
Beberapa bulan kemudian.
Waktu yang dinantikan telah tiba. Inilah masa akhir study, acara paling besar yang ditunggu-tunggu para mahasiswa, yaitu wisuda. Sebuah acara yang menandai akhir dari perjuangan mahasiswa dalam belajar dan sebagai tanda memulai masuk ke dunia yang jauh lebih luas. Bisa jadi dunia kerja, dunia rumah tangga, atau mungkin ada yang masih ingin melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
Acara wisuda berlangsung meriah saat para mahasiswa yang lulus diminta membakar pita yang diberikan sesuai dengan bidang studinya. Ini adalah tanda dari akhir program studi.
Setelah proses pembakaran pita yang berlangsung sangat meriah di lapangan kampus, para mahasiswa diminta memasuki aula untuk mengikuti acara berikutnya.
Sederet acara berlangsung dengan formal saat acara penyerahan ijazah, pemindahan tali toga, serta sambutan-sambutan yang standar. Zaki menyaksikan dengan seksama bagaimana ekspresi Cyra saat menyambut ijazah, bagaimana cerahnya binar muka gadis itu saat pemindahan tali toga. Dan kebahagiaan Cyra menjadi kebahagiaan Zaki saat itu.
Zaki selaku dosen yang menjabat salah satu ketua organisasi, menjadi salah satu orang yang memberikan sambutan setelah rektor.
Gemuruh tepuk tangan terdengar riuh saat Zaki melenggang mendekati podium, terutama dari kalangan para gadis. Baru saja mulutnya mendekat ke mikrophone, suara riuh tpuk tangan kembali menggemuruh meramaikan seisi aula, mengalahkan keriuhan saat rektor memberi kata sambutan. Saat menyampaikan kata sambutan, tak sekali pun tatapan Zaki mengarah kepada Cyra. Pandangannya merata ke seisi aula. Ia begitu profesional dan mengagumkan. Ketegasan dan kewibawaannya di depan umum menjadi ciri khas. Tak banyak yang disampaikan Zaki, ia berbicara dengan singkat, adat dan jelas.
Suara tepuk tangan kembali menggemuruh saat Zaki mengucapkan salam dan meninggalkan podium. Sederet acara pembuka bernar-benar terkesan formal, namun saat berganti ke acara hiburan, suasana berubah menjadi terkesan lebih bebas. Ada tampilan dari paduan suara, juga ada band yang meramaikan acara dengan menyanyikan beberapa lagu yang sedang nge-hits.
Di tahun-tahun sebelumnya, acara wisuda selalu berlangsung dengan formal. Namun berkat ide yang dikemukakan Zaki, acara wisuda tahun ini berbeda dari biasanya, sangat atraktif dan spektakuler. Ada atraksi luar biasa yang ditampilkan oleh para ratusan dancer yang berjoget sampai di kursi penonton. Juga ada tampilan dari kalangan militer yang memperagakan aksi perang.
Tak hanya itu, bagi para tamu seperti orang tua dari mahasiswa yang hadir, diminta untuk mengenakan pakaian adat masing-masing. Setiap mahasiswa mendapat dua undangan yang masing-masing bisa dipergunakan untuk mengundang siapa saja yang mereka harapkan untuk hadir di acara wisuda. Dua undangan tersebut Cyra berikan kepada kedua orang tuanya. Andini dan Farhan hadir dan duduk di kursi tamu menyaksikan betapa cantiknya anak semata wayang mereka saat diwisuda. Luar biasa, wisuda benar-benar meriah.
Sesaat setelah berpelukan dengan sang rektor, Zaki diserbu oleh para mahasiswi.
“Foto bareng ya, Pak!” seru mereka serentak.
Zaki mengedarkan pandangan, mencari sesuatu. Tak ada Cyra diantara mereka.
Tanpa perlu menunggu jawaban, para mahasiswi langsung melakukan aksi jepret berkali-kali mengelilingi Zaki, menggelayuti dosen tampan itu tanpa sungkan. Mereka berlomba-lomba untuk bisa pepet maksimal dengan Zaki.
Ini adalah kesempatan mereka untuk bisa mengabadikan wajah tampan Zaki bersama dengan wajah mereka di ponsel, yang kelak bisa dijadikan kenang-kenangan, juga diceritakan pada teman-teman baru mereka bahwa mereka pernah memiliki dosen muda yang tampan.
***
**TBC
KLIK LIKE DI SETIAP PART YAH**