Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 128


"Azka jangan tinggalin Mami sayang!" teriak Tari. Ia baru pulang dari luar kota setelah mendengar kabar kecelakaan Azka.


Itu saja Tari terlambat datang. Ia sampai di rumah sakit setelah Azka keluar dari ruang operasi dan belum sadar. Yang membuat hatinya lebih hancur saat melihat tubuh Azka terpasang alat pendeteksi jantung melalui monitor.


Tari terus menangis dalam pelukan Azka tanpa sadar bahwa putranya sudah membuka mata sejak pertama kali ia memanggil nama laki-laki itu.


"Azka, akhirnya lo sadar juga," seru Rayhan saat mendapati Azka membuka mata.


Azka hanya mengangguk sebagai jawaban, mengedarkan pandangannya kesegala arah. Ia membuka mata setelah mendengar panggilan Maminya. Dalam mimpinya ia hendak melewati sebuah gerbang tinggi bersama anak kecil, tetapi di cegah oleh Maminya, alhasil Azka kembali bergabung dengan yang lain.


Semua orang yang ada di ruangan itu mendekat berdiri di samping brankar memastikan bahwa Azka baik-baik saja.


Layar monitor yang menampilkan detak jantung Azka sempat berhenti membuat inti avegas juga yang lain mulai hilang harapan. Siapa yang menyangka kedatangan Tari merubah segalanya.


Azka sadar tetapi belum juga mengeluarkan suara semua yang berdiri di hadapannya adalah orang yang dia temui dalam mimpinya. Tapi ada satu yang kurang dan Azka sedang mencari sosok itu.


"Ada yang sakit sayang? Bagian mana katakan sama Mami!" Tari memeriksa tubuh Azka yang menurutnya mungkin sakit setelah kecelakaan motor di arena balap.


"Rayhan juga bilang apa Tante, Azka tuh kuat pasti bertahan. Dia nggak bakal jadi ketua kalau menye-menye kek perempuan. Masa cuma jatuh dari motor metong, nggak banget," ujar Rayhan, membuat suasana yang tadinya mencekam karena sedih berubah menjadi tawa dan senyuman di antara mereka.


Tari sedikit menyingkir mempersilahkan dokter untuk memeriksa kondisi Azka. Tadinya dokter itu sudah menyerah saat detak jantung Azka berhenti dan hendak pergi. Namun, mendegar perkataan Rayhan membuat Dokter berbalik dengan nafas lega.


"Kondisi pasien sudah stabil masa kritis juga sudah lewat," jelas dokter melepaskan alat pendeteksi detak jantung di tubuh Azka.


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan alat vital bagian dalam dan luar pasien normal, hanya saja patah tulang di bagian lengan juga cedera di kepala yang mungkin membawa efek samping beberapa hari ke depan.


Dokter tidak menjelaskan bahwa sebenarnya ia sempat khawatir dengan kondisi jantung Azka karena dada laki-laki itu tertindih setir motor saat kecelakaan. Namun, kekhawatirannya tidak terbukti.


"Mari Nyonya ikut saya!" panggil dokter pada Tari.


Sebelum pergi, Tari terlebih dulu mengelus kepala Azka yang terbalut perban itu kemudian mengikuti langkah dokter yang menangani putranya.


"Dimana Salsa?" Kata pertama yang keluar dari mulut Azka setelah sadar.


"Dia ada di ruangan sebelah. Salsa sesak nafas nangis mulu apalagi liat layar monitor berhenti tadi, lo sih pakai nge-prank kita-kita!" gerutu Alana.


"Mukanya biasa aja kali, Salsa gak papa bentar lagi juga sadar."


"No ibu Ketua datang," tunjuk Ricky pada pintu di mana Salsa baru saja masuk bersama Giani.


"Pergi!" usir Aska.


"Kok di usir?" protes Salsa duduk di samping brangkar, langsung mengenggam tangan Azka.


"Anjir lah, sia-sia gue nangisin lo sampai satu ember tumpah tumpah kalau ujung-ujungnya diusir gitu itu aja," gerutu Dito.


Ketua yang mereka tangisi beberapa manit yang lalu kini sadar dan mengusir mereka terang-terangan. Ketua yang patut di pertahankan.


"Tau, sana gih tidur lagi! Nggak usah bangun sekalian," timpal Keenan.


"S*hit! Kalian nyumpahin gue mati!"


"Nggak lah, kalau lo mati yang jajanin gue tiap hari siapa? Lo harus tetap hidup sampai gue lelah makan, makanan gratis," ujar Ricky.


"Buruan pergi, atau gue patahin leher kalian satu persatu!" ancam Azka.


"Gaya lo Ka, tangan diperban gitu bisa apa?" Alana menjentik tangan Azka yang di diperban kemudian ikut keluar dengan yang lain menyisakan Azka dan Salsa di ruangan serba putih yang sangat luas itu.


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘