PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
180. Romantis


“Kamu masih berniat menjahit bajumu yang sobek ini?” Zaki mengambil baju milik Cyra yang ketiaknya sobek. Ya, baju itu tadi hendak Cyra kenakan, namun Zaki yang nakal itu dengan entengnya membantu Cyra mengenakan baju tersebut. Buklannya jadi rapi, baju pun malah sobek. Setelah itu Cyra ngambek dan meminta Zaki bertanggung jawab karena telah membuat bajunya sobek. Zaki sudah memerintah Cyra agar memakai baju yang lain saja, namun Cyra dengan tegas meminta supaya Zaki menjahit baju tersebut.


Di saat Zaki sibuk mencari jarum dan benang sebagai bentuk pertanggung jawabannya yang telah membuat baju itu sobek, Cyra cepat-cepat mengenakan pakaian yang lain. Sebenarnya Cyra sengaja ngambek hanya untuk membuat Zaki sibuk dengan kegiatan baru. Sehingga Cyra bisa leluasa memakai bajunya tanpa harus diganggu oleh Zaki.


Setelah itu, Cyra dan Zaki bekerja sama hendak menjahit baju yang sobek. Jari tangan Cyra sempat tertusuk jarum dan mengeluarkan darah, lalu Zaki mengemut jemari Cyra yang berdarah.


Sederet perbincangan yang Zaki dan Cyra utarakan pada saat itu, membuat para remaja yang menguping langsung berpikiran jorok dan membayangkan kejadian yang tidak-tidak. Bagaimana tidak? Benang yang Zaki ambil adalah benang ukuran paling tebal, dan jarum yang dia ambil juga ukuran paling kecil. Sehingga terjadilah perbincangan unik yang membuat orang berpikiran ngeres saat mendengarnya.


Kini, Zaki melenggang menaiki ranjang. Ia hempaskan tubuhnya di kasur bertabur bunga. Ia kemudian menoleh dan menatap Cyra yang amsih duduk diam di kursi memegangi baju yang sobek.


Keduanya saling tatap. Zaki terlihat santai, namun tidak dengan Cyra. Wanita itu mendadak gugup dan deg-degan.


“Kenapa masih di situ? Sini!” Zaki menepuk kasur di sisinya.


Aduduh… Zaki mau ngapain, ya? Pertanyaan konyol! Seharusnya benak Cyra tidak perlu menanyakan hal itu.


“Kamu nggak mau nyelesein jahit bajunya?” tanya Cyra.


“Untuk apa kita menghabiskan waktu malam ini dengan menjahit baju? Lagi pula kamu juga udah pake baju, kan? Urusan jahit baju biar dikerjain Bik Mey.”


Cyra tidak bisa menjawab lagi. Ia meletakkan baju ke sandaran kursi.


Zaki mengulumm senyum menatap Cyra yang masih duduk diam di kursi. Ia tahu, gadis itu pasti sedang grogi, atau mungkin tidak tahu harus berbuat apa. Zaki memaklumi, usia Cyra memang masih tergolong kuda, jelas saja gadis itu merasa canggung. Tak mengapa, Zaki memahami hal itu. Zaki bangkit bangun. Lalu melepas jas dan meletakkannya ke sisi duduknya.


Cyra melirik setiap gerakan tubuh Zaki. Perasaannya semakin tak menentu. Antara bahagia, gugup, canggung dan takut berbaur jadi satu. Melihat Zaki melepas jas, entah kenapa suhu tubuh Cyra jadi panas dingin. Setelah ini Zaki mau ngapain, ya? Ups…


Sontak saja kulit tubuh Cyra meremang saat merasakan sentuhan lembut pipi Zaki di pipinya. Pelukan hangat lengan Zaki terasa mendamaikan, namun juga membuat Cyra semakin kikuk.


“Sayang, aku sekarang suamimu, bukan?” bisik Zaki di telinga Cyra.


“Iya,” polos Cyra. Ia merasakan bibir Zaki bergerak-gerak di pipinya. Nafas dari mulut pria itu terasa hangat menampar pipi Cyra.


“Ini adalah kebahagiaan paling indah yang pernah kurasakan sepanjang hidupku. Yaitu memiliki istri sepertimu.” Zaki mengecup singkat pipi Cyra.


Cyra tersenyum bangga. Ia mengangkat tangannya dan menggenggam kedua ujung tangan Zaki yang meggantung di depan dadanya.


“Boleh kulakukan sekarang?” tanya Zaki.


Cyra tidak sempat menjawab karena mulutnya telah terbungkam oleh Zaki.


TBC


Kemarin cerita ini berada di ranking 4 loh, sekarang turun ke ranking 6. Huaaaaaa…. Sedihnya diriku, mana dukungan poin yang kalian miliki buat cerita ini?


Setiap kalian buka mangatoon dan noveltoon, dan melakukan online selama tiga puluh menit, kalian pasti dapet poin kan? Poin bisa diambil saat sudah ada pemberitahuan misi selesai.


Buka aja beranda dan klik huruf P yang bertuliskan pusat misi, trus ambil aja poinnya. And than, sumbangin poin ke cerita ini, entar kalo ranking naik kan aku semnagat ngetik lagi.


Syediiiih….