Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 193


Begadang semalaman membuat sepasang suami istri itu sangat terlelap hingga tidak menyadari matahari mulai terik di luar sana.


Kalau bukan karena ponsel yang berdering di atas nakas, laki-laki itu belum juga bangun di pelukan sangat istri.


Masih dengan mata setengah terpejam, Azka mencari keberadaan benda pipih yang berdering itu. Ia kaget mendapati jam sudah menunjukkan angka 10.


"Kenapa Mi?" tanya Azka setelah mengetahui siapa yang menelponnya.


"Mami ada di bawah ini, baru bangun?" ucap Tari.


"Tunggu," gumam Azka.


Dengan pergerakan pelan, Azka melerai pelukan Salsa dari tubuhnya. Mengecup kening gadis itu sebelum beranjak menemui maminya di lantai dasar.


Hanya memakai kaos oblong dan celan pendek, ia menghampiri sang Mami yang duduk di sofa dengan pakaian cukup rapi.


"Mentang-mentang hari libur, tidurnya sampai siang. Istri kamu mana?" tanya Tari setelah Azka datang.


"Masih tidur, lelah dia semalam ngurusin tamu Azka," jawabnya.


"Itu resepsi kamu konsepnya gimana nak?"


"Nanti aku tanyain sama Salsa maunya gimana."


"Jangan lupa minggu depan ke Anggel Fasion Fitting gaun pengantin!" peringatan Tari.


Mereka sudah mempersiapkan keperluan resepsi, agar saat waktunya tiba tidak terlalu kekepet.


"Iya Mi."


"Mami nggak bisa lama-lama. Salam buat menantu cantik Mami, tanyain kapan beri cucu." Tari beranjak dari duduknya.


"Cucunya nanti nyusul Mi, Azka lagi proses ini," gumam Azka, membuat Tari tertawa.


Setelah kepergian Maminya, ia kembali ke kamar dan mendapati sang istri baru saja keluar dari kamar mandi.


"Dari mana Ka?"


"Nemuin Mami dibawah, salam katanya."


"Mami ada di bawah?"


"Udah pergi sayang."


"Kok nggak bangunin aku," cemberut Salsa. "Gimana kalau aku di cap menantu jelek."


***


Azka pamit keluar sebentar saat mendapat telpon dari Samuel yang menyuruhnya ke markas sekarang juga. Belakangan ini Azka sedikit sibuk, mengurus ujian, Resepsi, juga gengnya yang mulai dalam bahaya.


Sama seperti sebelumnya, Salsa akan mengantar sang suami hingga di depan pintu.


"Yang semalam jangan terulang lagi!" peringatan Azka. "Jangan pernah mengundang teman perempuan selama aku ada di rumah."


"Iya Ka, aku tau."


Azka mengelurkan kertas dari saku jaketnya, kertas kosong yang beberapa menit yang lalu diisi oleh coretan dari tangan ajaib Azka.


"Baik-baik dirumah, kalau ada tamu laki-laki jangan di bukain pintu mau teman dekat aku sekalipun!"


"Iya suami posesif."


Sepeninggalan Azka, Salsa menuju kamarnya untuk mengecek isi kertas yang di berikan suaminya tadi.


Peraturan yang harus di patuhi istriku.


Senyum Salsa mengembang, membaca goresan tinta paling atas. Gadis itu melanjutkan membacanya.


Jangan pernah mengundang teman perempuan saat aku ada di rumah! Kalau pun kepepet kabarin aku biar nggak pulang dulu.


Kalau ada laki-laki yang bertamu, baik Papi atau teman dekat aku, jangan di bukain pintu kalau aku nggak ada.


Kalau malas makan, makanan rumah telpon aja biar aku beliin.


Kemanapun kamu pergi harus izin. Kalau aku nggak balas dalam 10 menit, pergi aja aku nggak bakal marah.


"Kirain aturaan apaan," gumam Salsa. "Tapi kenapa aku nggak boleh ngundang teman kerumah kalau ada Azka?" tanyanya entah pada siapa.


"Oh mungkin dia nggak nyaman." Salsa menjawab pertanyaanya sendiri.


Memutuskan berjalan kedapur untuk mencari sesuatu untuk di makan, perutnya minta diisi karena belum sarapan dari pagi.


For Azka: Kamu makan siang dirumah?


For Salsa: Nggak sayang, aku masih ada urusan. Kalau lapar makan aja!


...****************...