PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
228. Extra Part 38


“Mantan dosen kalian masih sama kayak dulu, kan? Tetepa ganteng.” Cyra memegang lengan Zaki sambil melirik pria itu dengan seulas senyum cerah.


Zaki mengedarkan pandangan ke arah teman-teman Cyra.


“Yeee… Mentang-mentang udah merit trus nempel aja. Jangan bikin kita-kita ngiri, dong!” sahut Rere.


“Tauk nih, Cyra.”


“Pak Zaki apa masih inget sama nama-nama kami?”


“Palingan lupa.”


“He heee…” Serentak semua tertawa. Hanya Zaki yang mengulas senyum tipis.


“Maaf, saya memang lupa sama nama-nama kalian. Maklum, mahasiswi kan banyak. Saya ingat nama-nama mahasiswa yang sekarang,” ujar Zaki.


“Tapi Bapak masih inget kan kalau Rere ini yang dulu pernah kepleset dan jatuh di depan Bapak?” sahut Bianca.


“Elah, elu apaan sih?” Rere menginjak kaki Bianca.


Yang diinjak tertawa geli.


“Jangan mengangkat sejarah memalukan dong ah.” Rere tertawa mengingat peristiwa masa lalu.


Zaki hanya tersenyum menanggapi obrolan mereka. “Y sudah, kalian lanjutin aja. Saya mau ke dalam.”


“Loh, kenapa Bapak nggak ikutan aja?” Tanya Rere.


“Iya, nggak apa-apa kok kalau Bapak mau gabung di sini. Kan jadi tambah rame,” sambung Bianca.


“Ini kan acara kalian. Pasti akan lebih afdhol dan juga lebih terasa menyenangkan tanpa ada saya. Ya sudah, saya masuk dulu. Kalian lanjutkan aja.” Zaki melenggang pergi, masuk ke ruangan lain.


“Yaah… Si Ganteng pergi, nggak ada pemandangan indah lagi dong. ” ucap Rere tanpa merasa enggan mengatakannya.


“Hus! Nggak nyadar ada bininya apa? Masih aja nyerocos depan bini Pak Zaki. Enak bener ngomongin si ganteng segala,” protes Bianca sembari melirik ke arah Cyra.


“He heee… Nggak apa-apa kan ya, Ra? Cyra juga udah paham banget kalo gue ini ngidolain Pak Zaki. Cyra juga yang beruntung tiap hari ngeliatin muka kecenya Pak Zaki. He heee…” Rere menyenggol lengan Cyra.


Yang lain ikutan menyantap mie. Namun tak lama setelah mie melintasi tenggorokan, kelima teman Cyra bertukar pandang.


“Kenapa? Kok, pada liat-liatan? Kayak baru saling kenal aja.” Cyra heran menatap wajah teman-temannya.


“Lo yakin ini lo sendiri yang masak, Ra?” Tanya Bianca.


“Iya. Kenapa?”


“Astaga, Ra. Masakan lo tuh aneh rasanya, asin doang, kayak nggak ada bumbunya. Ini seporsi dijual harga dua ribuan juga nggak bakalan laku, Ra,” ceplos Rere asal nyablak.


“Masak, sih? Tapi enak kok menurut gue.” Cyra kembali menyuapkan mi eke mulutnya. Kemudian kepalanya mengangguk-angguk demi meyakinkan kalau masakannya memang beneran enak.


Teman-teman Cyra hanya mengambil sedikit saja mie yang disajikan, mereka tidak mau nambah karena cita rasa yang berbeda selera.


Sambil berbincang-bincang, mereka menikmati makanan yang dibawa oleh teman-temannya Cyra. Suasana benar-benar terasa hangat. Senda gurau mengiringi kebersamaan mereka.


Mereka tidak hanya berbincang-bincang dan makan bersama saja, namun mereka juga mengisi waktu dengan menonton video perpisahan saat wisuda bersama-sama.


Cyra sengaja menjauh dari teman-temannya yang saat itu berkumpul di satu titik untuk menonton video di laptop. Entah kenapa ia merasa mual saat mencium aroma prfum teman-temannya.


“Ra, jangan jauh-jauh dong! Sini deket sama kita-kita! Lu ngapain menyendiri di situ?” Tanya Rere yang saat itu sedang ngemil makanan ringan. Ia menoleh ke arah Cyra.


“Enggak. Gue pusing. Pala gue rasanya mau pecah.” Cyra memeluk bantal sofa, duduk di dekat kaki sofa.


“Ya ampun, Ra. Kita-kita ke sini kan mau deket sama lo, tapi lo malah menjauh,” sahut Bianca.


“Kalian nikmati aja.” Cyra menutup hidungnya dengan sapu tangan yang dia semprot dengan parfum aroma jeruk. Karena hanya aroma jeruk yang Cyra sukai saat ini.


“Eh, kok muka lo pucet gitu? Lo sakit, Ra?” Tanya Rere.


“Nggak tau kenapa kok gue pusing banget nih.” Cyra mengambil kacang bawang kemudian mengunyahnya. Ia lupa jika aroma bawang membuatnya mual. Dan ketika kacang sudah dikunyah kemudian ditelan, Cyra berlari ke balakang akibat rasa mual yang berlebihan. Cyra menuju ke watafel toilet, rasa mual benar-benar telah menyiksa dan memerintahnya untuk mengeluarkan semuanya.


TBC