Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 116


Pulang sekolah Inti Avegas berkumpul di parkiran seperti biasa, merencakan sesuatu dan melakukan apa.


"Cafe kuy, udah lama nggak nongkrong!" ajak Rayhan.


"Balapan gimana?" tawar Samuel.


"Untuk balapan gue belum bisa," jawab Azka. Ia sudah berjanji pada Salsa untuk menghindari hal-hal berbahaya termasuk balapan. Lagi pula hari ini Salsa pulang dari rumah sakit.


"Mau kerumah sakit lo Ka, jenguk Salsa?" tanya Rayhan.


"Udah pulang," jawab Azka dengan wajah datar. Ia sedikit kesal akan pesan yang di kirimkan Salsa, gadis itu mengabarinya setelah berada di rumah, padahal ia ingin menemani Salsa.


"Ganti tujuan kuy, kerumah bu ketua aja kalau gitu!" seru Ricky. "Gue juga kangen masakan dia, bikin nagih," lanjutnya tanpa menyadari tatapan Azka.


"Lo mau mati?"


"Aelah pak Ketua, canda doang."


Akhirnya mereka memutuskan mengunjunggi rumah Salsa sekalian menjenguk gadis itu setelah kepulangannya dari rumah sakit. Keenan sudah mengajak Alana, tetapi gadis itu mengatakan akan pergi bersama pak Alvi nanti. Baru saat akan berangkat, atensi mereka lagi-lagi terahlikan dengan suara cempreng.


"Abang mau kemana? Ara ikut boleh?" Ara menghampiri enam motor yang bersiap meluncur itu, berdiri di samping motor merah milik calon tunangannya.


Di balik helm full face, Keenan memperhatikan penampilan Ara yang berbeda saat bertemu di lapangan tadi. Memakai syal disiang bolong seperti ini, sangat aneh bukan? Bahkan lengan hoodie gadis imut itu terlalu turun seperti menyembunyikan sesuatu.


Nggak mungkin Samuel bermain fisik sama cewek.


Keenan berusaha menampink pikiran buruk yang berseliweran di otaknya.


"Nggak!" ucap Samuel.


"Boleh, kuy gue bonceng, mumpung hari ini ada rencana ke mansion ketemu Oma," ajak Rayhan tak ingin mengecewakan Ara.


"Ara sama bang El aja, kak Ray," jawab Ara naik kemotor Semual tanpa di persilahkan memeluk tubuh kekar itu seperti biasa.


"Abang, tangan Ara sakit," keluh Ara.


"Kalau lo nggak mau kesakitan, berhenti ngekorin gue mulu," balas Samuel dingin, tak peduli dengan keluhan yang di lontarkan Ara.


"Tapi Ara cinta sama bang El, Ara juga nyaman kalau sama bang El," jawab Ara tak peduli dengan segala ancama Semuel juga kelakuan kasar laki-laki itu padanya.


Setelah berkendara kurang lebih sentengah jam akhirnya mereka sampai di rumah Salsa, memarkirkan motor masing-masing dengan aman, kemudian berjalan seperti kerata api ke pintu utama.


"Eh ibu ketua," sapa Dito saat Salsa membuka pintu dengan senyuman setelah mendengar bel rumah berbunyi.


"Ngapain lo yang buka pintu?" tanya Azka tak suka. "Harusnya lo tuh istirahat!" lanjutnya, membuat yang lain mengulum senyum melihat keposesifan pak Ketua.


"Ayo masuk!" Salsa mempersilahkan yang lainnya masuk terlebih dahulu, kemudian ia mengekor di belakang di temani Azka. "Cuma buka pintu Ka, gue juga nggak papa," jawabnya.


"Makasih ya udah pada mau repot-repot jengukin gue, sampai beli sesuatu segala."


"Nggak papa bu ketu, lagian kita beli pakai uang pak ketua kok, jadi nggak repot," jawab Rayhan tanpa malu.


"Anjir, jaga image dikit napa Ray!" tegur Ricky.


"Kalian mau minum apa?"


"Nggak usah bu ketu," sahut Keenan.


"Nggak usah lama maksudnya" lanjut Dito.


Salsa hanya tertawa menanggapi tingkah random teman-teman Azka, mereka memang pembawa mood baik. Pantas saja Azka sangat berat untuk membubarkan Avegas.


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘