
Sesampainya disana Jhonson langsung membaringkan putrinya di tempat tidur
"Audry hubungi Dokter Frans sekarang"
Edrick tadi sudah pamit pergi ke rumah sakit karena a da operasi mendadak dan Faiz juga sudah pulang karena tidak ingin mengganggu keluarga Amel sedangkan nabila dikamar Fransiska untuk menjaganya
kini Dokter Frans tengah memeriksa keadaan Amel, Audry masih menggenggam tangan adiknya dan Jhonson berdiri disamping Audry
"Bagaimana keadaan putriku!"
"Nona Muda sepertinya mengalami Syok yang membuat dirinya tidak sadarkan diri"
"Syok"
"Iya Nona Audry, Nona muda sepertinya memiliki trauma yang begitu mendalam dan Nona muda tidak mampu mengontrolnya"
"Apa yang harus aku lakukan pada putriku Frans!"
"Sebaiknya tuan jangan dulu membahas hal - hal yang memicu traumanya itu dan aku akan berikan resep obat untuk nona muda"
"Makasih Frans, Audry jaga adikmu, Daddy mau mengantar Dokter dulu" Audry mengangguk
Audry kini sedang mengusap usap kepala Amel dan menitikkan Air matanya, iya ikut bersalah karena Audry ikut andil dalam masalah
"Maafkan kakak Mel, Maaf hiks...hiks.." Kemudian Audry mencium pucuk kepala adiknya
Amel kemudian mengigau dalam tidurnya "Hiks.. Hiks.. Kak Bram jangaan tinggalkan Amel Jangan Hiks.. Hiks.. Aku bersalah Hiks.. Hiks...
Audry panik mendengar adiknya "Sayang bangun, Hei bangun ada apa dengan mu" Kemudian Audry memeluk tubuh adiknya " Sayang bangun kakak mohon Hiks.. kakak bersalah atas mu"
Amel kini masih mengigau, Nabila dan Jhonson masuk melihat keadaan Amel
"Ada apa Audry "Ucap Jhonson
"Aku tidak tau Dad tiba - tiba saja Amel seperti ini"
"Kak Bram Awasssss". kemudian Amel terbangun dengan nafas memburu
"Amel kamu kenapa sayang" Ucap Audry
Amel kemudian mengulurkan tangan nya ingin dipeluk oleh nabila, Nabila langsung menghampiri Amel dan duduk di sebelah Audry
"Kak Nabila aku takut, Hiks.. Hiks.. Jangan tinggalkan aku tidak ingin sendiri" kini Amel menangis dan semakin mengeratkan pelukannya
"Sayang kami disini akan menjagamu" Nabila membalas pelukan Adiknya
"Kakak aku ingin pulang kerumah kakak aku takut, Kejadian itu menghantuiku Hiks.. Hiks.."
Audry kini mengusap kepala Amel tapi di tepis oleh Amel "Jangan sentuh aku Hiks.. Hiks.. Jangan"
"Mel kakak tidak akan menyakiti mu" Ucap Audry yang menangis
"Sayang sini sama Daddy" Ucap Jhonson
Kini Nabila ingin melepaskan pelukan Amel tapi Amel memeluk Nabila sangat erat "Sayang Daddy ingin memelukmu, tenang kakak ada disini"
Kemudian Amel melepaskan pelukan Nabila dan Kini Nabila berdiri disusul oleh Audry dan Jhonson langsung duduk dan memeluk erat putri nya itu
"Daddy akan selalu melindungimu kamu jangan takut" Jhonson kini menitikkan air matanya sambil mengecup kepala Amel
"Aku ingin Ayah dan Ibuku, aku aman bersamanya Hiks.. Hiks.."
"Tidak sayang, Daddy tidak akan biarkan kamu pergi lagi dan mengulang kesalahan lagi, Daddy janji" Jhonson tak bisa membendung air matanya, iya sangat sedih melihat keadaan putrinya sekarang,
Amel dulu adalah anak yang sangat manja di keluarga nya bahkan Amel sesekali tidur bersama orang tuanya, semua keinginannya bahkan dituruti, tapi sekarang Amel sudah berubah derastis lebih mandiri, keras kepala dan pekerja keras
"Daddy minta maaf, Daddy tidak akan mengulangi nya lagi"
"Aku takut dengan kalian, Hiks.. Hiks.. Kalian membuangku Hiks.. Hiks.."
"Jangan seperti ini sayang itu tidak benar Daddy begitu sangat menyayangi kamu anak Daddy"
Kemudian Amel mengingat Mommy nya, Amel melepaskan pelukan Daddynya "Mommy"
"Mommy sudah tidur akibat pengaruh obat, Mommy butuh istirahat" ucap Nabila
"Kak aku ingin pulang kerumah mu kak, tempatku bukan disini"
"Daddy tidak mengizinkan, kalian menginap lah disini dulu, Keadaan mu juga belum stabil sayang, Mommy pasti akan mencarimu setelah iya bangun" Ucap Jhonson
"Daaddyyy" Amel memanggil Jhonson dengan kaku
Jhonson kembali memeluk Amel sangat erat tapi Amel tidak membalas pelukan Daddynya "Iya ini Daddy sayang, Maaf"
Amel merasa tenang, Pelukan yang iya sangat rindukan dari sosok Jhonson, Amel kemudian terlelap dalam dekapan Jhonson, nafasnya kini sudah teratur, Jhonson yang melihat anaknya terlelap membaringkan nya ketempat tidur
"Kalian jaga adikmu, Daddy keluar sebentar"
"Baik Dad" Kini Nabila dan Audry menjaga Amel
Jhonson kini ada di ruang kerjanya, Jhonson memanggil semua pengawal pribadi di keluarganya termasuk david orang kepercayaan Jhonson selama ini
"David kerahkan anak buah mu untuk menjaga putriku, aku tidak ingin terjadi apa - apa dengannya dan pantau setiap gerak - gerik Cyntia jangan sampai iya mencelakai putriku, aku takut Cyntia masih dendam terhadap putriku itu"
"Baik Tuan, kami akan laksanakan dan kami akan menjaga Nona Muda dengan baik"
"Tapi kalian awasi Nona Muda dari kejauhan, aku tidak ingin dia merasa tidak nyaman"
"Siap tuan".
"Kalian boleh keluar"
Kemudian david dan beberapa pengawal keluar dari ruang kerja Jhonson
.
.
Dirumah Faiz
"Saya apa kau baik-baik saja, perasaanku tidak enak semenjak meninggalkan mu, Angkat telepon sayang" Kini Faiz terlelap sambil memegang ponselnya
Keesokan Harinya Faiz bangun dan bersiap - siap untuk ke kantor dan sampai saat ini Amel tidak mengangkat panggilan dari Faiz bahkan ponselnya sudah tidak aktif
Faiz kini berjalan menuruni anak tangga dan menghampiri orangtuanya dan Juga adiknya di meja makan
"Morning Ma Pa" Ucap Faiz
"Lemas banget kak" Ucap Farid
"Morning sayang, kamu kenapa lagi nak" Ucap Mama aneth
"Nggak apa-apa ma" Faiz kembali bersuara
"Ya udah makan, nanti telat kekantor" Faiz hanya mengangguk mendengar perintah mamanya
Sementara dirumah keluarga Jhonson, Amel akhirnya bangun, Amel hendak berjalan ke kamar mandi tapi kepalanya masih terasa pusing
Tiba - tiba Audry masuk kedalam kamar Amel dan melihat Amel sedang memegang kepalanya dan duduk di tepi ranjang
"Mel kau baik - baik saja" Audry memegang pundak Amel dan langsung di tepis oleh Amel
"Pergi kau, Jangan sentuh aku" Amel masih belum memaafkan Audry
"Sayang, kakak hanya ingin membantumu"
"Tidak usah, aku tidak butuh bantuan mu, kau keluarlah dari kamar ini"
Fransiska masuk kedalam kamar Amel dan langsung menghampiri Amel
"Bagaimana kabarmu sayang" Ucap Fransiska
"Aku baik"
"Audry keluarlah, Daddy menunggumu di luar"
"Tapi Mom" Ucap Audry
"Kau kekantor saja Mommy sudah sehat, biar Mommy yang jaga adikmu"
Dengan terpaksa Audry berangkat kekantor, sebenarnya iya ingin sekali berada didekat adik kecilnya itu
Amel menyandarkan tubuhnya kepala nya masih sangat pusing
"Apa masih pusing" Ucap Fransiska yang di angguki oleh Amel "Sini mommy pijat kepalamu"
"Tidak usah Mom, Aku berbaring saja sudah cukup"
"Sini tidur di paha Mommy saja"
"Tidak usah Mom, Mommy istirahatlah, Mommy baru sembuh, lagian aku cuman pusing dikit aja"
"Mommy sudah sembuh, obat Mommy sudah ada didepan Mommy, jadi sini kau berbaring di pahaku biar Mommy memijit kepala mu" Akhirnya Amel memindahkan kepalanya di Paha Fransiska dan Fransiska langsung memijat kepala Amel
"Kamu ingat sayang waktu dulu kalau kamu sakit kepala pasti cari mommy untuk pijat kepala kamu, kamu bilang kalau pijatan Mommy tidak ada duanya"
Kini Amel menitikkan airmata sambil memejamkan matanya mendengar ucapan Mommy nya, iya sebenarnya sangat rindu tapi rasa takutnya lebih besar
Fransiska merasakan pahanya basah, iya takut akan kejadian semalam "Sayang apa mommy menyakitimu, apa kamu baik-baik saja Nak"
Amel mengangguk "Aku baik Mom"
Kemudian pelayan masuk membawakan makanan untuk Amel, Fransiska hanya memberi kode untuk menaruh makananya setelah itu pelayan disuruh keluar
"Nak makan dulu, pelayan sudah membawakan makanan"
kemudian Amel bangkit dan bersandar dikepala ranjang, dan Fransiska mengambil makanan disamping tempat tidur
"Mommy suapi yahh nak"
"Tidak Mom aku bisa sendiri, aku bukan anak kecil lagi"
"Tidak Nak, Mommy yang suapi kamu, sekarang buka mulutmu, Aaaa"
Amel kini pasrah dan akhirnya membuka mulutnya. Fransiska terus menyuapi Putrinya,
"Sudah Mom aku sudah kenyang"
"Yahh sudah minum dulu lalu minum obat"
Amel selesai dengan makannya "Mom, Kak nabila mana??"
"Kakakmu sudah pulang Nak"
"Aku ingin pulang kerumah kak Nabila saja Mom"
"Tidak sayang kamu tetap disini, ini rumah mu" Ucap Fransiska sambil menggenggam tangan anaknya "Mommy mohon jangan tinggalkan Mommy lagi" Kini fransiska menitikkan air matanya
"Baiklah Mom aku akan tetap disini tapi hanya beberapa hari saja tidak lebih" Amel tidak ingin Fransiska kembali sakit lagi.
"Terima kasih sayang, Mommy janji akan memperbaiki semuanya, Sekarang istirahatlah Mommy keluar sebentar"
Amel mengangguk kemudian Amel merebahkan tubuhnya dan Fransiska keluar membawa bekas makan Amel
.
.
.
.
.
#TBC