PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
208. Extra Part 18


Zaki melenggang melintasi koridor kampus sesaat setelah turun dari mobil. Pandangannya mengedar menatap skeliling kampus. Gedung kampus yang mewah, halaman yang asri, serta banyak pemandangan lainnya yang membuat matanya selalu terasa bening saat memandang. Para mahasiswa lalu-lalang di sekitaran gedung. Ada yang berkelompok duduk mengerumun, ada yang baru datang dan berlarian memasuki kelas. Berbagai macam pemandangan menjadi objek perhatian Zaki. Inilah pemandangan yang Zaki sukai.


Entah kenapa Zaki bisa bercita-cita menjadi seorang dosen dan Tuhan mengabulkan harapannya. Mayoritas teman-temannya memiliki karier yang jauh melenceng dari apa yang mereka cita-citakan, dan Zaki dengan mudahnya menggapai keinginannya untuk menjadi dosen. Meski awalnya kedua orang tuanya sempat tidak setuju karena mereka menginginkan Zaki mengikuti jejak kedua orang tua sebagai pengusaha, namun kini akhirnya mereka merestui cita-cita Zaki mengingat pekerjaan yang Zaki kerjakan akan terasa menyenangkan jika berdasarkan kemauan.


Memang sekarang Zaki menekuni pekerjaannya sebagai dosen, namun di sisi lain ia juga memegang proyek yang dikelola papanya. Jadi tidak heran jika rekening Zaki mengalir uang yang nilainya menggiurkan para wanita. Beuuuh… Cyra saja suka keblinger jika Zaki memperlihatkan isi rekening melalui ponselnya. Jumlah nolnya panjang sekali. Dan kemudian tentu saja isi rekening tersebut juga mengalir ke rekening Cyra.


Cyra bebas menggunakan uang tersebut untuk apa. Untuk beli bedak sekilo pun tidak akan habis. Ngomong-ngomong bedak sekilo untuk apa ya?


“Pagi, Pak Zaki ganteng!” seru serombongan cewek yang merupakan mahasiswi Zaki.


Zaki menganggukkan kepala sekilas. Tak heran, mahasiswi di kampus itu memang selalu genit dan suka cari perhatian pada Zaki, sang dosen idola kampus. Tak jarang mereka merayu Zaki untuk bisa mendapat meski mereka tahu status Zaki sudah memiliki istri. Satu hal yang membuat mereka gencar mengidolakan Zaki adalah karena mereka sering mendengar kisah cinta Zaki yang dulu berpacaran dengan mahasiswinya, tak lain Cyra yang kini sudah menjadi istrinya. Status Zaki yang pernah pacaran dengan mahasiswinya yang dikemas dalam berbagai kisah hingga gempar diperbincangkan, membuat mereka semakin ingin bisa dekat dengan Zaki. Siapa tahu mereka juga bisa beruntung seperti Cyra, yang kemudian berpacaran dengan dosennya itu.


“Pst, idola kampus lewat,” bisikan dari arah serombongan para gadis itu terdengar di telinga Zaki.


Meskipun dalam kategori berbisik, namun bisikan itu cukup keras hingga telinga Zaki menangkap percakapan para mahasiswi yang berkerumun.


“Beruntung banget Kak Cyra punya suami kayak Pak Zaki.”


“Gue pun mau loh punya laki yang kayak Pak Zaki.”


“Jadikan aku yang kedua, buatlah diriku bahagia, walaupun kau tak kan pernah kumiliki selamanya…” Salah seorang mahasiswi malah menyanyi. Mending kalau suaranya syahdu, ini bikin gendang telinga hampir pecah.


“Pak Zaki, nikahi aku!” celetukan kecil itu membuat Zaki geleng-geleng kepala. Langkahnya tampak tenang dan pandangannya lurus ke depan. Dari sudut matanya, ia melihat gadis berambut ikal yang berbicara demikian. Ia juga tidak tahu siapa gadis itu karena bukan mahasiswinya. Enteng banget lidah para gadis itu bicara, mana mungkin Zaki menikahi banyak gadis. Memnagnya paskibraka, yang bisa berjalan dengan langkah serentak rame-rame? Hadeeuuuh… Zaman sekarang manusianya pada unik. Perempuan pun berani merayu laki-laki. Bahkan yang dirayu pun dosennya sendiri.


Zaki memutar kunci pintu ruangan kerjanya sembari menenteng beberapa buah buku besar.


TBC