Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 91


Mendengar suara motor di halaman rumahnya, Salsa segera meminum susu di atas meja hingga tanda, lalu mengecup kedua pipi Mama Reni.


"Rotinya," ujar Mama Reni menunjuk roti dengan selai coklat belum di sentuh sedikitpun.


Salsa mengambil roti itu, lalu mengalasnya dengan tisu, berlari ke halaman depan di mana Azka sudah menunggu. Senyum Salsa lagi-lagi mengembang melihat Azka duduk di atas motornya sembari memainkan benda pipih dengan wajah datar.


"Aaaaaa." Salsa menyodorkan roti pada Azka sembari membuka mulut.


Bukannya nurut, Azka malah menaikkan sebelah alisnya, jangan kira kekesalan ketua Avegas itu sudah hilang.


"Azka tangan gue pegal, lo nggak mau? Yaudah gue aja yang makan," ujar Salsa menggigit roti di tangannya.


Azka merebut roti bekas gigitan Salsa lalu makannya. "Buruan naik!" jutek Azka.


"Galak amat pagi-pagi, belum sarapan ya? Gue bawa susu, lo mau?" tawar Salsa membuka tasnya lalu memberikan botol minum berisi susu coklat pada Azka.


"Naik!"


Dengan penuh kekecewaan Salsa kembali memasukkan botol minum ke tasnya lalu naik ke motor Azka. Memeluk pinggang Azka dengan erat sembari menyandarkan kapalanya di pundak laki-laki itu.


"Azka lo marah karena semalam? Gue cuma bercanda, nggak mungkin juga gue jual diri," lirih Salsa.


"Gue nggak dengar!" sahut Azka.


"Azka gue sayang sama lo, jadi udah ngambeknya. Semalam gue cuma bercanda!" teriak Salsa agar suaranya tidak di telan angin.


"Kurang jelas." Azka mengulum senyum di balik helm full face nya.


"Emang. Gue, kan nggak ngomong apa-apa," kesal Salsa.


Sesampainya di sekolah, Salsa dan Azka berjalan beriringan seperti biasa, kini wajah ketua Avegas itu tak sedingin tadi.


"Nggak lagi."


Baru beberapa menit sampai di kelas, pengumuman dari speaker sekolah terdengar. Dimana seluruh siswa SMA Angkasa diharapkan berkumpul di lapangan upacara untuk mengadakan apel pagi di hari jum'at.


Matahari mulai terik, membuat para kaum hawa sangat malas berbaris. Dengan langkah gontai, Salsa berjalan seorang diri kelapangan, berbaris sesuai urutan kelas masing-masing. Resiko menjadi orang pendek, gadis itu beridiri paling depan, hingga terpaan matahari menerpa dari samping.


Salsa mengerutkan keningnya karena terlalu terik, memperhatikan pak Alvi berjalan naik ke podium khusus guru saat upacara berlangsung. Guru yang beberapa hari ini jadi perbincangan karena terlibat skandal dengan siswanya sendiri.


"Selama pagi dan semangat pagi buat kalian. Saya berdiri di sini untuk menyampaikan sesuatu hal yang mungkin sedikit melenceng dari urusan sekolah," ujar Alvi mulai berpidato, setelah mendapat izin dari pihak sekolah, membersihkan namanya juga Alana.


Tentang Alana masih bisa sekolah, itu permintaan pribadi Ayah kevin pada pihak sekolah, dengan syarat gadis itu bisa membagi waktunya antara sekolah dan rumah tangga.


Salsa menoleh saat bayangan seseorang menghalangi sinar matahari menerpa tubuhnya ia tersenyum mendapati Azka berdiri tepat di sampingnya.


"Ka, lo tau pak Alvi mau ngomong apa?" tanya Salsa sedikit mendongak.


"Dengerin aja!"


Sepertinya Salsa mulai kapok bertanya pada Azka.


"Beberapa hari lalu terjadi kekacauan tentang hubungan saya dengan salah satu siswa bernama Alana. Saya tekankan sekali lagi, Alana bukan gadis nakal yang menjual dirinya hanya karena uang. Alana Seizha Kevindra Adhitama adalah istri sah saya beberapa minggu yang lalu, foto dan selebaran yang tersebar itu foto saat kami berbulan madu. Jika ada lagi yang membahas soal ini apa lagi menjatuhkan mental Alana maka kalian akan berurusan dengan saya. Bukan sebagai guru, tetapi sebagai suami gadis yang sedang di fitnah."


"Terimakasih atas waktu yang kalian berikan." Alvi mengakhiri pidato dengan wajah tanpa ekspresi berjalan meninggalkan lapangan dan tugas ketua osis adalah membubarkan barisan.


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘