PACARKU DOSEN

PACARKU DOSEN
173. Nyantri


Disaat kedua keluarga besar tersebut melakukan prosesi nyantri, dimana Zaki sebagai calon mempelai pria diberi petuah serta arahan dari ayah mempelai wanita, Zaki merasa tubuhnya panas dingin karena ia harus duduk tepat di hadapan calon mertuanya dan menjadi pusat perhatian semua orang.


Parahnya, Zaki sempat salah menjawab dan menjadi bahan tertawa semua orang.


Sial! Zaki menyeletuk dalam hati. Dari sekian banyaknya acara pernikahan yang harus dilalui, selalu laki-laki yang harus direpotkan. Mulai dari nyantri, ijab qobul sampai sederet acara lainnya, selalu laki-laki yang memiliki banyak peran.


Sosok Zaki yang biasanya selalu tampil tenang dan percaya diri, kini terlihat begitu gugup dan memucat. Bukan tanpa alasan, karena kali ini sederet acara yang harus ia jalani cukup membuatnya merasa tersudut. Ia merasa setiap pasang mata yang menatapnya seakan-akan sedang menilai-nilai dan menertawakannya. Status calon pengantin baru membuat nyalinya terhakimi secara otomatis.


Cyra sih enak saja, dia sebagai wanita hanya perlu diam. Bahkan kini gadis itu juga tidak kelihatan. Hanya Zaki seorang yang harus memikul beban dan menahan rasa gugup sepanjang acara berlangsung. Awas aja, Cyra harus merasakan betapa ribetnya menjadi istri Zaki setelah sah nanti.


Setelah acara selesai, rombongan calon mempelai pria pun berpamitan pulang meninggalkan rumah Cyra.


Zaki terpaksa harus mengelap wajahnya dengan tisu akibat dibasuh peluh sebesar biji jagung. Sebenarnya ruangan sangat dingin karena Ac di setiap sudut ruangan menyala, namun rasa grogi membuat peluhnya bercucuran tanpa ampun. Biasanya Zaki selalu tampil Pe De dimana pun berada. Tapi entah kenapa di saat ia berstatus menjadi calon pengantin, setiap pasang mata seakan-akan sedang menilai-nilai dirinya.


Disaat rombongan calon mempelai pria sedang bersalam-salaman, berpamitan pada Alya dan Surya di kediaman rumah Zaki, Zaki memilih naik ke lantai atas dan masuk ke kamar. Ia menyerahkan urusan rombongan yang berpamitan tersebut kepada kedua orang tuanya.


Zaki langsung mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana pendek lalu merebahkan tubuh di kasur. Bukan hanya tubuhnya saja yang letih, tapi nyalinya juga. Ia seperti baru saja terjun ke medan perang.


Zaki menarik nafas panjang-panjang, memiringkan tubuh lalu meraih ponsel yang terlihat berkedip-kedip tanda ada pesan masuk yang belum terbaca.


Zaki meraih ponsel di kasur sisinya dan mengusap layarnya. Ia melihat ada beberapa pesan dari sumber yang berbeda-beda. Namun hanya satu nama yang menarik perhatiannya, tak lain dari Cyra. Segera Zaki emmbuka pesan tersebut.


Cyra


Gimana acaranya tadi?


Kamu melakukannya dengan lancar, kan?


Zaki


Enggak.


Aku hamper tertelungkup tadi


Cyra


He heee…


Nggak pa-pa, perjuangan cowok buat ngedapetin cewek


memang dipenuhi dengan aral


Zaki


Kamu seneng banget ya kalau aku kena musibah?


Cyra


Enggaklah cayang, aku turut prihatin


Tapi kan kamu mesti berjuang, ya kan?


Zaki


Kamu enak


Jadi cewek gk punya banyak peranan


Semuanya mesti dilakuin sama cowok


Cyra


Wk wk wk…


Zaki


Besok lihat aja,


Kalau kamu udah jadi istriku, maka kamu yg harus banyak peranan


Gentian.


Aku yg harus diam dan kamu yg aktif gerak untuk semua urusan


Termasuk di ranjang


Cyra


?????


Zaki tidak lagi membalas. Ia yakin muka Cyra sekarang memerah. Gadis itu selalu sensitif setiap kali disinggung urusan yang begitu.


***


TBC


KLIK LIKE