
“Ya sudah, kamu pulang saja dulu,” ujar Farhan dengan seulas senyum.
“Tunggu dulu, Om. Aku nggak mau Om salah paham dengan kejadian ini.” Zaki tidak nyaman sebelum kebenaran terungkap. “Kedatanganku ke sini bukan tanpa alasan. Apa lagi hanya untuk berbuat hal negatif dengan Cyra. Saat aku sedang duduk santai di balkon rumah, aku ngeliat jendela balkon Cyra pecah dan aku segera lari ke sini karena takut terjadi hal buruk pada Cyra. Dugaanku nggak meleset, kamar Cyra terkunci saat aku datang. Dan nggak ada jawaban saat aku mengetuk pintu. Jadi langsung kudobrak pintunya. Dan aku memergoki Alfa sedang….” Kalimat Zaki terhenti. Lidahnya terasa berat saat akan mengucapkannya. Mendadak dadanya terasa panas untuk mengatakan kejadian hina itu.
Farhan mengangkat alis menunggu penjelasan Zaki selanjutnya.
“Alfa sedang berusaha melakukan perbuatan tidak senonoh pada Cyra yang sedang nggak sadarkan diri,” lanjut Zaki dengan suara sedikit lirih.
Ekspresi Farhan langsung berubah. “Maksudmu Alfa berusaha merenggut kesucian Cyra?”
Zaki mengangguk. “Tapi semua nggak terlambat. Cyra baik-baik saja. Dan aku hanya bertugas menenangkan Cyra. Saat itulah Om dan Tante Andini datang.”
Farhan menarik nafas dalam-dalam. Dengan dahi bertaut, ia berkata, “Alfa mungkin merasa terpukul dan tersakiti atas pembatalan hubungan antara dia dan Cyra.”
“Baiklah, Om. Aku permisi. Tolong nanti Om bicarakan juga masalah ini dengan Cyra supaya lebih jelas. Aku nggak mau penilaian Om dan Tante ke aku menjadi buruk.”
Farhan mengangguk.
Zaki melenggang menuruni anak tangga. Andini hanya terdiam menatap suaminya setelah mendengar semua penjelasan Zaki. Ya, Andini menjadi pendengar yang baik sejak tadi.
“Ma, Pa!” Cyra berlari memeluk Andini sesaat setelah keluar dari kamar mandi. Ia sudah mengenakan kaos dan celana jeans selutut. “Alfa, Ma. Alfa berusaha….” Ucapan Cyra terputus. Lidahnya kelu sekali untuk mengatakan peristiwa buruk itu.
Andini mengelus punggung Cyra dan memeluk putrinya itu erat. “Iya, Cyra. Mama sudah dengar dari Zaki.”
Farhan melangkah menuju balkon dan mendapati kaca yang pecah. Ia mengesah menatap serpihan kaca.
“Papa akan segera perbaiki kaca balkonmu,” ucap Farhan kemudian menelepon seseorang membicarakan tentang kaca sembari berjalan keluar kamar.
Andini mengajak Cyra duduk di sisi ranjang. Dengan sikap keibuan, ia mengucapkan banyak kata-kata untuk menenangkan putrinya. Cyra merasa damai mendengar setiap kalimat yang diucapkan mamanya. Akhirnya ia merasa menjadi putrid kesayangan disaat begini. Biasanya ia selalu diomelin, dihukum dan dimarahin. Ada hikmahnya juga mendapat musibah, Cyra mendapat perhatian lebih dari mamanya.
Setelah Andini membereskan kamar Cyra, ia pun keluar kamar dan menemui suaminya.
Cyra duduk di kasur dengan posisi memeluk kedua kakinya yang terlipat. Kejadian memuakkan yang Alfa lakukan terus membayangi kepalanya. Andai saja Zaki telat datang, entahlah. Cyra tidak bisa membayangkan apa jadinya.
Cyra meraba kasur sisinya saat mendengar bunyi pesan masuk. Ia menekan tombol tengah dan mendapati pesan yang masuk. Sekilas bibir tipisnya mengulas senyum menatap nama yang tertera. Banteng. Ah, ya ampun, Cyra benar-benar tidak mengganti nama itu dengan nama yang lebih layak. Biar sajalah, toh Zaki juga tidak keberatan.
Zaki
Jangan nangis.
Kamu jelek kalau mewek
Cyra tersenyum, Zaki bisa banget menghiburnya disaat begini. Cyra kemudian membalas.
Cyra
Jelek-jelek gini kamu mau juga
Zaki
Gk ada yg lain sih
Stok udah habis
Cyra terkekeh.
Nggak rugi punya pacar galak kayak Zaki. Disamping galak ada lucunya juga. Cyra bergumam.
Cyra
Untung masih ada yg mau sama kamu
Mana ada cewe yg mau sama cowo galak kayak kamu selain aku
Makasih udah bikin aku tenang.
Sekarang aku lagi pegangin boneka kucing pemberianmu
biar makin inget ama muka galakmu
Zaki
Jangan lagi pegang boneka kucing itu
Hadiah dariku adalah boneka panda
Boneka kucing itu dari Alfa
Hah? Cyra membelalak dan langsung membuang boneka kucing di tangannya. Ia menghambur turun dari ranjang lalu mengambil boneka panda yang terpajang di rak boneka. Lalu menciuminya. Cyra kembali ke ranjang dan meraih ponsel saat ada pesan masuk lagi.
Zaki
Ya udah, sekarang selesein tugas yg kuberikan
Besok mesti setor tugas di kampus
Kalo gk selese, awas kamu
Cyra
Iya, pak dosen
TBC
KLIK LIKE