
Setelah seminggu pelepasan siswa/i dari sekolah razeeta kini papa mulai mengajak nya berbicara
papa menghampiri razeeta yang sedang santai duduk di balkon kamar nya,
"razeeta sayang, apakah ayah mengganggu mu?" tanya papa pada razeeta takut mengganggu waktu anak muda
"eh papa, ngomong apa razeeta ini putri papa, dan papa tidak akan pernah mengganggu razeeta, kapan pun papa ingin bertemu razeeta siap meninggalkan apapun yang razeeta lakukan saat itu juga paaa" jawab razeeta sambil memeluk papanya
"bagaimana apakah kamu sudah siap terjun ke bisnis papa sayang?" tanya papa sambil menyium ujung kepala anaknya
dengan senyum razeeta mengerat kan pelukannya "tentu saja pa, razeeta hanyalah satu satu nya anak mama dan papa, jadi kapan pun papa minta razeeta mengurus nya razeeta siap pa, razeeta tak ingin mengecewakan kalian pa" jawab razeeta dengan penuh keyakinan
"ahh baiknya anak papa" jawab papa sambil mencubit gemas pipi anaknya
"sekarang keruangan kerja papa yuk" ajak papa
razeeta hanya mengangguk, dia turun menggandeng tangan papa, dan menuju ke ruang kerja papa,
___________________
setelah 5 jam razeeta belajar bisnis bersama papa, dia mengangguk paham atas apa yang papa jelasi ,
drettttt dretttttt dering hp razeeta panggilan dari Karel masuk
"sayang apakah kamu sibuk?" tanya Karel lewat telpon
"tidak sayang, apakah kau rindu?" tanya razeeta dengan tawa ringan
"ummm tentu saja aku rindu, sudah seminggu kita tidak berkencan , bagaimana kalau kita bermain semua game di mall sesuai dengan janji kemarin?" ajak Karel meyakin kan janjinya pada razeeta
"huaaa boleh tu, aku siap siap oke sayang" ucap razeeta lalu mengakhiri telponnya
30 menit kemudian Karel menjemput razeeta dan mereka berangkat , didalam mobil Karel hanya memutar kecil lagu di mobilnya , Karel hanya lebih sering memandang razeeta karna dia sangat rindu wanitanya
"bagaimana dengan rencana papamu Karel?, apakah dia sudah mengajari mu tentang pertemuan bisnis kita" tanya razeeta memulai pembicaraan didalam mobil
"kau sangat bersemangat sekali Karel"
ucap razeeta sambil menepuk lengan Karel
"tentu saja yang ku hadapi adalah kamu, bagaimana kalau aku kurang tegas? kurang berwibawa saat menjelaskan tentang perusahaan ku sayang" jawab Karel sambil mencubit hidung razeeta
"ahh tentu saja, semangat selamat menjadi pembisnis muda" ucap razeeta sambil menaikkan tangannya mengepalkan nya berbentuk semangat
"kau juga sayang, semangat berkarir, semangat menjadi CEO wanita muda"
jawabnya tak mau kalah sambil mengelus kepala razeeta
dannn mereka sampai ke mall
mereka masuk disambut hangat oleh penjaga pintu mall, tentu saja itu mall milik papa Karel, jadi mereka di sambut istimewa
naik kelantai 8 mengisi kartu permainan dengan jumlah yang tak main main 5jt ,
razeeta ketawa melihat isi saldo kartu nya
mereka memulai bermain melempar bola basket hanya memenangkan kan 20 poin
razeeta bosan dan pindah bermain bombom car dengan semangat mereka terus memain kannya
setelah itu mereka karoke dann bermain zombie water
Karel melihat razeeta kelelahan
"makan dulu yuk, nanti sambung lagi selesai makan oke sayang" ajak Karel sambil merangkul razeeta
"boleh cacing ku sudah kelaparan" jawabnya dengan jahil
mereka makan dan istirahat sebentar di restaurant steak