok Zaki datang kepadanya.
Cyra terkejut melihat seorang pria mengendarai motor memasuki pekarangan rumahnya. Ia bangkit berdiri untuk memastikan siapa pria yang mendatangi rumahnya dengan kondisi basah kuyup. Pria itu menoleh ke kiri kanan, celingukan mencari-cari. Dan ia berhenti celingukan saat pandangannya menemukan keberadaan Cyra.
Cyra mengernyit menatap pria yang tak lain adalah Faiz.
Di bawah guyuran hujan deras, Faiz kembali menunggangi motornya dan mengendarainya menuju ke rumah Zaki dimana Cyra tengah berdiri di teras rumah itu.
Ngapain tuh cowok mesum ngedatengin aku? Cyra menatap waspada pada Faiz yang tengah turun dari motor lalu berlari menaiki teras. Faiz mengusap wajahnya yang dialiri air untuk menyingkirkan tetes-tetes air supaya pandangan matanya lebih jelas.
“Mau ngapain lo ke sini?” ketus Cyra menatap pria bertubuh tinggi itu.
“Ikut gue, Ra!” Faiz menarik pergelangan tangan Cyra.
“Gila lo!” Lepasin!” Cyra memberontak meski kakinya terseret mengikuti Faiz. Tenaga Faiz begitu kuat hingga Cyra tak kuasa melawan, kini Cyra sudah berada di pekarangan rumah dengan tubuh basah kuyup terguyur hujan deras.
“Sori, Ra. Gue buru-buru jadi main tarik-tarik gini.” Faiz melepaskan tangan Cyra.
Gadis itu menatap Faiz tajam merasakan sentuhan air hujan yang mengguyur tubuhnya.
“Percuma minta maaf. Udah terlanjur basah nih.” Cyra melenggang meninggalkan Faiz.
“Ra, lo harus ikut gue.”
“Bodo amat. Lo pikir gue begok mau aja ngikutin lo tanpa alasan yang jelas?” balas Cyra sambil terus berjalan menuju pintu gerbang.
Cyra menoleh bersamaan dengan degupan jantungnya yang berdebam. Zaki? Ada apa dengan Zaki? Kenapa Faiz menyebut nama Zaki?
“Lo jangan atas namakan Pak Zaki Cuma biar bisa nyeret gue ikut sama lo.” Sorot mata Cyra tajam menatap Faiz.
Faiz berlari mendekati Cyra. Dengan tatapan sungguh-sungguh ia berkata, “Apa lo tahu dimana sekarang Pak Zaki berada?”
Cyra diam membisu. Kenapa perasaannya tiba-tiba tidak karuan mendengar pertanyaan Faiz? Dan tatapan Faiz yang tak biasa, membuat Cyra merasa ada sesuatu yang janggal tentang Zaki dan perlu ia ketahui.
“Memangnya lo tahu di mana Pak Zaki sekarang?” balas Cyra.
“Justru itu lo harus ikut gue sekarang.”
“Jangan manfaatin kesempatan ini untuk bisa macem-macem sama gue, Iz.”
“Kesalahan gue yang dulu adalah kesalahan masa lalu, dan gue minta maaf. tapi ini genting.”
“Gue nggak akan ikut lo sebelum lo bilang ada apa dengan Zaki.”
“Oke, gue akan certain ke lo, tapi ini mungkin akan membuang waktu.” Faiz kemudian menceritakan peristiwa yang baru saja terjadi.
TBC
**Ayo dukung cerita ini, silahkan klik detil cerita pacarku dosen lalu klik gambar kuning yg bertuliskan hapy new years, tulis aja ucapan SELAMAT TAHUN BARU di kolom yg disediakan mangatoon di sana. makasih udah dukung 😘
INGAT, kasih ucapannya bukan di kolom komentar cerita ini, tapi klik aja detul cerita PACARKU DOSEN, ada tulisan hapy new years warna kuning, dan klik aja tuh gambar lalu ucapin di sana. oke say**.
Kalau banyak yg ucapin di sana kan kan akunya semangat ngetik. 😍😍
makasih buat yg udah kasih ucapan. salam cinta