
Begitu tubuh Sifa diangkat dari ayunan, tangisan bocah itu langsung terhenti. Zaki mencium aroma tidak sedap saat bocah itu sudah berada di pelukannya. Ia mengintip popok bagian belakang. Astaga, ternyata Sifa buang air besar. Zaki akhirnya membawa Sifa ke kamar mandi dan memandikan bocah itu. cukup lama Zaki bermain dengan Sifa di kamar mandi karena Sifa tidak mau diangkat dari bak mandinya, bocah itu menangis setiap kali tubuhnya diangkat dari bak. Terpaksa Zaki menunggui Sifa bermain air sampai puas. Setelah agak lama Sifa bermain air, akhirnya bocah itu tidak lagi menangis saat Zaki mengangkatnya. Kemudian Zaki membuatkan bubur untuk Sifa dan menyuapinya makan, begitu sulit menyuapi anak itu makan, sebab hanya tiga suap saja Sifa menerima suapan Zaki. Setelah itu Sifa selalu menolak dan menjauhkan kepalanya setiap kali Zaki menyorongkan sendok untuk menyuapinya. Terpaksa Zaki menyuapi Sifa sambil mengajak bermain, mengajak bergurau dan main ci luk ba.
Waktu yang dimiliki Zaki benar-benar tersita hanya untuk Sifa seorang. Mulai dari memandikannya, menyuapinya, membuatkan susu untuknya, menidurkannya, serta menimang-nimangnya. Zaki bahkan sampai kesulitan mencari waktu untuk bisa berbenah diri, mandi pun tidak sempat.
Bahkan saat perutnya terasa keroncongan, ia baru sadar kalau sejak tadi dia belum makan, dalam keadaan sedang makan pun, ia mesti harus diganggu oleh Sifa sehingga proses makannya memakan waktu yang cukup lama. Zaki juga harus membagi waktu untuk menyapu, mengepel, mencuci piring, mencuci baju, serta membereskan rumah agar selalu rapi.
Ya Tuhan, ternyata begini yang dikerjakan Cyra setiap hari. Ditambah kehadiran Sifa, pekerjaan rumah benar-benar sangat melelahkan. Sekarang Zaki sadar, bahwa sesungguhnya pekerjaan wanita tidak bisa disepelekan, kelihatannya saja mudah, tapi kenyataannya rumit dan butuh kesabaran saat mengerjakannya. Setiap hari wanita harus mengerjakan pekerjaan rutin yang rutinitasnya tidak pernah putus.
Zaki mengesah merasakan tubuhnya yang sudah sangat lelah dan loyo. Sehari saja menggantikan pekerjaan wanita, ia sudah kelimpungan. Bagaimana jika sampai dua minggu selama masa cutinya? Bisa stres dan botak kepalanya karena rambutnya rontok. Sungguh, ia tidak sanggup menggantikan diri dan bertukar posisi seperti ini.
Huh, Zaki telah salah menilai wanita. Betapa rumit dan lelahnya menjadi wanita, bagaimana mungkin ia bisa mengatakan kalau pekerjaan wanita itu mudah.
***
Pulang ke rumah, Cyra merasa sangat lapar. Ia langsung menuju meja makan dan mendapati makanan lezat yang sudah tersaji di sana. Segera ia makan dengan lahap.
Cyra mendongak saat melihat Zaki datang.
Ugh, akhirnya Zaki benar-benar mengambil posisi Cyra yang harus minta uang pada sosok yang mencari nafkah. Dulu, Cyra yang selalu minta uang belanja pada Zaki, sekarang giliran Zaki yang minta uang belanja. Wajar, sekarang sudah tanggal tua, semua barang di dapur pasti sudah ngeres dan perlu diisi.
“Apa uang gajimu bulan kemarin yang kamu pegang udah habis?”
“Masih ada sedikit. Mungkin kurang kalau untuk belanja.”
“Pakai itu aja dulu. Aku belum dapet gaji,” jawab Cyra kikuk. Ia buru-buru membawa piring ke wastafel dan mencuci setumpuk piring dan kuali kotor di sana.
Zaki diam saja melihat Cyra melakukan tugas yang seharusnya menjadi tugasnya. Lumayan, pekerjaannya menjadi lebih ringan karena dibantuin Cyra.
Cyra melirik Zaki yang pergi meninggalkannya. Ia lega, Zkai tidak banyak tanya kepadanya soal pekerjaannya.
Bukan hanya hari ini saja Cyra merasa kesulitan mencari uang, beberapa hari ia bekerja di luar, menjadi pelayan restoran yang mesti dibentak-bentak karena membuat jus kurang manis, kemudian beralih menjadi pegawai fotocopy di percetakan yang malah kena denda karena salah memfoto copy pesanan, kemudian menjadi penjaga toko baju yang dijahili pria iseng hingga akhirnya ia marah-marah pada pelanggan yang dia anggap kurang ajar namun dampaknya ia justru dipecat, hingga akhirnya ia menjadi salah satu staf di perusahaan tekstil. Di sanalah ia mendapatkan gaji lumayan, tapi sayangnya atasannya sangat sombong dan angkuh. Hingga terkadang masalah kecil pun dibesar-besarkan, kesalahan kecil pun dipermasalahkan hanya untuk memperlihatan kalau dirinya memiliki kuasa di sana. Cyra benar-benar tidak betah mendapat perlakuan buruk dari atasannya. Setiap hari ia harus makan hati dan perang batin.
TBC