
Mendengar penjelasan pelayan, Cyra membelalak menatap Zaki. Nah, benar dugaannya. Zaki ternyata masih belum puas ngerjain. Tega-teganya Zaki ngerjain sampai begini kejadiannya.
“Jadi bener kan dugaanku, kamu masih berniat ngerjain aku? Ini nggak lucu, bahkan aku nggak tahu tulang apa yang udah aku gigit. Jangan-jangan tulang bekas gigitan orang lagi. Benda apapun yang dimasukin ke makananku, intinya aku nggak selera lagi buat makan di sini.” Cyra melenggang pergi setelah menyambar tasnya.
Zaki menghela nafas seraya mengusap wajah frustasi. Ia menoleh ke arah pelayan yang masih berdiri dengan muka tak berdosa.
“Aduuuh... Kenapa malah jadi tulang yang dimasukin ke makanan istri saya?” tanya Zaki ingin marah, namun ia menahan kemarahannya itu. “Tadi kan saya suruh kamu masukin cincin, bukan tulang.”
“Maaf, Mas. Kayaknya ketuker. Ini malah cincinnya masuk ke kantong saya. Sekali lagi maaf, Mas. Entah bagaimana cincinnya kok malah bisa ketuker sama tulang dan sekarang cincinnya malah ada di kantong saya, sepertinya saya yang gagal fokus saat bekerja” jawab pelayan sembari menyerahkan cincin dari kantong celananya.
Zaki mengambil cincin tersebut. “Aduuuh... kamu ini nggak profesional sekali kerjanya. Cincin kok bisa ketuker sama tulang.” Zaki menatap frustasi pelayan yang berulang kali mengucapkan permintaan maaf. Kemudian Zaki setengah berlari keluar kafe mengikuti Cyra.
Planing Zaki untuk membuat Cyra merasa tersanjung pagi itu gagal total, rencananya ia ingin membuat sarapan pagi seromantis mungkin dengan suasana yang berbeda. Sebagai wujud permintaan maafnya yang telah menaruh cabe pada kue dadar yang dimakan Cyra, ia pun membuat rencana dengan menaruh cincin di dalam makanan Cyra, setelah itu Zaki akan mengatakan I Love You dan mengungkap permintaan maafnya di meja makan saat Cyra menemukan cincin tersebut. Eeh kejadiannya malah kacau. Rencananya gagal, dan Cyra malah jadi ngambek.
“Cyra!” Zaki mengejar Cyra yang sudah berjalan sampai di pelataran kafe. Zaki meraih pergelangan tangan Cyrahingga wanitanya itu berhenti dan menoleh. “Kamu marah?”
Cyra diam saja, menatap Zaki yang tampak merasa bersalah. Wajah Zaki yang memelas membuat Cyra tak kuasa melanjutkan ekspresi ngambek. Cyra akhirnya mengubah raut wajahnya menjadi lebih bersahabat.
“Aku nggak marah, Cuma rada kesel aja. Kamu iiih... nggak bisa apa becandanya nggak kelewatan gitu.” Cyra berkata dengan manja. Ia sebenarnya gemas sekali melihat ekspresi Zaki yang merasa bersalah begini. Suaminya itu kelihatan semakin ganteng.
“Mm.. ya udah, kita jalan-Jalan aja untuk menghabiskan waktu liburan hari ini, gimana? Ini adalah hari terakhir aku cuti, besok aku udah harus masuk kerja.” Zaki ingin memberikan cincin itu di tempat romantis lainnya, angan-angannya sudah terbang. Ia ingin membawa Cyra ke pantai lalu ia akan memberikan cincin itu di tengah deburan ombak. Ah, mungkin itu akan kelihatan lebay, tapi ia yakin Cyra pasti suka.
“Yakin nih nggak mau jalan-jalan?”
“Enggak. Mood-ku udah ilang. Udah, yuk kita pulang aja.” Cyra memasuki mobil.
Zaki mengesah. Ia menyesal telah membuat sarapan Cyra menjadi kacau. Ia pun menyusul memasuki mobil.
Cyra melirik Zaki yang sedang menyetir mobil. Raut wajah suaminya itu tampak gundah. Mungkin karena Cyra menolak ajakannya. Biarlah, biar saja Zaki menikmati rasa gundahnya itu sehingga Zaki kapok dan tidak lagi memiliki niat ngerjain Cyra.
Jjur saja Cyra merasa sangat bahagia memiliki suami seperhatian Zaki, dia konyol, dia galak, tapi dia juga paling bisa membuat Cyra tersenyum. Banyak hal yang membuat Cyra merasa bersyukur memiliki suami sepertinya, dibalik kegalakan Zaki, dia adalah pria yang penuh pengertian, dan selalu bersabar menghadapi Cyra yang tidak sempurna sebagai istri. Ya, dibalik kekurangan Zaki, ada kelebihan yang tidak dimiliki pria lain. Dia melengkapi kekurangan yang Cyra miliki. Sebaliknya, Cyra menutup kekurangan Zaki. Mereka saling melengkapi, saling mengisi, saling berbagi.
Di saat Cyra ngambek, Zaki menanggapinya dengan kedewasaan. Dan disaat Zaki menunjukkan sikap galak karena marah, Cyra merayu Zaki dengan kemesraannya.
***
Jangan lupa baca cerita terbaruku berjudul
DEAR BOSS
Siapa yg udah baca?